I Am Yours,Mr Chevalier!

I Am Yours,Mr Chevalier!
Part 127


__ADS_3

TIME WARNER CENTER, STUDIO THE REBELLION, MANHATTAN.


Ben melangkah keluar dari pintu utama gedung pencakar langit itu. Memakai kaca mata hitamnya dan melangkah menuju mobilnya yang terparkir di halaman gedung. Pria itu dikejutkan dengan beberapa orang wartawan yang mengejarnya.


Sial, wartawan infotainment.


"Ben, bisa berhenti sebentar." Seorang wanita dengan kalung lanyard bertuliskan E!News di lehernya berdiri menghadang.


Ben menghela nafas dalam - dalam. "What do you want?"


"Bisa kau ceritakan siapa gadis yang bersamamu di Linden Center, Brooklyn. Apa dia kekasih barumu, Ben?"


Ben mengerenyitkan keningnya. "What?"


Wanita itu menunjukkan foto - foto dirinya dan Mia yang tengah berada di halaman gedung panti jompo dan pusat rehabilitasi itu.


"Apa dia pegawai Linden?" cecar wanita itu. "Apa dia Cinderella abad modern selanjutnya?"


Ben tergelak mendengar penuturan wanita itu. Kata Cinderella mengingatkannya pada awal mula dia mengenal Laras.


"If you say so." Ben menyahut.


"Ayolah, Ben. Siapa gadis ini?"


"I really don't know what to say. Sorry." Ben membuka pintu mobilnya dan duduk di belakang kemudi. Bersiap meninggalkan para wartawan itu.


"Ben, Ben .. tunggu, sebentar saja, okay?"


"Apa yang ingin kalian tahu?" tanya Ben.


"Siapa gadis itu, apa dia kekasihmu?"


Ben mendesis. "Kau tahu, aku lebih senang jika kalian bertanya tentang album Rebellion selanjutnya." Ben melambaikan tangannya. "Bye!"


Ben menutup kaca mobilnya dan berlalu meninggalkan para wartawan yang masih berusaha mengejarnya.


***


BAR BELLY, BROOKLYN.


Mia memasuki ruangan di belakang panggung kecil di mana telah menunggu di sana William, Bryan, Brandon dan juga .. Sarah. Begitu melihat wanita itu, Mia menghela nafas pelan. Disandarkannya tas biola pada dinding, lalu duduk di samping William.


"Selamat, Lamia." Sarah menyeletuk. Membuat semua orang yang ada di ruangan itu memandangnya heran.


"Yeah? For?" tanya Mia tak mengerti.


"Aku lihat berita di E! News. Kau resmi berpacaran dengan Ben Chevalier, how cool is that?" ujar Sarah dengan girangnya. Lalu merangkul bahu Brandon dengan mesra.

__ADS_1


"Wow, wow .. is that true, Lammy?" tanya William.


"Emmm ...." Mia memandang ke arah Brandon. Pria itu membuang mukanya. Dan menyambut rangkulan Sarah tak kalah mesranya.


Dada Mia terasa nyeri menyaksikan pemandangan di depannya itu. Ditariknya nafas dalam - dalam. "Yeah, aku berpacaran dengan Benjamin Chevalier dari The Rebellion, how cool is that?" ucapnya.


"Traktir kita minum malam ini," ujar Bryan.


"Oh, sure!" seru Mia. "Let's drink tonight."


"O yeah!"


William dan Bryan berhighfive dengan girangnya. Sementara Mia masih memperhatikan Brandon yang tak mengalihkan pandangannya dari Sarah.


.


.


"Cheers!" Seru William dan Bryan serempak sembari mengangkat gelas mereka masing - masing. Diikuti oleh Mia, Brandon dan juga Sarah. Entah sudah berapa gelas whiskey yang mereka habiskan.


"Tell me, Lamia." Sarah berujar. "How can you date a rockstar?" tanyanya kemudian seraya bergelayut di pundak Brandon.


"Owh, do you really wanna know?" Mia balik bertanya. Melirik Brandon yang tengah memandangnya dengan tatapan sayu. Rambut cokelat semi gondrongnya terlihat berantakan. Pipinya pun memerah.


"Yeah, tell me." Sarah meneguk gelasnya.


"Because I look like his dead wife." Mia terbahak.


"Yeah, yeah, kasihan sekali aku," ujar Mia. "Teruskan, apa lagi yang ingin kau tahu?" tantang Mia.


"Uuufh, bagaimana dengan ini." Sarah mencecak rokoknya ke dalam asbak yang telah penuh oleh puntung rokok. "Did you already have s*x with him?"


Mia tak percaya wanita itu menanyakan hal yang sangat pribadi di depan teman - temannya. Namun emosinya telah tersulut. Bibirnya tersenyum miring.


"Not yet, but I will, Sarah, I will!" serunya. Lalu menenggak gelasnya dengan kasar. Kemudian berniat menuangkan kembali whiskey ke dalamnya.


"Pelan - pelan, Lamia." Brandon meraih gelas yang tengah dipegang oleh Mia, mencegah gadis itu untuk mengisi kembali gelasnya.


Tentu saja hal itu membuat Sarah geram. "Biarkan saja dia, Brand."


"Lamia tidak biasa minum. Aku tidak mau dia terlalu mabuk," ujar Brandon seraya menyingkirkan gelas yang di pegangnya menjauh dari Mia.


Sarah mendesis. "Lalu apa masalahmu kalau dia terlalu mabuk?"


William dan Bryan yang sedari tadi terdiam kini memandang Brandon, Sarah dan Mia secara bergantian. Tak mengerti ada masalah apa di antara ketiganya.


"Karena aku peduli padanya!" seru Brandon seraya meraih tangan Lamia yang terlihat bingung karena pengaruh alkohol yang telah menjalar ke seluruh tubuhnya. "Ayo, Lammy, kuantar kau pulang."

__ADS_1


"Brand!!" bentak Sarah yang tak mampu membendung amarahnya. "Kau antar dia, kita selesai sampai di sini."


Brandon menggeleng. Tak dipedulikannya ancaman Sarah. "I'll talk to you later." ujarnya seraya menggandeng Mia dan mengajaknya keluar dari bar yang mulai ramai oleh pengunjung itu.


Brandon melepas jaketnya dan memakaikannya pada Mia agar gadis itu tak merasa kedinginan dengan tubuh yang hanya dibalut sweater rajut tipis.


"Brand ...." ucapnya. "Aku pusing."


"Iya, aku akan mengantarmu pulang."


Brandon merangkul pundak Mia dan membimbingnya menuju mobilnya yang terparkir di sisi sidewalk.


Langkahnya terhenti ketika melihat seseorang berdiri tepat di hadapan mereka. Mia yang tengah menyandarkan kepalanya di lengan atas Brandon terkejut mendapati seseorang itu adalah Ben.


"Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Mia. Kepalanya sedikit berdenyut.


"I tried to call you several times, you didn't answer." Ben menjawab. "Aku mendatangimu ke apartemen, Ashley bilang kau ada di Bar Belly."


"Owh, ya, sorry."


Ben berjalan mendekat ke arah keduanya. Kemudian tersenyum ramah pada Brandon.


"Hi, Brandon. Bisa kuambil alih Lamia sekarang?" tanyanya.


"Aku akan mengantar Lamia pulang." Brandon menarik lengan Mia dan membawa gadis itu ke belakang punggungnya.


Ben menggelengkan kepalanya sembari tersenyum miring. Lalu menatap Brandon dengan tajam.


"I don't think so, Dude. You know she's my girlfriend, right?" Ben meraih tangan Mia dan menarik tubuh mungil gadis itu ke arahnya.


"Brand ...." panggil Mia pelan.


Brandon hendak meraih tangan Mia kembali namun dengan segera Ben menahan dadanya.


"Back off, Dude!" serunya. "She's my girlfriend." Ben mengulangi kata - katanya dengan gamblang. Lalu mengetuk - ngetuk dada Brandon dengan jari telunjuknya.


"Owh, your jacket!" seru Ben sembari melepaskan jaket yang dipakai oleh Mia dan melemparkannya pada Brandon. Kemudian menggandeng gadis itu menuju ke mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana.


Brandon melangkah ke arah mobilnya dan menendang rodanya dengan keras. Lalu berjalan mondar mandir seraya mengacak rambutnya kasar.


"F**k!!" makinya dengan geram.


***


Hi, I'm Yours, Mr. Chevalier akan ada satu episode lagi sebelum selesai yaaa.


Sampai jumpa di novel baru berikutnya.

__ADS_1


Salam sayang


Lady Magnifica.


__ADS_2