
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku ...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Nada🌸
"Om gak apa apa?"
Om Ody melepaskan pelukannya dan tersenyum padaku. Tangannya begitu cepat menghapus airmata yang masih bisa ku lihat tersisa di sudut matanya.
"Om gak apa apa. Om cuma terharu dan senang sudah kamu doakan yang terbaik." ucapnya kemudian.
"Mmm,,, Nada siap siap dulu ya om." Aku tak ingin membuatnya makin sedih dan terlihat lemah di depanku. Aku sendiri juga takut kalau aku malah ikutan mellow.
Lebih baik cepat pergi,,,
🌸Pov Author🌸
Ody meraih ponselnya dan dengan besar harapan akan mendapat jawaban yang menyenangkan dari Valencia. Ody menekan opsi calling. Beberapa kali terdengar nada sambung, Valencia pun menjawab telponnya.
"Apa sih?? Ganggu deh!!!"
"Sayang, Happy birthday ya. Nanti pulang cepat ya sayang. Aku tunggu di rumah." meski dijawab dengan nada ketus namun Ody tetap menanggapi dengan sabar.
"Ngapain?? Aku lagi ada acara meet up sama teman teman. Kita lagi having fun bersama. Udah deh gak usah tunggu aku!!"
"Tapi sayang,,,"
"Bawelnya!! Apa lagi sih?? Udah ah gak enak sama teman teman aku."
Tut,,, Tut,,, Tut,,,
Panggilan pun diakhiri dari pihak Valencia dan hanya menyisakan Ody yang terduduk lemas menatap hampa semua isi meja yang telah begitu penuh dengan makanan, bunga dan lilin lilinnya.
Makan malam romantis sepertinya hanya akan jadi khayalannya saja malam ini.
Ody tidak mau menyerah begitu saja. Ia kembali berusaha menghubungi Valencia namun sama sekali tidak direspon oleh Valencia. Ody pun memutuskan untuk mengirim pesan saja.
"Kamu sama dia sayang?" tulisnya.
__ADS_1
Ody ingin tau tapi tak ingin dapat jawabannya. Ia takut kalau Valencia menjawab iya. Hatinya akan kembali terluka dan ia takut ia tak sanggup menanggungnya.
Tiiing,,,
Sebuah pesan masuk dari Valencia. Ody segera membuka foto yang dikirim oleh Valencia. Foto yang menampakkan Valencia bersama squadnya yang hanya perempuan perempuan saja. Ody bernapas lega melihatnya.
Namun pesan berikutnya membuatnya bersedih.
"Kalau pun bersamanya memangnya kenapa? Bukannya kamu udah gak keberatan? Kamu masih ingat kan sama ucapanmu sendiri pagi tadi? Apapun sayang,,, apa pun yang bisa membuatmu bahagia,, boleh kamu lakukan. Masih ingat kan?? Jadi gak usah tanya tanya aku sama dia atau gak. Yang penting aku bahagia kan???"
Ody mengelus dada. Menarik napas dalam dalam agar tak tersulut emosi. Bagaimana pun, ia sangat tidak ingin sampai hilang kesabaran pada Valencia. Apalagi sampai bertindak kasar.
"Tidak tidak. Tidak boleh emosi. Harus sabar. Valencia hanya kesal karena aku kesannya curiga padanya. Dia sudah membuktikan bahwa ia hanya bersama teman temannya. Tidak ada pemuda itu bersamanya. Jadi aku gak boleh buruk sangka. Dia pasti akan pulang. Bagaimana pun aku ini suaminya dan dia tidak akan melewatkan malam ini tanpaku."
Ody menghibur diri dan mensugesti dirinya sendiri dengan pikiran yang baik. Ia pun bangkit dari duduknya. Merapikan kembali apa yang ada di depan mata. Membetulkan posisi piring yang agak miring. Merapikan bunga bunga biar tetap terlihat asri. Mengganti lilin yang hampir habis dengan yang baru.
Semua itu demi menyambut permaisurinya,,,Valencia.
Sementara itu di tempat Valencia bergabung bersama teman temannya,,
Datang sekelompok pemuda yang notabene diundang oleh salah satu anggota squad Valencia. Maklum, mereka semua adalah tante tante yang doyan daun muda.
"Valen,,, ini kado dari gue buat lo. Lo suka kan??" Martha, salah satu anggota geng yang mengundang mereka mempersembahkannya pada Valencia.
"Lo udah kenal??" tanya Martha.
"Udah dong. Malam ini gue mau dia aja. Yang lainnya buat kalian aja yaaa. Have fun ladies!!! Minum sepuasnya. Makan sepuasnya. Malam ini gue yang traktir kalian semua!!!" Valencia menyombong diiringi gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai para sahabat yang diberi kebebasan olehnya.
Valencia menarik tangan Anton menjauh menuju kursi sudut yang lebih temaram. Tanpa babibu lagi ia menciumi pemuda itu dengan rakusnya. Menyentuh semua bagian kesukaannya tanpa mendapat protes apa pun dari pemiliknya. Bahkan Anton ikut mengimbanginya. Mereka saling sentuh, raba, cium dan,,,,
"Anton??!!!!"
Anton terperangah mendengar namanya disebut oleh suara yang dikenalnya.
"Tante Nancy???" matanya membulat.
"Hey,, Kalian udah kenal rupanya. Hmm jangan bilang dia juga pernah kamu pakai ya Nan,,," Tebak Valencia.
Nancy menatap berang pada Anton. Ia ingat kejadian tempo hari yang membuatnya malu karena pacar Anton memergokinya pagi pagi. Dengan kesal Nancy menarik tangan Valencia.
"Lo jauh jauh dari tuh bocah!! Bikin malu aja!!" ucap Nancy kesal.
"Kenapa emangnya? Gue gak masalah kok kalau pun lo pernah pakai dia. Kita juga biasa kan model piala bergilir. Its ok Nancy. Beneran gue gak apa apa." tukas Valencia.
__ADS_1
"Bukan masalah itu!!!" ketus Nancy.
"Apa dong??? Udah ah,,, gak usah merusak suasana malam ini ya. Malam ini pesta gue dan gue mau bebas berbuat apa aja. Lo juga,,, have fun saja ya." Valencia tidak mau mendengar penjelasan Nancy.
"Tante,, lanjut yuk." Anton mendekat dan menarik tangan Valencia.
"Duuh udah gak tahan ya sayang ya??" goda Valencia sambil menjentik hidung Anton membuat Nancy mau muntah melihatnya.
Nancy masih begitu kesal pada Anton. Seumur umur membayar brondong, baru pertama kalinya ia merasa dipermalukan begitu.
Anton menarik Valencia pergi dari tempatnya, menjauhi Nancy yang masih kesal sendiri itu. Anton tidak tau kalau keduanya berteman dan dia juga tidak mau kalau Valencia sampai tau perihal hubungannya dengan Nada seperti apa saat ini.
Anton gengsi kalau Valencia sampai tau ia dibuang oleh Nada.
Di sudut temaram Valencia menghabiskan malam bersama Anton. Minum sampai mabuk dan lupa rumah. Lupa ada hati dan jiwa yang menunggu dengan sepenuh hati. Mereka memutuskan menginap di kamar yang disediakan oleh kafe yang lengkap dengan hotel itu.
🌸Pov Nada🌸
Aku tertegun melihat pemandangan ini. Makanan yang tak tersentuh sama sekali. Lilin yang sudah hampir padam. Bunga yang mulai layu. Dan om Ody yang tertidur di meja makan dengan bertumpu pada dua tangannya yang dilipat di meja.
Ku lirik jam tanganku.
"Jam 12. Tante Valencia pasti belum pulang. Kasihan om Ody nungguin sampai ketiduran. Padahal aku sengaja pulang tengah malam biar gak ganggu mereka, eh malah tante belum pulang." batinku.
Aku berjalan pelan mendekati om Ody. Kulihat ia benar benar tertidur pulas. Ku pandangi wajah lelahnya itu baik baik.
"Dalam posisi tidur pun terlihat tampan."
Ctaakkkk,,, ku jentik kepalaku sendiri karena malah berpikir begitu. Ku sentuh bahu om Ody perlahan agar tak terlalu mengejutkannya. Aku berniat membangunkannya.
"Sayang,,, kamu sudah pulang. Akhirnya,,aku tau kamu gak akan melewatkan malam ini bersamaku. Maaf aku ketiduran. Sebentar ya aku rapikan dulu semuanya,," om Ody tanpa menoleh langsung bergerak kesana kemari seakan takut tante Valencia kecewa melihatnya tertidur.
"Om,, ini Nada."
Ucapan lirihku membuatnya menoleh lalu terduduk lemas.
"Om kira tantemu." lirihnya kemudian.
Maaf ya om,, aku bukan orang yang om harapkan.
...🌸🌸🌸🌸 ...
...bersambung,,,...
__ADS_1