I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Sisakan Satu Untukku


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


"Maksud kamu apa??"


Valencia tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh suaminya itu. Kenapa malah menanyakan apakah misinya mendapatkan anak itu berhasil atau tidak?


"Memangnya dia mau apa??" Valencia yang putus asa tidak bisa menebak arah bicara suaminya itu akhirnya memilih menanyakannya saja.


"Kamu bilang kamu melakukannya demi membuktikan bahwa kamu wanita normal kan sayang?? Makanya aku tanya,,, Apa kamu sudah berhasil?" Ody masih tetap sabar seperti biasanya meski jangan ditanya dalam hatinya ia hancur.


Luluh lantak rasanya,,, Tidak tersisa lagi. Hancur sehancur hancurnya,, bahkan mungkin jiwanya telah binasa.


Valencia menggeleng perlahan.


"Lalu apa kamu masih mau pembuktian semacam itu lagi? Masih inginkah kamu melakukannya lagi? Apakah setelah hari ini, setelah kejadian ini, setelah pembahasan ini,, kamu akan tetap melanjutkan hubungan kalian?"


Sekuat hati Ody menyelesaikan kalimatnya dan berharap jawaban Valencia adalah "Tidak". Namun rupanya Ody harus menelan mentah mentah keinginannya sendiri itu.


"Jangan usik dia!! Dia tidak tau menahu urusan rumah tangga kita." ketus Valencia.


"Jawab aku sayang. Apa kamu masih akan melanjutkannya?" pinta Ody pasrah dengan apa pun jawaban Valencia.


"Ya."


Singkat, padat dan jelas. Jelas jelas menusuk hati Ody. Wanita tercintanya kini sudah jelas jelas membagi apa yang seharusnya hanya menjadi miliknya.


"Kamu mencintainya?"


"Oh please. Jangan bahas bahas cinta. Aku hanya menikmati permainannya. Sesuatu yang sudah lama tidak ku dapatkan darimu. Itu saja!!" Valencia mulai kesal.


"Bukan aku tidak mau memberikannya. Bukan aku tidak mau melakukannya. Kamu yang selalu menolakku sayang." Ody mengingatkan.

__ADS_1


"Kamu tau bukan itu maksudku. Kamu tau apa pointku!!"


"Aku juga selalu mengajakmu untuk berobat. Pindah dokter. Tapi kamu juga selalu menolaknya sayang."


"Oh jadi ini maksudnya semua kesalahan ada padaku?? Kamu tau kan apa alasan dari penolakanku itu? Aku merasa semua percuma dilakukan. Tidak akan mengubah apa pun. Dan itu adalah kenyataan yang harus kamu terima." tegas Valencia.


Ody menggeleng. Kepalanya mulai pusing mengingat bukan ini tujuannya pulang tadi. Bukan untuk pertengkaran seperti ini.


Dering ponsel di sakunya memecah keheningan yang sejenak tercipta di antara keduanya. Ody melihat siapa yang menelponnya dan itu adalah sekretarisnya. Sungguh panggilan yang sangat tidak tepat saat ini. Namun sejenak kemudian Ody ingat, dia ada meeting dan itu tinggal setengah jam lagi.


"Baiklah. Jawab pertanyaanku sayang." ucapnya kemudian seolah ingin menyudahi semuanya.


"Apa???" sahut Valencia ketus.


"Apa kamu bahagia melakukannya??"


"Sangat bahagia." tegas Valencia.


"Kalau dengan aku membiarkanmu tetap melakukannya, Apa kamu tidak akan meninggalkanku? Apa rumah tangga kita akan tetap utuh? Apa aku tetap bisa menyandang status sebagai suamimu?"


Mata Ody tampak berkaca kaca saat mengatakannya. Berbeda dengan Valencia yang mengerutkan dahinya mendengarnya.


Valencia terdiam mematung. Ia tak habis pikir dengan apa isi kepala suaminya itu.


"Jawab sayang. Aku butuh kepastian darimu. Aku akan bersabar menunggumu mendapatkan pembuktian atas kemampuanmu menjadi seorang ibu jika memang itu membuatmu puas. Aku akan menerima anak yang nantinya bisa tumbuh dalam rahimmu tak peduli jika itu anak laki laki lain. Aku akan menjadi papanya. Papa yang baik. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan siapa ayah biologisnya."


Mata Valencia membelalak mendengarnya. Ia rasa saat ini suaminya itu sudah tidak waras. Matanya makin membulat saat suaminya itu makin mendekatinya. Terlebih saat suaminya itu dengan lembut membelai puncak kepalanya. Membenarkan untaian untaian rambut yang turun menutupi wajahnya.


"Semua itu akan kulakukan asal kamu bahagia. Asal kamu tidak meninggalkanku. Asal kamu tetap jadi istriku. Demi kebahagiaanmu,,, aku rela mengorbankan hati dan perasaanku." Ody mengusap lembut pipi Valencia.


Jujur,,, Ia begitu merindukan istrinya itu. Entah kapan terakhir kali mereka melakukan sentuhan fisik seperti ini. Entah kapan terakhir kalinya Valencia tidak menolaknya seperti ini.


Ody sudah lupa saking lamanya.


"Kamu mau kan tetap jadi istriku?"


Pertanyaan lirih Ody itu menyihir Valencia. Ia bagai kerbau dicocok hidung yang hanya pasrah dan menurut saja kepada tuannya. Valencia mengangguk dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Kenapa?? Kenapa dia melakukan semua hal gila ini??"


"Terima kasih sayang. Tapi kalau aku boleh meminta,,,Tolong jangan sampai Nada tau semua ini. Jangan melakukannya di rumah ini. Kamu boleh dan bisa melakukannya di luar sana tapi pandai pandailah menjaga diri. Jangan sampai terlihat oleh orang orang yang mengenal kita berdua. Aku tidak pernah ingin mereka dan terutama Nada, punya pikiran buruk tentangmu. Aku selalu ingin Nada menghargaimu."


Tangan Ody tergerak untuk meraih dagu Valencia. Mendekatkan bibirnya pada bibir yang sangat dirinduinya selama ini. Valencia yang kali ini tak menolak, menutup matanya dan membuka bibirnya sedikit. Siap menyambut kehangatan dari pria sahnya.


Namun kemudian Ody menarik diri.


"Bayangan lelaki itu begitu melekat dalam benakku. Aku bisa membayangkan kedekatannya dengan istriku." Ody merasa tidak bisa melakukannya mengingat istrinya sudah melakukannya dengan lelaki lain.


Ody mundur selangkah. Memandangi Valencia yang masih menutup kedua matanya. Selangkah lagi,,,Ody makin menjauh hingga akhirnya ia meninggalkan Valencia yang kebingungan dengan ulahnya kali ini.


"Dasar lemah. Apa sih maunya???" gerutu Valencia yang dianggurin Ody.


"Masa bodoh lah. Yang penting dia gak akan menghalangiku lagi mencari kesenangan. Nada juga sebenarnya sudah tau sih tapi anak itu akan diam dan tidak mencampuri urusanku." batin Valencia yang kemudian masuk ke kamarnya dengan senyum mengembang.


🌸POV Nada🌸


Ku bekap mulutku yang hampir bersuara mendengar obrolan om Ody dan tante Valencia. Aku mampu menahan agar aku tak bersuara namun aku gak bisa menahan derasnya airmataku yang meluncur bebas ini. Aku yang bersembunyi di balik ruangan ini menangis.


Aku menangisi om Ody,,,


Aku menangisi keputusannya membiarkan tante Valencia bergelut dengan kesenangannya sendiri sementara om Ody harus menahan perihnya dikhianati istri sendiri secara terang terangan.


Aku menangisi om Ody yang disela sela rasa sakitnya itu masih mampu memikirkan bagaimana perasaanku jika sampai tau perbuatan tante Valencia. Padahal aku memang sudah tau karena tanteku sendiri tidak merasa harus menjaga perasaanku.


Tapi om Ody memikirkan perasaanku!!


Aku menangisimu om Ody,,, kenapa kamu begitu baik?? Kenapa kamu begitu mencintai tanteku yang sudah sangat melukaimu? Haruskah aku meminta maaf mewakili tanteku jika itu bisa mengurangi sakitmu??


Om Ody,,, Terbuat dari apa hatimu itu??


Saat tante Valencia sendiri tidak peduli dengan harga dirinya, tapi kamu masih ingin melindunginya dari ucapan dan pandangan buruk orang orang dan dariku,,,


Tuhan,,, Sisakan satu saja yang seperti om Ody untukku. Aku janji akan sangat memcintainya dengan sepenuh hati,,,Adakah yang seperti om Ody lagi Tuhan???


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2