
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Ody🌸
"Nomer yang anda tuju, sedang berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi."
Ku lempar ponselku dengan kasar ketika lagi lagi hanya suara operator provider yang ku dengar. Aku ingin dengar suara Nada,,, Nada!! Bukan operator!!
Nada juga,,, Di mana sih dia? Gak biasanya susah dihubungi begini. Dia gak tau apa kalau aku mencemaskannya?? Aku khawatir dengan keadaannya. Setelah ku temukan darah dan rambut panjang di ranjang dan selimutku itu benar benar cemas dengan keadaannya.
Apa dia masih sibuk dengan kuliahnya? Tapi masak sih dia langsung pulang ke kotanya? Jam berapa?? Apa aku yang kesiangan bangun? Tapi kalau pun begitu, gadis kecilku itu pasti tau dia harus berpamitan walau hanya dengan meninggalkan secarik kertas yang ditempel di kulkas. Selama ini begitu caraku mendidiknya.
Hari sudah menjelang sore saat sekali lagi aku mencoba menghubunginya namun tetap tak tersambung. Lagi lagi hanya suara operator. Pesan yang ku kirim via aplikasi chatting berwarna hijau itu juga hanya menunjukkan centang satu yang artinya pesanku bahkan tidak diterimanya.
Kemana sebenarnya dia?
Seharian ini pikiranku kacau. Aku gak konsentrasi kerja. Tubuhku saja ada di kantor namun pikiran dan jiwaku melayang layang mencari keberadaan Nada. Aku sungguh tidak bisa tenang karenanya.
Ah,,, Apa yang harus ku lakukan sekarang? Haruskah ku cari ia ke kota tempatnya menimba ilmu? Tapi itu artinya aku gak bisa langsung pulang. Perjalanan ke sana lumayan memakan waktu dan aku tidak mungkin tidak menginap.
Tapi,,, Kalau aku gak pulang, Valencia pasti sudah menunggu di rumah dan bukankah akan sangat menyakiti hatinya kalau aku malah memilih tidak pulang? Dia akan berpikir aku sengaja menghindarinya. Dia akan berpikir yang tidak tidak lagi.
Dan sekali lagi,,, kalau aku pulang dulu, aku tidak akan bisa keluar rumah lagi. Mau bilang apa aku pada Valencia? Jujur bilang mencari Nada? Itu akan membuatnya kecewa.
Tidak,,,!! Aku tak mau membuatnya merasa tidak nyaman denganku. Tapi,,,, aku sendiri juga sedang tak nyaman dengan menghilangnya Nada.
Ah,,, Betapa egois dan Plin plannya aku ini!!! Keduanya ku inginkan. Keduanya kuharapkan tapi aku juga tak mau menyakiti keduanya. Yang satu wanita tercintaku dan satunya gadis kecilku yang juga sangat kucintai,,,
Keduanya sama sama berharga bagiku,,, setidaknya begitu yang kurasakan saat ini. Keduanya memiliki tempat spesial di hatiku. Tidak sama posisi namun sama sama berarti.
Lamunanku buyar oleh suara dering ponsel. Lihatlah,,, Valencia sudah menelponku. Aku sempat menyimpan nomer barunya setelah klien tua memberikannya padaku. Jadi aku sudah tau siapa yang menelpon.
__ADS_1
"Kamu pulang awal kan sayang? Aku pingin kamu masakin."
"Ya. Baik. Aku segera pulang."
Jawaban yang datar dan langsung ku matikan. Seharusnya ada ekspresi senang berlebihan yang kurasakan kala mendengarnya memanggilku sayang lagi. Hari ini sudah 2 kali ia memanggilku sayang. Suatu kemajuan pesat dalam hubungan kami berdua bukan?
Kali ini ia juga ingin mencicipi masakanku. Sepertinya ia benar benar menyesali semuanya dan belajar dari awal lagi bagaimana caranya menghargai dan menganggapku ada.
Tapi kenapa aku hanya menjawab datar?
Aku bahkan tidak senang. Aku merasa terpaksa. Tidak seperti saat aku memasak untuk putri kecilku itu. Putri kecil yang selalu dengan tulus memujiku.
Tuh kan,,, Lagi lagi bayangan Nada mengusikku. Sejak kapan gadis itu begitu membelenggu pikiran dan konsentrasiku??? Sudahlah,,, akan ku hubungi lagi dia nanti. Sekarang pulang dulu. Istriku yang baru kembali sudah menunggu.
Jalanan pulang menuju ke rumahku terasa jauh sore ini. Mungkin karena aku mengemudi setengah hati. Mataku menatap ke depan tapi pandanganku kosong. Bukan,,, bukan kosong melainkan hanya ada wajah Nada.
Kenapa aku merasa ada ikatan batin yang kuat antara kami berdua? Sejak kapan rasa aneh ini tumbuh? Aku memang yang merawatnya sejak kecil, tapi bukan rasa seperti ini yang selama ini ku rasakan.
Tidak ku pungkiri,,, dua bulan sejak perginya Valencia, gadis itulah yang lebih banyak mengisi hari hariku dengan canda tawanya. Meski aku juga sebenarnya tau ia melakukannya demi bisa menghiburku, membuatku merelakan Valencia (meski gagal),,, Dan kini,,, sehari tanpanya duniaku terasa hampa.
Aku yang sudah terbiasa dengan keberadaannya mulai merasa rindu,,, kehilangan,,,
Valencia muncul dari balik pintu dengan senyum merekahnya. Bibirnya sengaja dipoles dengan lipstik glossy yang tampak berkilat terkena cahaya lampu. Rambutnya juga masih basah. Sepertinya ia baru selesai mandi. Gaun pendek dengan tali spaghetti kecil sebagai pengaman agar tak lolos dari tubuhnya terlihat menunjukkan lekuk tubuhnya.
Apa aku tergoda?
Jawabannya tidak. Bagaimana ini? Ada apa sebenarnya denganku? Kenapa aku malah mati rasa begini? Bukankah semalam aku masih menjadikannya obyek fantasiku,,, kenapa justru saat ia sudah tampil menggoda begini aku malah bak lelaki lemah syah*wat.
"Sayang." Valencia mengalungkan tangannya ke leherku membuatku risih diperlakukan begitu olehnya.
Tapi mau menolak pun aku takut ia merasa kecewa.
"Jadi kan masak buat aku?" tanyanya dengan suara manja menggoda tapi hatiku muak mendengarnya.
Seperti inikah ia saat bersama para hidung belang itu???
"Mmm sayang,,, aku,,," aku bingung harus bicara apa.
__ADS_1
"Kenapa sayang? Kamu capek? Gak apa apa kok kalau capek. Langsung ke kamar saja dulu yuk. Aku pijitin." bisiknya.
Seketika buluku meremang ketika napasnya begitu dekat dengan telingaku. Bukan aku menginginkannya,, tapi entah kenapa aku jadi semakin risih. Makin kesini kenapa aku makin merasa tak lebih hanya seperti om om yang membayarnya itu??
Ody,,, kamu ini kenapa sebenarnya????? Sudah di depan mata, kamu gak selera. Dia tidak ada, kamu yang mengada ada.
"Apa aku boleh langsung tidur saja sayang? Aku capek banget. Tidak usah dipijit. Aku hanya ingin mandi dan langsung tidur." ku ucapkan kalimat yang membuat kening Valencia berkerut.
Ia pasti berpikir keras.
"Baiklah kalau begitu. Aku siapkan dulu keperluan mandimu." ucapnya kemudian setelah wajahnya sempat berubah.
"Mmm terima kasih sayang, tapi tidak usah. Aku bisa menyiapkannya sendiri. Lebih baik kamu pesan makanan saja ya buat kamu sendiri. Kamu pasti lapar kan? Mmm,,, ini uangnya."
Kuletakkan 3 lembar uang ratusan di meja. Pasti cukup untuknya makan malam ini. Segera kutinggalkan ia yang berdiri mematung. Aku langsung naik ke kamarku.
"*Sayang,,, jangan pesan makanan. Itu gak sehat. Biar om saja yang masak buat kamu. Nada mau makan apa*?"
*Nada,, Om masih ingat tiap kali kamu ingin pesan makanan, om selalu melarangmu. Walau om lelah, capek,,, tapi om akan mengabaikannya demi bisa memberikan makanan terbaik untukmu,,, Tapi kini,,, kenapa begitu berat melakukan hal yang sama untuk tantemu*???
Ku guyur tubuhku dengan air dingin dengan harapan aku bisa sejenak saja berhenti memikirkan Nada.
*Ada Valencia mikirin Nada,,, Ada Nada, ingat Valencia saja. Mauku ini apa sebenarnya*??
...*🌸🌸🌸🌸*...
__ADS_1
...*bersambung*,,,,...