
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku ...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Nada🌸
"Kalian saling kenal?"
Pertanyaan om Ody auto ku jawab dengan senyuman sinis dan tatapan jijik pada tante girang bernama Nancy itu.
"Sayang??" om Ody sepertinya melihat sorot kebencian di mataku karenanya ia kembali menegurku seolah menegaskan ia butuh jawaban dari pertanyaannya tadi.
Tapi belum ku jawab, si girang Nancy sudah bertanya terlebih dulu.
"Jadi dia keponakanmu Ody?"
"Ia." sahut om Ody singkat dan tetap mengandung banyak tanya.
"Valen tau siapa pacar keponakannya??" tanya si girang lagi.
Ya jelas tau lah,,, Kami ini bukan hanya masih pacaran melainkan pernah sampai bertunangan dan seharusnya dalam beberapa minggu ke depan kami akan menikah,,, Tapi gara gara kamu semua mimpi itu harus kandas!!!
Aku menggerutu dalam hati masih dengan tatapan sinisku yang rasanya tak ada habisnya untuk si girang.
"Ya tau juga. Kan mereka sudah bertunangan dan sudah dapat persetujuanku dan Valencia juga. Sebentar lagi mereka akan menikah. Bukan begitu sayang?" om Ody merangkul bahuku menginginkan aku menjawab iya.
Tapi aku masih tak bergeming. Kebencianku tak berkurang sama sekali pada perempuan lebih tua dariku itu.
"Menikah?? Valen juga setuju???" si girang tampak shock dan aku senang membuatnya merasakan hal itu.
Rasakan!! Sudah sepantasnya begitu!!!
"Iya Nancy." om Ody yang belum tau apa apa itu tetap menegaskan akan sebuah kebenaran tentang hubunganku dengan si kardus.
__ADS_1
Meski nyatanya om Ody belum tau bahwa hubungan kami tidak sedang baik baik saja bahkan hancur tak berkeping,,, Tidak akan ada pesta pernikahan, tidak akan ada nama kami berdua di dua buah buku merah tua dan hijau tua.
Semua hanya tinggal angan,,
"Ahhhh!!!" seru si girang dengan nada semacam pusing, putus asa, berat dan sesak oleh sesuatu yang membebaninya.
Mungkin saja dia merasa bersalah padaku,,, Iya kan?? Kalau dia normal dia akan merasakan perasaan seperti itu. Rasa bersalah sudah merusak mimpi orang lain!!!!
"Maaf,,, Diantara kalian berdua ini apa ada yang bisa jelaskan sebenarnya ada apa diantara kalian berdua ini? Apa yang terjadi?? Dan kenapa malah membahas pernikahan Nada?? Nada dan pacarnya baik baik saja. Nancy,,,Aku kesini mencari Valencia,istriku."
"Ody aku,,, Aku,,,"
Aku benar benar puas melihat pemandangan si girang yang mulai paling terpojok itu. Ia mulai belingsatan tidak jelas. Bahkan untuk bicara pun ia sudah tidak bisa merangkai kata.
"Aku gak tau!!! Aku gak tau di mana Valen!!!" akhirnya kalimat yang tak kami ingin dengar itu keluar.
Tante Nancy sudah berjalan menjauhi kami dengan berkali kali menggerak gerakkan tangan seperti sudah tidak mau lagi ditanya tanya.
"Nancy!! Valen gak pulang semalam. Aku cemas terjadi sesuatu padanya. Tolong Nancy,,, beritahu aku dimana dia. Kamu kan sahabatnya. Segala sesuatunya selalu kalian bicarakan berdua. Mustahil kamu tidak tau kan? Kalian juga bersama sama semalam. Valen mengirimiku foto kalian bersama teman teman kalian." teriak om Ody.
"Dengar Ody. Aku benar benar minta maaf. Aku hanya bisa memberitahumu kemana kamu harus mencarinya tapi tolong,,, Tolong!! Apa pun yang akan kamu,,, kalian maksudku,,, Apa pun yang kalian lihat nanti, Tolong jangan libatkan aku."
Kali ini si girang berhasil membuat baik aku dan om Ody bertanya tanya. Kami saling pandang karena kami sama sama tak paham.
"Aku sudah berusaha mengingatkannya Ody. Aku sudah berusaha!!" kembali ucapan perempuan itu sukses membuat dahi kami berkerut.
Perempuan itu tampak sibuk mengetik di ponselnya kemudian ponsel om Ody pun berbunyi, notif pesan.
"Aku sudah mengirim alamatnya. Cari dia disana. Dan ingat, tolong,,, jangan libatkan aku dalam masalah kalian semua. Hapus pesan itu begitu kamu sudah menemukannya di sana."
Tante Nancy langsung meninggalkan kami yang masih termangu bodoh belum bisa menangkap dan mengartikan apa maksud ucapannya itu.
Kenapa jadi masalah kalian?? Termasuk aku maksudnya?? Kan yang punya masalah om Ody dan tante Valencia,,, Kenapa jadi aku yang kena sangkut paut??
Oh,,, mungkin maksudnya karena aku adalah anggota keluarga mereka juga. Bagaimana pun, aku adalah orang yang akan kena imbasnya juga kalau om dan tante ada masalah. Tumben si girang bisa memikirkan perasaan dan posisiku,,,Tapi itu semua masih tidak cukup untuk menghapus kebencianku padanya!!
Eh,,, kok om Ody limbung dan nyaris ambruk. Untung tangannya sempat mencengkeram bahuku meski itu jadi menyakitkan untukku. Aku berusaha membimbing tubuh lemas dan beratnya itu untuk masuk ke mobil. Kali ini kutempatkan om Ody di bangku penumpang depan dan aku yang akan ambil alih kemudi.
__ADS_1
Untungnya aku sudah bisa menyetir sendiri.
"Om gak apa apa??" tanyaku cemas begitu aku juga sudah masuk ke mobil dari pintu kanan depan.
Om Ody gak jawab dan hanya geleng geleng kepala seolah bebannya sangat berat. Aku jadi penasaran apa yang diketik oleh si girang dan dikirim ke om Ody tadi. Kenapa bisa membuat om gagahku ini jadi letoy begini??
Ku ambil ponselnya yang dibiarkan tergeletak saja di paha kanannya. Ku baca pesan dari si girang tanpa harus kesusahan meminta apa passcode ponsel om Ody karena layarnya masih aktif menyala.
Rupanya si girang mengirimkan alamat. Hanya sebuah alamat. Eh tunggu!!!
Mataku membulat dan meneliti kembali satu persatu huruf yang dirangkai menjadi nama sebuah hotel yang cukup ternama di kota tempat tinggal om Ody ini.
Sekarang aku mengerti,, Om Ody pasti lemas karena sudah menduga tante menghabiskan malamnya bersama brondongnya kemarin itu.
Awas saja tante!! Awas saja kalau sampai dia benar bersama brondong itu!!
"Kamu tau tempat itu sayang?" lirih om Ody.
"Iya om."
"Bisa tolong antarkan om kesana?"
"Om yakin mau kesana??" aku malah tanya balik.
Om Ody mengangguk lemah. Aku tau ia sedang mengumpulkan tenaga untuk menyaksikan hal buruk tentang istri tercintanya.
Baiklah,,, aku tak ingin menunda lagi. Kadang lebih baik kita tau keburukan lebih awal daripada terus berharap ada kebaikan yang sebenarnya tak pernah ada untuk kita. Kadang menerima yang menyakitkan lebih awal adalah lebih baik daripada ditunda dan semakin membuat kita tersakiti lebih banyak lagi.
Seperti aku,,
Aku terhempas dengan keras saat semua impian dan anganku berada di level tertinggi. Dan itu menyakitkan. Aku gak mau om Ody juga merasakannya. Kali ini aku akan jadi penguat om Ody.
Tapi tetap saja,,, aku berharap tak ada hal buruk terjadi di sana. Semoga saja tante hanya sekedar bermalam sendiri disana setelah semalaman berpesta,,,,
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung,,,...
__ADS_1