I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Melepasmu


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Author🌸


Bruaakkk,,,,!!!


"Puas kamu??!!! Puas udah buat Nada jadi menghina hina aku?? Kalau kamu memang gak mau dan gak bisa maafin aku, gak usah pakai syarat syarat segala!!! Kamu cuma mau ngerjain aku kan? Cuma mau buat aku malu di depan Nada saja kan??"


Valencia membanting pintu kamarnya dan mengomel panjang lebar pada Ody yang duduk diam termenung memandang ke luar jendela.


Namun omelan itu nyatanya tidak membuatnya bergeming. Matanya masih fokus memandang sesuatu yang mungkin menarik matanya atau malah sebenarnya hanyalah pandangan kosong semata.


"Bagus!! Sekarang kamu mendiamkan aku!! Begini caramu menyelesaikan masalah?? Pria macam apa kamu ini?? Jangan kamu kira pepatah diam itu emas selalu bagus ya. Ada kalanya ucapan dan kata lebih manjur untuk menyelesaikan masalah!!!"


Valencia meradang karena Ody malah mengacuhkannya. Bahkan masih tetap saja diacuhkan.


"Kamu benar benar gak mau bicara?? Sudah bisu?" Valencia jadi kesal.


Ody masih diam. Membiarkan saja wanitanya itu mengoceh tak tentu arah. Ia diam bukan karena apa,,, ia masih punya cinta untuk wanita itu dan ia hanya berusaha menahan diri dari luapan emosi dan kekecewaannya.


Tapi kalau dipikir pikir,,, ucapan Valencia tadi memang ada benarnya. Diam tak selalu emas.


"Ody!!! Lemah!! Jangan bisanya diam saja. Kamu jangan menyalahkan aku untuk semua ini. Kamu juga punya andil besar dalam hal ini. Gara gara kamu aku begini. Dan gara gara ijinmu yang membebaskan aku mencari kesenangan kan??? Jadi kalau sudah seperti ini apa masih aku saja yang patut disalahkan???"


Ody bangkit dari duduknya. Berjalan mendekati Valencia. Makin dekat dan dekat lalu,,,


Plaaakkk!!!

__ADS_1


Sebuah tamparan keras mengenai pipi putih dan mulus milik Valencia. Valencia terkejut sekaligus meringis dibuatnya. Kerasnya tamparan itu membuatnya sedikit terhuyung ke samping.


"Aku memang memperbolehkanmu melakukan apa pun yang membuatmu senang. Apa pun!!! Termasuk menyakiti hatiku. Tapi ketika aku tau kamu gak hanya menyakiti hatiku melainkan hati Nada juga,,,Aku tidak bisa mentolerirnya lagi."


Ucap berhenti sejenak. Napasnya tersengal sengal menahan himpitan emosi dalam jiwa.


"Jadi kamu menamparku demi Nada??!!!" Valencia merasa tidak terima.


Tapi,,, Plaaaakkk!!!


Sekali lagi,,, pipi satunya pun tak luput dari tamparan Ody.


"Ody!!!!!" Valencia menahan tangis dan kesal serta sakit akibat rasa panas sekaligus tak terimanya.


"Kalau tamparan pertama tak juga membuatmu sadar, ku harap tamparan kedua bisa membuka mata hatimu. Aku menamparmu karena aku ingin kamu bangun!! Sadar Valencia!! Yang kamu lakukan ini sudah sangat salah!!"


"Aku gak tahan lagi denganmu!! Aku pergi saja!! Percuma punya suami sepertimu. Kasih anak gak bisa, tapi pandai memukul istri!!!"


Valencia tetap kesal dan beringsut pergi meninggalkan Ody yang kini diam termenung. Dalam hati Valencia tau, Ody akan menyusulnya atau mencegah kepergiannya. Lelaki itu terlalu lemah untuk bisa jauh darinya.


Valencia memasukkan satu persatu bajunya ke koper. Ia berencana pergi dari rumah itu dan membuat Ody yang akan datang kepadanya memohon dan merayu agar dirinya kembali ke sisinya.


Selesai berkemas,,, ia kembali mendekati Ody.


"Aku pergi!!! Kehadiranku di sini sudah gak ada artinya buatmu kan??!!!" ucapnya sekali lagi seolah menyadarkan Ody bahwa ia harus segera menghalangi kepergian istrinya ini.


Tapi rupanya Ody hanya diam. Tidak mencegah,,, tidak juga mengiyakan. Bahkan sampai Valencia sampai di ambang pintu kamar mereka,, Valencia masih sempat menoleh kembali,,, Ody tetap tak bersuara. Ia hanya memandang hampa kepergian Valencia.


Valencia kesal dan menyeret kakinya yang sama sekali tak dicegah oleh Ody untuk berjalan makin menjauh. Di saat seperti itu, Nada keluar dari kamarnya. Wajahnya menunjukkan keheranan melihat Valencia dan koper besarnya.


"Puas kan kamu? Senang kan? Tante terusir dari rumah tante sendiri karena penolakanmu. Karena kamu yang begitu pelit maaf. Padahal apa pun sudah tante berikan padamu. Tapi lihat dirimu,,,," Valencia menaik turunkan tangannya menunjuk Nada.


"Hanya secuil maaf pun kamu pelit sekali!!! Asal kamu tau ya,,, Antonmu itu tidak hanya menjual dirinya kepada tante sebelum sebelumnya. Tapi juga pada banyak wanita. Jadi jangan sepelit ini kepada tante. Dia itu gak sesuci itu sampai bisa membuatmu merasa gak perlu maafin tante." sinis Valencia.

__ADS_1


"Nada rasa,,, Kalau om Ody saja sudah gak melarang,,, Tante memang sepantasnya pergi dari sini." ucap Nada yang menatap sosok Ody yang hanya diam saja di kamarnya tanpa berusaha mencegah kepergian Valencia.


Valencia merengut mendengarnya. Makin merengut karena Ody juga diam saja. Membeku!!!


"Nada rasa,,, Sampai di sini pun tante masih belum juga paham kalau yang tante lakukan itu sudah sangat keterlaluan. Tante masih tidak merasa kalau tante tidak hanya menyakiti hatiku saja tapi tante sudah menyakiti om Ody juga. Hati kami berdua."


"Hahahaha,,,," Valencia tertawa keras mendengarnya.


"Apanya yang lucu?" tanya Nada.


"Lucu. Lucu saja. Kenapa kalian berdua bisa sehati dan sepemikiran begini?? Tadi si kaku itu menamparku hanya karena ia ingin aku sadar bahwa aku sudah melukaimu. Sekarang kamu juga mengingatkan aku kalau aku sudah melukai si lemah itu. Hahaha,,, Kalian cocok dan serasi sekali."


Valencia bertepuk tangan dan terus tertawa. Menertawai dua insan senasib yang sama sama merasa terluka olehnya. Nada hanya menatapnya heran. Tante Valencianya itu sama sekali tak terlihat menyesal.


"Pintu rumah ini sudah terbuka lebar kalau kamu ingin pergi sekarang. Tidak perlu berlama lama di sini. Kalau mau pergi,,, pergi saja. Jangan membuatku berbuat kasar lagi padamu."


Valencia berhenti tertawa ketika menyadari Ody sudah membuka pintu lebar lebar untuknya. Alih alih mencegah,, ini malah membuka pintu lebar. Menunjukkan jalan. Mempersilahkannya untuk segera pergi.


"Ody?? Kamu sadar dengan yang kamu katakan?? Kamu paham kan kalau aku sudah pergi, maka aku gak akan pernah kembali??" tanya Valencia.


"Mungkin ini memang sudah saatnya aku melepasmu untuk mendapatkan kebahagiaan dengan caramu sendiri. Sekarang kamu bebas mengekspresikan dirimu. Aku akan urus semua yang kamu perlukan setelah ini." ucap Ody datar.


"Tapi om,,," sela Nada yang langsung diam tak melanjutkan perkataannya begitu Ody mengangkat tangannya memberi isyarat untuknya diam.


"Tidak apa apa sayang. Tantemu sudah lama terpenjara di sini. Bersama pria lemah yang tak mampu menjadikannya seorang ibu. Biarlah dia pergi,,, doakan saja ia akan mendapat tempat berlabuh yang sejati. Yang tidak akan membuatnya berkelana kesana kemari lagi."


Baik Nada maupun Valencia terdiam. Nada bersedih hati untuk Ody,, dan Valencia tiba tiba merasa telah kehilangan sesuatu yang berharga.


Menyesalkah ia???


......................


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2