I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Penyesalan


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Author🌸


"Coba yang ini!!!"


Sekali lagi Valencia menyerahkan kartu kredit platinum yang selalu sukses dipakainya untuk bertransaksi apa pun karena limitnya yang banyak. Ia yakin kali ini kartu itu pasti berfungsi.


Sudah ada 6 kartu kredit yang disodorkannya pada staff hotel untuk membayar tagihannya selama tinggal di hotel itu namun tidak satu pun berhasil.


Kini tinggal kartu terakhirnya.


"Maaf ibu, ini juga tidak bisa dipakai. Apa ada kartu lainnya lagi?." staff hotel kembali menyerahkan kartu ke sekian dan kembali bertanya jika ada kartu lain lagi.


"Sudah tidak ada!!! Ini pasti ada yang salah dengan EDC kalian. Mesin kalian pasti yang error. Gak mungkin kartu saya. Kalian gak lihat kartu saya jenisnya platinum??? Saya bisa memakainya kalau hanya untuk biaya 2 malam tinggal di hotel murahan seperti ini!!!" ketus Valencia kesal.


"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ibu. Tapi mesin kami bisa berfungsi kok untuk tamu yang lain." petugas itu menunjuk ke counter sebelah di mana rekannya juga sedang melakukan transaksi pembayaran dari tamu lainnya.


Valencia melirik ke counter itu dengan kesal. Rasa malu mulai menggerogotinya terlebih lagi saat melihat tatapan tamu counter itu yang berhasil membayar tagihannya.


Malu yang lebih besar menyerangnya ketika antrian di belakangnya mulai tak sabar.


"Kalau gak punya uang gak usah sok nginep di hotel!!" sindir orang di belakangnya.


"Tunggu!! Saya telpon bank saya dulu." Valencia bersungut sungut dan menarik kasar kartunya dari tangan staff hotel.


"Baik ibu." staff hotel tetap sopan dan kemudian mempersilahkan antrian selanjutnya.


Valencia berjalan cepat menuju ke sofa yang ada di lobby hotel. Dikeluarkannya ponselnya dan cepat mencari tau nomer kontak banknya. Ia ingin mengajukan komplain atas tidak berfungsinya kartu kreditnya.

__ADS_1


"Gak seperti biasanya begini. Bikin malu saya saja. Coba di cek dulu itu mbak kenapa bisa begitu!!" titahnya pada bagian customer service yang menerima telponnya.


"Baik ibu, silahkan ditunggu akan saya lakukan pengecekan."


"Buruan!! Saya ditungguin nih sama kasir." Valencia tidak bisa sabar.


Butuh waktu kurang lebih 2 menit untuk customer service melakukan pengecekan kartu kredit atas nama Valencia.


"Terima kasih sudah menunggu ibu. Baik, setelah kami lakukan pengecekan, di sini kami temukan data bahwa kartu kredit ibu dengan nomer **** **** **** **** telah di non aktifkan terhitung dari hari ini, pukul 8 pagi. Begitu juga dengan kartu lainnya. Semua sudah tidak bisa digunakan."


"Apa????!!!!" Valencia langsung berdiri dengan wajah paniknya.


Ia baru menyadari sesuatu yang fatal. Ia lupa bahwa yang punya akses untuk urusan kartu kreditnya adalah Ody, suaminya. Dulu ia bebas menggunakan kartu kartu kredit tersebut tanpa harus memikirkan tagihannya. Sudah ada Ody yang membayarnya.


Lalu sekarang sumber uangnya itu telah memilih melepaskannya. Artinya Ody tidak perlu menyediakan fasilitas apa pun lagi untuknya. Termasuk kartu kredit. Tentu saja,, Ia punya hak untuk menonaktifkannya juga. Secara mereka sudah memutuskan berpisah meski baru secara lisan.


"Mampus gue!!" Valencia tepuk jidat.


Keringat dingin mendadak muncul membasahi dahinya. Entah dari mana datangnya yang jelas sudah membuatnya pucat pasi. Ia baru sadar akan akibatnya sekarang.


"Tapi masak sih Ody tega melakukannya? Secepat ini??" gumamnya sambil menyeka keringat dinginnya.


Valencia terduduk lemas. Ia baru merasakan bahwa ia telah kehilangan semuanya. Suami yang mencintainya, memenuhi semua kesenangannya. Ia juga telah kehilangan sahabat yang selalu ada sebelumnya,,, Ia kehilangan keponakan tercintanya,, Ia bahkan masih ditendang oleh brondong piarannya.


Valencia menundukkan wajah. Menatap lantai di bawahnya dengan pandangan kosong. Ia merasa buntu. Sempat ia melirik sejumlah perhiasan yang melekat di tangan dan jari jarinya. Ia menengadah dan memainkan perhiasan perhiasan itu sambil berpikir.


"Aku bisa saja memberikan ini semua untuk membayar hotel. Tapi setelah itu,, Aku mau lanjut hidup dengan modal apa? Aku butuh uang untuk hidup. Aku gak bisa kerja. Aku juga bukan lagi model terkenal yang dibanjiri job. Hobiku bermain brondong yang membuat orang malas memberiku job. Tempat tujuan juga aku gak punya."


Valencia kembali tertunduk. Ia benar benar baru menyadari semua tindakannya yang sudah menjerumuskan hidupnya sendiri ke dalam lembah kemiskinan ini.


"Kenapa penyesalan selalu datang terlambat sih??" batin Valencia.


Sementara itu,,,


Sebelumnya,,,

__ADS_1


🌸Pov Nada🌸


"Terima kasih atas bantuannya." om Ody bicara dengan seseorang di telepon yang dengan Suara ramahnya terdengar menanggapi ucapan terima kasihnya itu.


"Om yakin melakukannya?"


"Iya sayang. Bagaimana pun, om gak mau menggantung statusnya. Kalau memang pisah ya pisah. Berhenti memberikan harapan maupun nafkah padanya. Setelah ini om akan ke kantor pengadilan agama untuk mendaftarkan perceraian kami." tegas om Ody.


Aku hanya bisa tertunduk mendengarnya. Aku memang marah dan masih marah pada tante Valencia, tapi melihat semua tindakan dan keputusan yang diambil om Ody, membuatku merasa miris juga akan keadaan tante Valencia.


Aku terlalu tau bahwa tante Valencia bukan apa apa tanpa om Ody. Selama ini tante Valencia hidup di atas bayangan om Ody.


"Semoga semua ini bisa menjadi pelajaran untuknya. Semoga ke depannya ia bisa menjadi wanita yang jauh lebih baik lagi. Mendapatkan jodoh yang lebih baik dari om." om Ody menyentuh kedua bahuku membuat wajahku terangkat.


"Tidak ada lagi laki laki baik seperti om. Hanya ada om saja di dunia ini. Tante tidak akan menemukan yang seperti om lagi." lirihku.


Aku tulus mengucapkannya karena begitulah isi pikiranku saat ini. Aku berasumsi bahwa lelaki baik di dunia ini stocknya hanya satu dan itu adalah om Ody.


Om Ody tersenyum lalu membawaku ke dalam pelukannya.


"Jangan sampai kehancuran hubunganmu dengan Anton, keretakan rumah tangga om dan tante menimbulkan trauma mendalam untukmu sayang. Om ingin kamu melanjutkan hidup. Percayalah,,, di luar sana pasti masih ada lelaki baik yang hanya diciptakan untukmu."


Om,,, Tapi bagiku, sosok pria idaman itu sudah ada di depan mataku. Om,, aku punya harapan dalam hati bahwa lelaki baik dalam doa om itu itu adalah om sendiri. Bolehkah aku terus berharap begitu?


Gila,, Ini gila!!


Perasaan macam apa ini? Kenapa aku malah menambatkan harapan besar pada om Ody? Ini tidak boleh diteruskan. Ini harus dihentikan!! Ini tidak baik untuk kami.


"Om,,, Nada akan balik ke kampus hari ini." akhirnya ku putuskan untuk kembali saja ke kota tempatku biasanya menjalani hidup dengan segudang tugas kampus.


"Kamu yakin sayang? Bukannya kamu masih dalam masa liburan? Tidak ingin di sini beberapa hari lagi? Kamu janji untuk menemani om kan?"


"Maaf om,, Nada baru ingat ada tugas yang belum Nada selesaikan." tukasku cepat.


Aku tak ingin semakin lama di sini dan semua rasa ini makin menggila.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...


__ADS_2