I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Om Keluar!!


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Valencia 🌸


Baiklah Ody,,, sudah cukup aku bersabar menghadapimu. Sikap menghindarmu sudah membuatku muak. Seminggu ini kamu mengacuhkanku bahkan menolakku. Malam ini tidak akan lagi,,, Kamu akan bertekuk lutut padaku setelah malam ini!!


Ku aduk minuman yang sudah kubumbui dengan obat perang*sang yang kudapatkan dari Johan, dokterku sekaligus pacar gelapku itu. Aku yakin malam ini Ody tak akan bisa menolakku lagi.


Bahkan kamu yang akan memintaku melakukannya untukmu,,,


Ku bawa minuman itu ke ruang tengah yang kini ada Ody dan mama duduk menonton televisi. Tak lupa juga kusuguhkan beberapa kue yang ku pesan dari temanku, tapi tentu saja kukatakan bahwa ini buatanku.


"Ma,, Sayang,,, ini ada kue buatanku dan minumannya." ujarku begitu kaki ini makin mendekati mereka.


"Wah,, sejak kapan kamu jago buat kue Valen?" tanya mama, entah benar benar terkejut dengan bakatku atau sedang menyindirku saja.


Aku tak peduli. Wanita itu tidak usah diambil pusing keberadaannya. Tugasku hanya membuat ody berpikir aku adalah menantu yang sangat memperhatikan mertuanya. Itu saja,,,


"Coba dulu ya ma. Nanti kalau mama suka, akan Valen buatkan setiap hari." ku ambilkan sepotong lalu kusuapkan pada mama.


Mama mertua membuka mulutnya lalu mengunyah pelan seolah tengah meresapi dan mengoreksi rasa kue itu sebelum ia benar benar akan menjadi juri penilai.


Awas saja kamu kalau sampai komentar mama buruk terhadap kue buatanmu ini,,, batinku untuk temanku si pembuat kue asli.


"Gimana ma??"


"Mmmmm,,, Mmmpphh,,, Ody, kamu musti dan wajib cobain kue buatan istrimu ini. Enak bangettt." seru mama membuatku merasa makin aman.


"Aku ambilin ya." aku menawarkan diri, tapi seperti biasa,,,


"Aku bisa ambil sendiri. Kamu bantu mama saja." penolakan kesekian kalinya dari Ody.


Gak apa apa Ody,,, yang jelas makan saja kue itu lalu minum minumannya. Selanjutnya,,, biar kita lanjutkan di kamar.


"Baiklah." jawabku lengkap dengan senyuman.


Mataku memastikan lelaki yang berubah sikap itu benar benar memakan kue itu. Dan aku puas karena ia benar benar memakannya bahkan terlihat menyukai rasanya. Kue yang cenderung menimbulkan rasa haus setelah memakannya itu akan membuatnya menyentuh minuman yang sudah ku siapkan.

__ADS_1


"Enak?" tanyaku ketika melihatnya mengambil potongan kedua.


"Hmm,,, Lumayan." jawabnya ogah ogahan tapi lidahnya tetap menikmati kue itu.


Gengsi saja terus untuk memujiku. Karena aku gak butuh pujianmu dalam hal ini. Aku hanya ingin kamu menyentuhku malam ini. Agar drama kehamilanku bisa segera kumulai. Dan selanjutnya posisiku makin aman sebagai satu satunya nyonya rumah ini.


Dengan begitu,, aku akan dengan mudah menyingkirkan siapa pun yang sudah mencuri hatimu saat ini, Ody. Kamu pikir aku gak tau kalau kamu tengah memikirkan wanita lain?? Siapa pun dia, akan kusingkirkan dengan kehamilanku nantinya. Lihat saja!!


Ody beranjak dari duduknya membuatku heran mau kemana dia.


"Sayang,, Mau kemana?"


"Ambil minum." sahutnya pendek.


"Kan sudah aku buatkan teh herbal. Minum itu saja." rayuku.


"Tidak. Aku takut nanti obat dari doktermu jadi hilang pengaruhnya kalau disertai dengan minuman herbal." tolaknya yang sukses membuatku memutar otak lagi.


"Ody benar Valen. Jangan dicampur campur. Kalau masih konsumsi obat dokter, sebaiknya jangan dulu dicampur dengan herbal." mama menimpali.


Nenek tua ini tau apa?? Gak usah sok bijak deh!! Kamu akan membuat rencanaku gagal lagi malam ini??


"Aku ambilkan." segera aku berdiri dan menahan langkah Ody.


"Air putih saja kan? Biar aku yang ambilkan. Kamu duduk aja sayang. Biar istri melakukan tugasnya melayani suami."


Aku berjalan ke dapur yang untungnya berada di belakang mereka. Jadi aku masih bisa menaburkan serbuk obat yang sama ke dalam air putih itu. Untungnya Johan memberiku obat yang larut sempurna dalam air apa pun dan tak akan meninggalkan rasa.


"Ini sayang." ku ulurkan segelas air putih non murni itu.


Ody menerimanya tanpa mengecek atau mencium baunya. Ia bahkan meneguk habis.


"Terima kasih." ucapnya sambil menyeka mulut yang terkena basahan air dan menyerahkan kembali gelas itu padaku.


"Sama sama sayang. Oh ya, aku merasa lelah. Boleh aku istirahat lebih awal malam ini?" tanyaku.


"Silahkan." jawabnya hanya dengan menolehku sejenak lalu matany kembali ke layar televisi.


Kepalanya menghindar ketika aku ingin mengecup pipinya. Posisi mama yang kebetulan fokus pada televisi, membuatnya merasa aman melakukannya.


Tidak apa apa Ody. Cuekin saja aku terus sekarang. Tapi sebentar lagi,,, kamu akan merasa gerah tanpaku. Kamu akan membutuhkanku. Jadi,,, Ku tunggu kamu di kamar kita. Kamu yang akan datang dan mencariku lalu memohon kepadaku agar mau menyerahkan diriku.


"Ma,,, Valen ke kamar dulu." tak lupa sebagai menantu yang baik, tentunya juga tidak mengabaikan mertuanya bukan??

__ADS_1


"Iya Valen. Selamat beristirahat." sahut mama dengan senyumannya lalu kembali menatap layar televisi.


Aku pergi, ke kamar. Menunggu yang akan datang memohon mohon padaku.


🌸Pov Ody🌸


"Ma,, apa Ac nya mati?" tanyaku.


"Nggak kok. Tuh hidup." tangan mama menunjuk Ac yang memang hidup.


Kenapa aku merasa gerah ya. Aku juga tiba tiba merasa menginginkan pelampiasan. Nafasku memburu. Aku gelisah. Ada rasa rasa aneh dalam tubuhku.


Sebaiknya aku mandi. Siapa tau gerah ini akan hilang.


Pintu kamar tidak dikunci oleh Valencia membuatku mudah untuk langsung masuk. Ku lihat ia sudah tertidur lelap di balik selimutnya. Membuatku merasa lebih baik karena tak perlu berbasa basi dengannya lagi.


Aku segera masuk kamar mandi. Menyegarkan tubuh ini dan membebaskannya dari gerah yang melanda. Namun anehnya, rasa itu makin kuat. Aku makin gelisah. Aku mulai berfantasi.


Kuputuskan keluar saja dari kamar mandi.


Ah Valencia,, kenapa tiba tiba posisi tidurmu berubah? Mana selimutmu? Kenapa menunjukkan paha dan punggung mulusmu? Kenapa lingerie backless itu yang kamu kenakan malam ini?


Desakan rasa ini rasanya membuatku mulai tak waras. Aku mendekatinya. Menyentuh wajahnya yang membelakangiku. Mengusap punggung dan turun ke pahanya.


Sial!! Aku menginginkannya,,, Kendalikan Ody!! Kendalikan dirimu!!


Aku beringsut saat tiba tiba tubuh Valencia berbalik. Kini baju tidur tipisnya menunjukkan sesuatu yang mencuat di dadanya. Terlihat sangat tinggi dan kenyal. Meski dalam posisi tidur lelap seperti itu, kenapa ia terlihat sangat menantangku?


Tahan Ody,,,!! Jangan kalah!!


"Sayang. Kamu sudah masuk kamar rupanya. Sini tidur. Sudah malam. Besok kamu harus kerja pagi kan?"


Tangan Valencia menahanku yang hendak pergi. Suara lembutnya dan senyumannya menggodaku lagi. Tapi kali ini mata ini mulai rusak kurasa. Bukan Valencia lagi yang kulihat di depan mataku.


"Mau ini?? Sentuh saja. Ini kan milikmu."


Aku tak tahan lagi. Hati dan jiwa ini sudah sangat merinduinya. Sadar tak sadar aku akan melakukannya. Perkara nanti setelahnya, akan ku bicarakan padanya.


Ku ikuti saja naluri kelelakianku ini. Aku menindihnya, mengguncang tubuhnya setiap kali kuhujamkan dalam dalam milikku yang berharga. Ia begitu nikmat. Suara suara kenikmatan keluar dari bibirnya membuatku makin tak mampu menahan lagi.


"Nadaaa,,, Miss you sayang. Om keluar!!!"


Kulepaskan semua rasa rindu dan cintaku padanya.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...


__ADS_2