I Am Yours,Mr Chevalier!

I Am Yours,Mr Chevalier!
Part 83


__ADS_3

"Tadi itu ide yang sangat buruk, aku minta maaf," ujar Ben sembari mengelus kepala Laras. Keduanya tengah duduk di depan perapian keluarga. Ben menutupi tubuh Laras dengan selimut tebal.


Laras menggeleng. "Kau menghajar Joe sampai babak belur." Laras terkekeh.


"Yeah, aku yakin dia akan melaporkanku ke polisi, aku sudah menghubungi Jack untuk menyiapkan pengacara," ujar Ben seraya meneguk gelas anggurnya.


"Bagaimana kalau kau dipenjara?" tanya Laras cemas.


Ben terbahak. "Tidak akan, Rebellion punya pengacara terbaik di New York. Lagi pula, kau juga bisa melaporkannya atas tuduhan pelecehan seksual atau percobaan pemerkosaan, dia pasti tamat."


Laras tersenyum kecut. Kemudian mengalihkan pandangannya ke arah perapian yang menyala-nyala.


"Ben ...."


"Ya?"


"Apa aku memang terlihat seperti gadis sewaan?"


"Tidak sama sekali, jangan pernah perpikir begitu."


"Atau terlihat seperti gadis yang kau kencani tanpa berniat untuk serius?"


"Laras," ujar Ben dengan intonasi yang sedikit keras.


Laras menghela nafas dalam-dalam. "Claire mengira aku tidak ada bedanya dengan dia."


Mata Ben membulat. "Claire?"


Laras mengangguk. "Dia masih setia menunggumu, dia bilang aku seperti barang baru untukmu, setelah kau bosan kau akan kembali padanya, seperti biasanya."


Ben mengelus kepalanya, menyibakkan rambut panjangnya ke belakang.


"Kau percaya padanya?" tanya Ben.


"Dia terlihat serius. Mungkin dulu kau telah melakukannya berkali-kali, punya gadis baru, lalu bosan, lalu kembali padanya .. mungkin."


Ben menyandarkan punggungnya di kursi, lalu kembali meneguk gelas anggurnya.


"Dulu, ya .. sebelum bertemu denganmu," ujarnya sembari menolehkan kepalanya pada Laras. Gadis itu memalingkan mukanya. Perasaannya saat ini tidak menentu. Perkataan Joe sedikit banyak telah mempengaruhi psikologisnya.


Ben beranjak dari duduknya, kemudian berlutut di hadapan Laras dan menggenggam tangan gadis itu.


"Kau mau kita menikah saja?" tanya Ben dengan raut muka yang terlihat serius.


Laras membulatkan kedua matanya. "You're not serious."

__ADS_1


"I'm deadly serious."


"Tidak, tidak .. ini terlalu cepat, aku belum siap, Ben."


Ben menarik nafas dalam-dalam. "So what should I do?" Wajahnya memelas.


"Aku percaya padamu .. hanya saja ...." Laras memilin jemarinya sembari tertunduk. "Hanya saja terkadang aku .. cemburu," ujarnya tersipu.


Ben tersenyum lebar. Diciuminya telapak tangan Laras berkali-kali.


"Je t'aime, Mon Amour," ucap Ben dengan aksen Perancis-Amerikanya yang selalu membuat Laras gemas.


***


"Damn it, Ben .. kau sungguh merepotkan!" seru Jack ketika mendapati Ben di ruang tamu rumah Madame Rose. Sang menejer terpaksa datang ke Portland bersama seorang pengacara untuk menyelesaikan permasalahan antara Ben dan Jonathan Rivers yang berakhir dengan perjanjian damai. Awalnya pihak Joe ingin membawa masalah itu ke ranah hukum namun pengacara Rebellion mengancam akan melaporkan balik atas tuduhan pelecehan terhadap Laras.


"Selamat, Ben, kau masuk di semua headline berita .. mabuk dan berkelahi, geez .. sungguh memalukan!" hardik Jack.


Ben hanya meringis saja tanpa menimpali omelan sang menejer.


"Aku sangat menyayangimu, Jack," ujar Ben seraya memeluk Jack mesra.


"Pergi kau!" seru Jack seraya menepis tangan Ben kasar. "I need some drink!"


Ben bergegas menuju ke dapur dan tak lama kemudian kembali dengan membawa dua botol bir dan pembuka botolnya.


"Bersiaplah untuk dikejar-kejar wartawan ketika kau kembali ke New York," ujar Jack sembari meneguk birnya.


Ben mendesis. "Berita murahan," gumamnya.


"By the way, who is this Laras? I see that you have changed so much," kata Jack.


"Yeah? You think so?"


"Hmmm ...."


Ben terkekeh. Ditenggaknya bir di tangannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi yang didudukinya.


"I guess she's so special, huh?" Jack berujar.


"She is," sahut Ben.


Jack menunjuk-nunjuk muka Ben dengan jari telunjuknya sembari tersenyum jahil. "Kau sedang jatuh cinta, Ben .. bukankah itu sangat lucu untuk seorang Ben Chevalier dengan reputasi buruknya pada wanita." Tawa Jack meledak.


"Hei, reputasi Marcus jauh lebih buruk, brengsek!" protes Ben.

__ADS_1


"Kalian berdua sama buruknya."


"Shut up!" hardik Ben.


Tawa Jack semakin menjadi. Wajah Ben kini bersemu merah.


***


TUDOR CITY PARK, MANHATTAN.


Ben dengan kaca mata hitam dan hoodie yang menutupi kepalanya berjalan menghampiri Laras yang tengah duduk di bangku panjang. Kedua tangannya memegang bungkusan bacon roll.


"Thanks," ucap Laras ketika Ben menyodorkan sebungkus makanan favorite mereka berdua itu.


Ben duduk di samping Laras, menyilangkan kaki dan dengan santai menyantap makanannya.


"Ben, kau membuat Pablo menunggu." Laras melayangkan pandangan ke arah Pablo, orang kepercayaan Ben yang tengah berdiri menyandarkan tubuhnya di mobil Ben yang terparkir di pinggir jalan, beberapa meter dari tempat mereka duduk. Beberapa saat yang lalu lelaki paruh baya itu menjemput Ben dan Laras di bandara.


"Biarkan saja, dia dibayar untuk itu," sahut Ben sembari menggigit potongan bacon rollnya.


"Hmmm ...," gumam Laras.


"Laras," panggil Ben.


"Ya?"


"Pikirkan tawaranku ya?"


"Yang mana?"


Ben menghela nafas pelan. "Tinggal bersama," ujar Ben.


"Ben, bukannya aku menolak, tapi aku masih merasa nyaman seperti ini."


"Baiklah," ujar Ben pasrah. Namun sejurus kemudian senyum manisnya terbit. "Laras?" panggilnya kembali.


"Hmmm?"


"I love you so much, you have to know that," ucap Ben sembari menatap lekat Laras dari balik kaca mata hitamnya. "I'll give everything to make you happy."


Laras tertawa pelan. Dalam hati gadis itu benar-benar tersanjung. Semua yang dilakukan Ben padanya membuatnya merasa menjadi wanita yang spesial.


Ben membuka kaca mata hitamnya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Laras, pelan dipagutnya bibir gadis itu. Tak dipedulikannya beberapa orang yang tengah berada di taman memperhatikan keduanya sekilas. Sementara Pablo yang melihat bosnya yang sedang dimabuk cinta itu tersenyum simpul kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain.


***

__ADS_1


__ADS_2