I Am Yours,Mr Chevalier!

I Am Yours,Mr Chevalier!
Part 129 (Bonus Part)


__ADS_3

MANHATTAN, 2020.


"Let's get lost?"


Senyum Ben mengembang. Meraih dagu Laras dan mencium bibirnya lembut.


"Where?"


"Emm .. you'll see."


"Dengan gaun pengantin seperti ini?" Laras menunjukkan gaun vintage warna putih yang sedang dikenakannya. "Dan kerudung ini?" lanjutnya seraya meraih kerudung warna senada yang menghiasi kepalanya.


"Why not?"


Laras terbahak. "Okay."


Ben mengemudikan mobilnya menelusuri jalan utama Manhattan dan berbelok menuju Tudor City.


Tudor City Park. Bacon Roll. Seperti biasa.


Ben memarkir mobilnya di sisi sidewalk yang berada tepat di dekat kursi panjang yang ada di bawah pohon oak. Dengan segera dia keluar dari mobilnya dan berjalan memutar membukakan pintu untuk Laras.


"Thank you." Laras menarik gaunnya ke atas dan melangkah keluar.


Ben menggandeng tangannya dan membimbingnya duduk di atas kursi.


"Hold on a second, okay?"


Ben berlarian ke arah mobil mini van penjual bacon roll yang terparkir di seberang taman. Setelah menunggu beberapa saat, pria itu kembali dengan dua bungkus bacon roll yang terlihat sangat menggiurkan

__ADS_1


"Awhh, I'm feeling nostalgic," gurau Laras seraya meraih satu bungkus bacon roll dari tangan Ben.


"Just like old times." Ben terkekeh. "Owh, this is good," gumamnya seraya mengigit lapisan roti dan daging yang terlihat lezat itu.


"Hei, we found you, Ben!"


Satu seruan memaksa keduanya menoleh ke arah asal suara. Ben memutar kedua bola matanya demi melihat beberapa orang wartawan berlarian menuju ke arah mereka.


"Damn! Don't they have anything else to do?" tanyanya pada Laras. Wanita cantik itu hanya terbahak.


"Ben, you're married. Congratulation." Seorang wanita dengan seragam hitam dan kalung bertuliskan Fox News menyodorkan mic pada Ben.


"Yeah, thanks," sahut Ben. "You want some?" Ben menawari wanita itu bacon roll yang sudah digigitnya.


Wanita itu terbahak. "I'm good."


"Kenapa kau menyembunyikan pernikahanmu, Ben?"


"Aku tidak menyembunyikannya." Ben tergelak. "Aku hanya tidak mau mengundang kalian saja."


"Wow, that's rude." Salah satu kameramen menyeletuk.


"Whatever." Ben mengibaskan tangannya. "So, apa lagi yang ingin kalian ketahui, karena aku dan isteriku tidak punya banyak waktu."


Ben meraih tangan Laras dan menggandengnya menuju ke mobil. Para wartawan pun mengikuti mereka.


"Perkenalkan isterimu pada dunia, Ben."


"Well, alright." Ben menyibakkan rambut pirangnya ke belakang. Lalu menghadap ke kamera seraya merangkul Laras. "Hello, World, this is Laras, she's the most beautiful thing that has ever happened to me."

__ADS_1


"Okay, nice, Ben, thanks .. happy honeymoon."


Ben melambai pada wartawan kemudian membukakan pintu mobil untuk Laras.


"Bye, Ben."


Wartawan masih mengambil beberapa foto dari frontman The Rebellion itu hingga dia masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan Tudor City Park.


"Lalu, kita mau kemana?" tanya Laras.


"A place that no one would find us."


"I'll follow you wherever you may go .. I'm all yours, Mr. Chevalier."


Senyum manis Ben tersungging di bibir merahnya. Tangan kanannya meraih telapak tangan kiri Laras, menggenggamnya dan menciumnya dengan lembut.


"And I am all yours, Mrs. Chevalier."


***


***


*Novel berikutnya berjudul The Guy Next Door.


Kalau berkenan untuk membaca silahkan cek di lapak yaa.


Semoga novel - novel yang lain yang sedang mangkrak bisa aku lanjutin satu - satu. 😁😁


Bye, everyone. Big hugs.🤗🤗🤗*

__ADS_1


__ADS_2