I Am Yours,Mr Chevalier!

I Am Yours,Mr Chevalier!
Part 29


__ADS_3

"Bisa kau jelaskan apa ini?"


Greg yang baru saja tiba di studio membanting sebuah tabloid infotainment kenamaan di New York, The Cut, di hadapan Ben yang tengah bersantai di sofa dengan botol bir di tangannya. Marcus dan Liam memandang Greg heran. Ben menyambar tabloid itu dan memeriksanya.


Benjamin Chevalier And Anita Wallis,Lost Love In Bloom Again.


Begitu judul yang tertulis di atas beberapa foto yang memperlihatkan kemesraan Ben dan Anita di depan apartemen Ben di Big Apple.


Ben melemparkan tabloid itu sembarang. Kemudian kembali menenggak birnya tanpa berkata apa-apa.


"Kau sudah meniduri mantan pacarmu itu hah?" hardik Greg. Wajahnya tampak kesal.


"Sejak kapan kau suka mencampuri urusan pribadiku?" tanya Ben dengan nada meninggi.


"Aku tidak peduli berapa banyak wanita yang kau tiduri, aku hanya ingin memperingatkanmu, jauhi Laras!" seru Greg sembari menunjuk wajah Ben. Kemudian berlalu keluar studio.


"Hey Greg .. mau kemana kau,bagaimana dengan rehearsalnya?" panggil Liam.


"I'm not in the mood!" seru Greg sembari membanting pintu keras-keras.


"What the hell," gumam Marcus.


Ben mendecak. Kemudian berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Marcus dan Liam yang kebingungan.


"Apa yang terjadi?" tanya Marcus pada Liam.


"Seperti yang aku kira, mereka berdua menyukai wanita yang sama." Liam terkekeh.


Marcus membulatkan matanya. "Maksudmu Laras?"


"Sepertinya begitu."


"Damn .. padahal aku berniat mendekati gadis itu," celetuk Marcus sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jika itu terjadi maka bisa dipastikan Rebellion akan hiatus sementara."


Keduanya terbahak. Kemudian menenggak botol bir masing-masing.


***


RESTAURAN BOUCHERIE


Laras baru saja tiba. Dilepasnya mantel tebalnya dan menggantungnya di pintu lokernya. Tanpa sengaja gadis itu melihat tumpukan koran di majalah yang tertata rapi di sebuah kotak yang terbuat dari anyaman rotan. Dan yang membuatnya tertarik untuk mengambil sebuah tabloid yang ada di tumpukan paling atas adalah nama Benjamin Chevalier yang menjadi headlinenya.


Dada Laras berdegup kencang membaca sebaris judul yang menerangkan beberapa foto Ben dan Anita Wallis. Keduanya terlihat mesra. Rasa nyeri seketika menyeruak dalam dadanya. Gadis itu tersenyum getir.

__ADS_1


"Tentu saja," gumamnya. Semua pertanyaannya terjawab sudah. Gadis itu menggeleng pelan. Menyadari kebodohannya berharap Ben mempunyai perasaan yang sama untuknya. Lalu apa arti ciuman Ben pada waktu itu di mobil. Lalu semua sikap manis Ben selama ini padanya. Ah bodoh, bodoh, maki Laras dalam hati.


"Ohh sungguh pagi yang menyenangkan untuk memulai hari ini," sindirnya pelan entah pada siapa.


"Kenapa ngomong sendiri Ras?" tanya Maya yang tiba-tiba telah berada di sampingnya.


"Hah, nggak papa." Laras meringis. Berusaha menyembunyikan suasana hatinya yang sedang tidak menentu.


"Dicari Mr.Jourdain tuh," goda Maya.


"Serius?"


Maya terkekeh.


"Sialan kamu!" maki Laras sembari melangkah meninggalkan Maya yang masih mentertawakannya.


Laras memulai pekerjaannya dengan mengelap semua meja dan kursi yang masih kosong. Dilihatnya Stephane yang baru saja tiba.Lelaki berjambang tipis itu tersenyum kepadanya. Laras membalasnya dengan senyuman tipis.


"Bonjour, Mademoiselle," sapanya dalam bahasa Perancis.


"Bonjour, Monsieur," jawab Laras.


"Kau datang lebih awal, Laras," kata Stephane sembari mendekat ke arah Laras. Tercium wangi parfumnya yang begitu maskulin.


"Iya," jawab Laras singkat.


Membuat Laras salah tingkah. Gadis itu hanya menyunggingkan senyumnya. Kemudian melangkah meninggalkan lelaki itu.


***


Laras merenggangkan otot-ototnya setelah semua pekerjaannya telah beres. Jam menunjukan pukul 5 sore. Laras duduk di dekat lokernya. Meluruskan kakinya yang terasa pegal.


Ponselnya berbunyi. Laras segera merogoh tasnya dan mengambilnya. Nama Greg tertera di layar. Laras mengerenyitkan dahinya.


"Hallo?" sapa Laras.


"Hi Laras, how are you doing?" Suara Greg di seberang sana.


"I'm good," jawab Laras sekenanya. Padahal dia sedang tidak baik-baik saja.


"Great .. emh .. kau di mana sekarang? Aku sedang berada di sekitar apartemenmu, mungkin aku bisa mengajakmu makan atau jalan-jalan?"


"Aku baru saja selesai kerja, aku masih ada di restauran tempatku bekerja di West Village."


"Owh .. apa nama restaurannya?"

__ADS_1


"Boucherie."


"I know that place .. I'll be there in 20 minutes, tunggu aku."


"But, Greg .. aku ...."


Greg memutuskan sambungan telponnya. Tak memberi kesempatan Laras untuk menjawab. Gadis itu menghela nafas panjang.


"Ras, balik yuk," ajak Maya yang telah siap untuk pulang.


"Aku bentar lagi deh," sahut Laras sembari merapikan isi tasnya.


"Cieh .. ada yang mau njemput ya," goda Maya. Laras hanya terbahak.


"Ya udah aku duluan." Keduanya saling mencium pipi. Kemudian Maya melangkah pergi.


Laras kembali melirik ke arah tabloid yang masih berada di tempat yang sama. Nyeri di dadanya menyeruak kembali. Segera saja di sambarnya mantel dan tasnya lalu bergegas keluar.


Greg baru saja tiba sewaktu Laras muncul dari balik pintu depan restauran. Gadis itu melambai kepadanya. Greg membukakan pintu mobilnya untuk Laras. Gadis itu segera masuk.


"Kau pasti sudah melihat berita tentang Ben bukan?" tanya Greg. Lelaki itu mengemudikan mobilnya perlahan.


Laras tertawa kecil. "Aku tidak punya komentar untuk itu," ujarnya. Mencoba bersikap biasa-biasa saja.


"Aku harap kau baik-baik saja."


"Kau bercanda, tentu saja aku baik-baik saja."


Greg menoleh ke arah Laras sekilas. Jelas sekali gadis itu tengah menyembunyikan kegalauan hatinya.


"Aku juga berharap hubunganmu dengan Ben belum jauh."


Kali ini Laras tertawa dengan keras.


"Apa yang kau pikirkan? Tentu saja antara aku dan Ben tidak terjadi apa-apa .. ah sudahlah,


tidak usah membahas hal itu lagi."


Greg tersenyum. Melihat raut muka Laras yang nampak lelah, dia mengurungkan niatnya untuk mengajak Laras jalan-jalan. Greg memutuskan untuk mengantarkan gadis itu pulang saja.


***


Catatan penulis:


Bonjour-Selamat pagi

__ADS_1


Mademoiselle-Nona


Monsieur - Pak


__ADS_2