I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Kejutan


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


Valencia tidak langsung pulang melainkan menemui Nancy. Ia benar benar tak ada niatan untuk cepat pulang meski Ody mengatakan akan tetap menunggunya pulang untuk makan malam bersama.


"Kasihan juga lakik lo kalau dipikir pikir." gumam Nancy.


"Ish kenapa lo jadi mellow begini sih? Gue gak pernah ya paksa atau suruh dia mencintai gue sampai segininya. Dianya sendiri kok yang mau,,, ya sudah."


"Lo tuh mustinya bersyukur punya suami begitu tau. Setidaknya lo kasih lah dia waktu lo sedikit."


"Nancyyyy,,, please deh. Sejak kapan lo jadi penceramah begini? Kayak rumah tangga lo baik baik aja juga. Coba gue tanya sekarang,,, yang ngajarin gue jadi begini siapa coba??" sungut Valencia.


"Ya emang gue sih. Tapi kan gue punya alasan berbuat begitu. Laki gue gak begitu baik memperlakukan gue. Beda ma laki lo. Laki gue suka menang sendiri, beda ma laki lo."


Valencia diam, berpikir.


"Yah pokoknya kalau laki gue emang pantes deh gue giniin. Tapi kalau Ody,,,nggak banget deh Valen. Coba deh lo pikirin lagi. Siapa tau masih bisa diperbaiki lagi?"


"Nancy,,,wake up. Rumah tangga gue sedari dulu emang gak ada yang salah. Emang guenya yang setengah hati aja menjalani. Gue cuma butuh status. Gue butuh sosok yang bisa penuhi semua kebutuhan gue. Tanpa perlu melarang larang gue maunya apa. Jadi udah deh,,, jangan bahas gue sama laki gue lagi. Bosen tau."


Valencia menyeruput habis kopinya. Kemudian memainkan jarinya di layar ponselnya. Sibuk mengirim pesan pesan nakal kepada mainan mainannya. Sibuk membuat janji temu dengan mereka.


Nancy yang memperhatikan hanya geleng geleng kepala saja melihat ulah sahabatnya yang malah senyum senyum sendiri begitu. Ada rasa bersalah kepada suami sahabatnya itu setelah semua yang diajarkannya pada sahabatnya itu.


"Ah tapi masa bodohlah. Urusan mereka itu." Nancy menepis pikirannya sendiri.




"Surpriseeeeeee,,,"



Ody yang tengah memainkan sendoknya dengan lesu di meja makan menoleh kaget mendengar suara ceria yang tak asing di telinganya itu.



"Nadaaaa????"



Senyum ceria Ody tersungging seketika begitu melihat gadis kecilnya yang kini telah beranjak dewasa itu berlarian menuju ke arahnya.



"Om aku kangeeeen." Nada langsung menghambur dan memeluk sosok om yang hampir ia deskripsikan sebagai ayahnya.



"Kok gak ngabarin dulu?" sambutan hangat dari Ody dengan cara membuka tangan lebar lebar dan membiarkan Nada memeluknya erat.



"Kalau bilang duluan namanya bukan surprise dong om."



"Oh iya ya,,, benar juga. Hehehe,,," Ody merasa bodoh sendiri.


__ADS_1


"Oh ya mana tante??" Nada melepas pelukannya dan mulai mencari keberadaan Valencia.



"Mmm tante baru saja pergi. Katanya ada pekerjaan. Mungkin sebentar lagi pulang." Ody berusaha menutupi kenyataan bahwa Valencia pergi sedari pagi.



"Weekend weekend begini?? Harusnya tante kan di rumah aja sama om. Itung itung menghabiskan waktu bersama. Om kan sudah kerja senin sampai jumat, sabtu sama minggu semestinya kalian manfaatkan untuk bersama sama. Dasar tante,,, nanti kalau datang mau Nada omelin." ujar Nada.



"Jangan dong. Kasihan tante kalau kamu omelin nanti nangis minta balon kan om Ody juga yang repot." Ody mencoba melucu meski dalam hatinya ia berharap Valencia bisa memiliki pemikiran seperti Nada.



"Hmmm baunya enak nih. Om pasti masak besar ya." Nada mengendus endus.



"Kalau sudah urusana makanan emang keponakan om satu ini paling sensitif deh." Ody mencubit gemas hidung Nada yang kembang kempis itu.



"Maklum kan Nada udah lama gak makan masakan om.Lapar nih om,,," rengek Nada manja.



"Ya udah yuk kita makan saja dulu ya. Tantemu juga paling udah dapat makan di tempat kerjanya." Ody masih tetap menutupi kebenaran.



"Baiklah kalau begitu. Ini sih namanya tante Valen yang rugi gak makan masakan selezat ini. Aku yang untung banyak haha,,,"




"Ya ampun apa habis anak gadis makan sebanyak ini??" Ody keheranan karena bahkan dia yang laki laki saja tak sebanyak itu makannya.



"Tenang saja om. Lambungku tak sekecil tubuhku kok hehehe,,," Nada mulai sibuk mengunyah makanannya dengan wajah kalap karena sangat rindu masakan om Ody nya ini.



"Pelan pelan Da,,,"



"Kalap om. Enak banget soalnya." Nada terus mengunyah membuat Ody hanya geleng geleng kepala melihat ulahnya.



Ody memperhatikan gadis di depannya itu baik baik. Gadis kecil yang dibawa Valencia ke rumah mereka itu telah tumbuh menjadi gadis cantik meski tampilannya kesannya tomboy. Gadis itu juga sampai saat ini selalu menjadi pelipur laranya saat Valencia tak bisa melakukannya.



Contohnya seperti saat ini,,,saat Ody memasak untuk Valencia, bukan Valencia yang memakannya atau memuji masakannya melainkan Nada.



"*Setidaknya tuhan masih baik padaku dengan menghadirkanmu dalam hidup om, Nada*." batin Ody berkata.



"Kok malah ngelamun sih om?? Makan dong. Keburu Nada habisin lho semuanya. Nih Nada udah mau nambah lagi." seru Nada menyadarkannya.

__ADS_1



"Astaga,, jaga makanmu Nada. Kamu itu cewek. Gak lucu nanti kalau kamu jadi gendut. Siapa yang mau nanti??" Ody mencemaskan Nada akan menjadi apa nantinya kalau kalap makan begini.



"Hmmm,,, jangan salah ya om. Siapa bilang gak ada yang mau sama Nada??" Nada menggerak gerakkan jarinya untuk memamerkan cincin yang melingkar di jarinya.



Ody membulatkan matanya dengan sempurna.



"Apa ini artinya,,,, Artinya,,,"



"Iya om." Nada mengangguk mengiyakan meski Ody belum selesai bicara. Ia paham dengan isi kepala om nya itu.



"Kapan kamu akan mengenalkannya pada om dan tante?" tanya Ody dengan mata berbinar tanda ia senang mengetahui hal itu.



"Ya ini,,, makanya Nada pulang. Nada ingin memberi kejutan pada Om dan tante sekaligus padanya." seru Nada senang membayangkan Anton akan sangat terkejut dengan kejutannya ini.



"Maksudnya gimana? Om kok gak paham??"



Nada menyelesaikan makannya lalu menjelaskan semuanya pada Ody. Tentang kepergian Anton ke kota ini dan kenapa Nada memutuskan menyusulnya.



"Oh jadi begitu rupanya. So sweet banget sih ponakan om ini. Benar kamu sayang,,, gak hanya wanita yang perlu dan suka dengan kejutan. Sesekali pria pun membutuhkannya." lirih Ody kemudian.



Ia sedih membayangkan kenapa pernikahannya sama sekali tak ada manis manisnya. Tak pernah ada kejutan untuknya. Hanya ia saja yang sibuk membuat kejutan untuk Valencia. Rumah tangga ini benar benar terasa hambar bagi Ody tapi ia mencintai wanitanya itu dengan sempurna.



"Om kenapa??"



"Eh nggak kok. Om hanya kekenyangan." jawab Ody asal asalan.



"Hmmm nyindir Nada yaaa,,,,"



Detik berikutnya mereka sudah tumpang tindih saling berebut menggelitik satu sama lain di atas karpet ruangan besar itu. Hidup Ody berasa berwarna karena kehadiran Nada.



...*🌸🌸🌸🌸*...



...*bersambung*,,,,...

__ADS_1


__ADS_2