I Am Yours,Mr Chevalier!

I Am Yours,Mr Chevalier!
Part 53


__ADS_3

Ben, I'm so sorry about last night, I was a little drunk, I didn't know what I was doing.


Butuh waktu seharian bagi Laras untuk memberanikan diri mengirimi Ben pesan permintaan maafnya. Gadis itu merasa tidak enak dan malu atas kelakuannya sendiri yang berlebihan.


Beberapa menit kemudian ponselnya bergetar, Ben menelponnya.


"Laras, finally." Suara Ben di seberang sana terdengar begitu lega.


"Aku minta maaf, Ben," ujar Laras lirih.


"Jadi kau mabuk sendirian di dalam apartemen sempitmu itu sambil menangis seperti wanita tua yang kesepian?" Gelak tawa Ben terdengar.


Laras bersungut-sungut.


"Ha-ha, lucu sekali Ben!"


Terdengar helaan nafas Ben begitu berat.


"Kau membuatku khawatir setengah mati,


Laras .. tolong jangan lakukan itu lagi, atau aku akan menyuruh Pablo untuk mengawasimu 24 jam."


Laras mendengus kesal. Kekehan Ben terdengar dari seberang sana.


"Jadi, apa yang membuatmu sesedih dan seputus asa itu? Apa karena kau merindukanku?"


Laras mendecak. "Sudah aku bilang aku mabuk, mana aku tahu kenapa emosiku bisa meluap-luap seperti itu."


"Orang mabuk biasanya akan jujur dengan perkataannya, kau bilang kau membenciku,


aku sedih sekali mendengarnya." Suara Ben terdengar penuh kesedihan. Tapi Laras tahu lelaki itu hanya sedang menggodanya saja.


"Iya aku membencimu, sangat membencimu, aku ingin memukulimu kalau saja kau ada di sini di dekatku!" seru Laras.


Ben terkekeh. Terdengar seseorang memanggilnya di seberang sana. Dan hanya dijawabnya dengan kata-kata "wait a minute".


"Emh .. Laras, aku harus pergi ke venue, ada konser malam ini."


"Okay."


"Ouh, Laras .. jangan lupa tonton aku di NBC, tapi sepertinya mereka tidak akan menayangkannya secara live, jadi aku tidak tahu kapan waktunya kau bisa menonton, sebaiknya kau tonton aku di channel youtube official The Rebellion, live. Damn .. kau sedang bekerja ya, kalau begitu kau tonton saja besok," terang Ben panjang lebar.


Laras tergelak. "You sound like a salesman."


Ben tertawa renyah. "I miss you, Laras."

__ADS_1


Dada Laras berdegup kencang. Lidahnya tiba-tiba terasa kelu.


I miss you too, Laras berucap. Namun yang keluar dari mulutnya adalah "Hahahaha".


"Satu lagi, tentang pemberitaan di media, itu hanya strategi menejemen, aku tidak punya perasaan apa-apa pada Hailey."


Laras terkesiap. Ben sepertinya tahu apa yang menyebabkan Laras hilang kendali kemarin malam. Saat ini muka Laras telah merah padam karena malu yang teramat sangat.


"Well, good luck for your concert tonight. See you, Ben."


Laras menutup telponnya. Disapunya pandangan ke sekelilingnya. Udara di luar McFadden's Saloon begitu dingin. Laras merapatkan mantel tebalnya. Diliriknya jam di pergelangan tangannya. Pukul tujuh lewat dua puluh lima menit. Artinya dalam lima menit waktu break kerjanya berakhir. Laras segera masuk ke dalam bar kembali.


***


THE VIC THEATRE,CHICAGO



"Chicago, what's up!!


Riuh penonton bersorak sorai menyambut sapaan Ben dari atas panggung. Dentuman drum Liam menggema, disusul dengan lengkingan gitar Marcus yang panjang.


"Thank you for joining us tonight, we've come all the way from New York, just for you!"


Ben tertawa sembari menggoyang-goyangkan jari telunjuknya pada Marcus.


"Marcus is still available, ladies .. and gentlemen," gurau Ben yang langsung disambut hardikan "f**k off " dari mulut Marcus. Para wanita kembali berteriak histeris.


Cabikan bas Gregory mengawali lagu pertama yang ditampilkan. Intro lagu berjudul Too Stoned sukses membuat penonton berseru histeris. Disambut dengan iringan gitar berdistorsi berat dari Marcus dan vokal harsh Ben. Penonton semakin riuh.


Ben, dengan t-shirt hitam lengan pendek,


memperlihatkan sebagian tattoo kepala naga di lengan kirinya, tampak sempurna malam itu. Rambut pirangnya dia biarkan tergerai begitu saja. Sesekali dihisapnya sebatang rokok yang terselip di antara jari kelingking dan jari manisnya, kemudian memainkan melody gitarnya. (Ya Ampun, author jadi khilaf kalau lihat cowok ganteng gondrong tattooan main gitarnya jago, sama nyelipin rokok di jarinya terus sesekali dihisapnya gitu🤣).


"Freedom Run, for you," Ben menyebutkan judul lagu kedua yang akan dibawakan. Menunjuk kearah penonton, disambut keriuhan di seluruh penjuru ruangan.


Ben menatap Greg sekilas kemudian mengangguk pelan. Jemari Greg membetot basnya dan Ben mengikutinya dengan efek gitar flanger manual highnya yang terdengar seperti mesin jet.


"No break through, I'll steal for you


I need ya, and there's nothin' you can do, yeah


Walked million miles of desert sun


To grasp the chance, that I'll be gone

__ADS_1


Be one with you, yeah


Freedom run (3x)


Well I'll break through


Will I steal for you?


Well I need ya, and there's nothin' you can do, yeah,No fun could last, well I hope you last


You're in my grasp, well no cure, yeah


Freedom run (4x)"


Ben menghisap rokoknya dalam-dalam, lalu berjalan menuju ke arah Marcus dan keduanya mulai berduet, saling menyerang dengan cabikan melody masing-masing dalam harmoni.


Tepuk tangan dan jeritan penonton bergemuruh ketika lagu berakhir. Ben melangkah ke arah microphonenya. Bibirnya tersenyum tipis dan membentuk cengiran menggemaskannya.


"Hey, Chicago .. you want some more?" tanya Ben dan disambut oleh "Yeah" dari penonton.


"Alright .. Resistance, come on out!" panggil Ben.


Penonton bersorak sorai ketika Hailey dan kawan-kawannya berlari-lari kecil masuk ke atas panggung.


Hailey melambai ke arah penonton dan memberikan ciuman carak jauhnya kepada mereka. Kemudian mendekati Ben dan mencium pipinya. Penonton makin riuh. Jeritan dari para wanita di bawah sana saling bersaut-sautan.


"Woww .. aku tidak mengharapkan itu," celetuk Ben sembari mengelus pipinya. Penonton menyahutnya dengan tawa.


Hailey berjingkrak kegirangan dengan tawa lebarnya.


"Wait, wait .. to the girl who's probably wacthing me, back in Manhattan, I'm so sorry," gurau Ben. Riuh tawa penonton kembali terdengar.


Kolaborasi antara Rebellion dan Resistance berlangsung dengan sempurna. The Vic Theatre malam itu luluh lantah oleh penampilan keduanya yang luar biasa.


***


Catatan Penulis:


Lagu yang saya comot di bab ini adalah:


-Too Stoned-Gas Giant (Stoner Metal Band from Denmark)


-Freedom Run-Kyuss(Stoner Metal Band from California,US)


🤘🤘

__ADS_1


__ADS_2