
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Valencia🌸
"Ayo Ody. Masuk. Kenapa berdiri di luar saja? Kamu tidak ingin merayakan hari ini bersamaku?" Ku buka satu persatu kancing bajuku dan sesekali ku mainkan mata nakalku.
Memangnya,,, Siapa yang bisa menolak pesonaku? Termasuk lelaki lemah di depanku ini. Ia pasti akan mendatangiku. Menyentuhku dan larut dalam buaianku.
Tak apalah sekali ini aku menyerah padanya. Yang penting untuk ke depannya aku tak perlu lagi jual diri sana sini. Dipikir enak apa?? Kalau pas apes dapat pelanggan dengan kelainan se*sual,, aku bisa dihajar dan dipukuli bahkan dicambuki. Konon melihat lawannya terluka parah akan membuat naf*su mereka meningkat.
Yang jelas dengan Ody menerimaku lagi seperti ini, hidupku akan kembali terjamin. Aku cukup harus bermain lebih rapi saja. Aku tidak perlu merasa dikejar kejar rentenir atau ibu kost yang bukan main bawelnya kalau sudah menagih uang kost itu. Memalukan saja tiap bulan harus dibentak olehnya di depan para anak kost lainnya.
Dia tidak tau apa aku ini punya kebutuhan banyak? Dia tau tidak berapa harga bedak dan skincare ku?? Mana bisa aku bayar semuanya bersamaan hanya dengan mengandalkan job yang kadang dapat kadang nggak.
Intinya aku lelah hidup susah di luar sana. Mending aku buang harga diri dan gengsiku di depan si lemah ini. Tak apalah,,, yang penting tidak ada Nada bersama kami. Nada hanya akan menatapku dengan pandangan tidak sukanya dan gadis itu hanya akan menghambatku saja.
Tunggu,,, Sebelum membahas tentangku lebih jauh lagi,,, coba perhatikan lelaki di depanku ini. Kenapa dia tidak menatapku yang sudah hampir setengah telan*jang dada ini? Kenapa lelaki lemah di depanku ini seperti tak tergoda? Apa yang tengah dipikirkannya?
"Tunggu sayang. Sebelum kita melakukannya, ada yang harus kulakukan." tolaknya halus sambil menghentikan tanganku yang terus membuka kancing.
"Ada apa lagi?" tanyaku heran sekaligus kesal.
__ADS_1
"Aku harus mencabut berkas perceraian kita dulu. Meski kita belum resmi bercerai, tapi aku tidak ingin kita melakukannya saat hubungan kita dalam status yang menggantung. biarkan aku menyelesaikannya dulu ya."
Ah,, alibi saja!!! Ody pasti sedang memikirkan sesuatu yang tidak boleh ku tau. Tapi apa pun itu, aku tak akan biarkan ia berlarut larut atau punya waktu untuk itu.
Ku raih dengan cepat wajahnya. Kudaratkan sebuah kecupan mesra di bibirnya yang kaku itu. Ia tak membalas ******anku,,, sialan!!!
"Apa yang sedang kamu pikirkan sebenarnya?? Kalau kamu memang belum bisa benar benar menerimaku,,, bilang saja!! Tidak usah membuatku melakukan hal yang sia sia begini." aku pura pura marah saja lah.
Biasanya si lemah akan takut kalau aku begini. Bertahun tahun hidup bersamanya tidak membuatku terlalu bodoh untuk tau tindak tanduknya. Ody mencintaiku,,, sepenuh hati dan itu membuatnya selalu kalah di depanku. Itu adalah kelemahan yang harus selalu kujadikan senjata untuk memenangkan kuasa atas dirinya.
"Bukan begitu sayang. Maaf tapi aku benar benar tidak bisa."
Sekali lagi ia menolakku. Aku kesal tentu saja. Aku sudah jual, dia tidak beli. Aku sudah obral murah, dia malah makin tak menyerah. Sial kan??
"Ok. Aku mengerti. Aku menghargai keputusanmu. Mungkin kamu masih merasa jijik padaku yang kotor ini." lirihku sambil meneteskan airmata palsuku
Aku katakan itu semata mata hanya ingin membuatnya merasa bersalah karena telah membuatku tersinggung.
"Sayang tolong,,, Tolong jangan punya pikiran seperti itu. Aku sudah katakan bahwa aku menerimamu tanpa mengingat apa pun yang sudah terjadi. Kamu adalah lembaran putih kosong yang siap ku warnai dengan indah. Jadi jangan pernah merasa dirimu kotor."
Ody menghapus airmata palsuku membuatku tertawa dalam hati. Aku memang the best. Selalu bisa memainkan peranku dengan baik.
"Jangan bicara begitu lagi ya." ucapnya lagi.
Aku mengangguk. Merelakan ia mengecup keningku dengan lembut seperti yang selalu ia lakukan padaku. Aku bukan tidak peka atau tidak tau bahwa dia memang sangat mencintaiku dari awal kebersamaan kami. Justru karena aku tau itulah aku mau menikah dengannya. Aku yakin dia akan menjadikanku ratu.
Tapi itu bukan berarti dunia yang kugemari berakhir. Aku tetap inginkan kebebasan. Aku tak ingin terkukung olehnya. Aku juga tak ingin melahirkan seorang anak.
__ADS_1
Eh bicara soal anak,,, aku sudah punya rencana besar untuknya. Tapi nanti saja ya dibahas. Masih terlalu awal. Biarkan saja dia terkesan dengan apa yang akan ku lakukan nantinya. Pelan pelan saja. Sekarang yang terpenting adalah mengamankan posisiku di rumah ini.
Kalau di hatinya,,, gak usah diragukan lagi. aku adalah satu satunya yang ada. Tidak ada yang lainnya. Aku yakin akan hal itu karena aku tau aku adalah cinta pertamanya. Ody hanya pernah memacari satu gadis yaitu aku. Menikah pun hanya denganku. Bahkan berset*buh pun juga hanya akan denganku saja.
Tidak seperti aku yang menganut kebiasaan one night stand hahaha,,,
"Aku pergi dulu ya sayang. Kamu di rumah saja. Istirahatlah dulu. Kamu pasti lelah setelah sekian lama hidup keras di luar." ucapnya kemudian.
See,,, Dia begitu menyayangiku bukan? Check list,,, posisiku sudah aman.
"Iya sayang." akhirnya aku membuang gengsiku jauh jauh dan menyebutnya dengan kata sayang.
Itu adalah hal yang sangat diinginkannya. Dia akan sangat bahagia dan lengah karenanya. Dia akan menyangka bahwa aku datang dengan perubahan. Dia akan makin menyayangiku dan mengistimewakanku. Semakin tak ada celah untuk wanita lain masuk.
"Bye,,," Ody melangkah keluar meninggalkanku.
What?? Hanya kata bye dengan ekspresi datar saja?? Dia tidak berterima kasih telah ku panggil sayang??? Apa dia tidak dengar?? Mana mungkin sih,,, ini di luar ekspektasiku!!!
Ku kira ia akan berbinar binar dan memelukku serta mengucapkan terima kasih bertubi tubi karena aku telah memberikan keinginannya selama ini. Tapi ini,,,???
Mau kemana sih dia sebenarnya?? Ini belum tengah hari yang artinya ia belum harus ke tempat kerjanya. Tapi kenapa sepertinya ia tidak betah berada di rumah?? Padahal dengan kedatangan dan keberadaanku di rumah ini,,, dengan kembalinya aku padanya,, dia akan mengabaikan segala urusannya di luar.
Dia aneh,,,
Tapi bodo amatlah. Mau dia kemana saja, yang jelas aku sekarang aman dan bisa hidup enak lagi dibawah naungannya. Jangan mikir yang lain lain lagi. Cukup fokus membuatnya makin tak bisa kutinggalkan lagi.
Menang,,, aku selalu menang!!!
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung,,,...