
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Ody🌸
Dua hari di luar kota kuhabiskan untuk fokus mencari Nada. Aku mendatangi kampus dan menemui teman kuliah dan dosennya siapa tau mereka ada yang tau kemana perginya belahan jiwaku itu.
Tapi tak satu pun yang jawabannya menjawab pertanyaanku. Mereka semua tidak ada yang tau. Bahkan teman terdekatnya pun mengaku kaget dengan keputusan Nada berhenti kuliah.
"Selama ini dia gak pernah ada masalah padahal om setauku. Dia selalu ceria seperti biasanya. Terakhir ketemu dia itu ya pas sebelum dia pulang kampung. Katanya mau mengunjungi om. Dan setelah itu tau tau dengar kabar dari teman teman bahwa dia sudah keluar."
Begitu tutur teman dekatnya. Dan tentu saja itu makin membuat kepalaku pusing. Bukannya dapat jawaban malah makin rumit teka teki kepergian Nada.
Sebenarnya apa sih yang sudah terjadi malam itu???? Duuhh,,,, ini otak biasanya berfungsi kenapa dalam hal ini seolah mati??? Aku benar benar ingin ingat apa yang sudah kulakukan padanya sampai membuatnya pergi dariku.
Sekasar apakah aku malam itu??? Sampai semarah ini dia padaku. Kesal!! Aku kesal dengan diriku yang lalai dan bodoh ini.
Dua hari ini aku mengabaikan Valencia. Aku bahkan tak ingin tau sedang apa dan di mana dirinya selama aku tidak ada di rumah. Setiakah ia? Aku tak ingin tau jawabannya.
Setiap ia menelponku, aku bilang sibuk. Dia chatting juga tak segera ku jawab. Perlakuanku padanya benar benar berubah 180 derajat dibandingkan dengan sebelumnya. Namun herannya, hal yang juga terjadi padanya.
Valencia berubah 180 derajat juga. Makin kuacuhkan ia makin perhatian. Makin aku menjaga jarak, ia makin mendekat. Mungkinkah ini pertanda bahwa ia benar benar berubah?
Hari kedua pencarianku tak membuahkan hasil. Aku masih tak dapat titik terang di mana keberadaan Nada. Nomer kontaknya juga sepertinya telah berganti. Aku setuju dengan anggapan teman dekatnya yang mengaku juga tak bisa menghubunginya.
Matahari semakin condong ke barat membuat dadaku makin terhimpit. Sesak sekali rasanya harus pulang tanpa jawaban seperti ini. Tapi mau tidak mau aku harus pulang agar tidak menimbulkan kecurigaan Valencia.
Nada sayang,,, Ketahuilah bahwa om sudah berusaha mencarimu kemana mana. Tapi om buntu dan tidak tau lagi harus kemana. Maafkah apa pun yang sudah om lakukan hingga membuatmu pergi seperti ini. Tulus dari dalam hati om,,, Om minta maaf sayang. Jaga dirimu baik baik,,,
__ADS_1
Akhirnya hati ini memutuskan merelakannya. Aku rasa aku tak perlu ke kantor polisi untuk melaporkan orang hilang karena pamitnya Nada ke ibu pemilik kontrakan sudah cukup menjelaskan bahwa ia memang ingin pergi meski tidak memberi alasan.
Ku putuskan untuk melepasnya walau berat. Walau sesak makin terasa tiap kali mengingat dirinya. Sesal yang menebal karena tak dapat menjelaskan dan meminta maaf kepadanya atas apa pun yang telah terjadi.
Nada sayang,,, Berbahagialah. Kelak jika kamu lelah,,, pulanglah.
Ku hapus air bening yang tanpa seijinku meluncur bebas membasahi pipiku. Betapa cengengnya aku saat ini. Aku menangis. Meski berusaha ikhlas tapi hati tetap tak terlepas,,,
Dengan malas ku ambil ponselku yang sedari tadi terus bergetar. Aku baru ingat, chat Valencia tadi pagi bahkan belum ku buka.
"Sayang,,, Jadi pulang hari ini kan? Kamu bilang cuma dua hari lho." ternyata itu isi pesannya.
"Ya. Aku pulang malam ini." ketikku malas.
"Baguslah. Aku sudah siapkan sesuatu yang istimewa buatmu sayang." aku terhenyak karena balasan itu sangat cepat kudapatkan. Tak sampai semenit.
Sedangkan aku butuh waktu seharian untuk membalas chatnya. Aku jadi merasa bersalah telah berbohong padanya. Aku pamit kerja padahal bukan. Aku bilang sibuk padahal aku galau.
Akhirnya ku ketik kalimat yang menyenangkan hatinya. Terbukti dengan balasan emo cium dan hati yang dikirimkannya padaku.
Tuhan,,, jika keputusanku menerimanya kembali adalah benar,,, jika Valencia memang sudah berubah dan benar benar tulus kepadaku,,, maka jangan ambil hati ini. Biarkan tetap menjadi miliknya. Permudahlah perjalanan rumah tangga kami ke depannya,,,
Dan jika Nada pergi untuk bahagia,,, maka bahagiakanlah dia dengan caraMU. Jaga dia tuhan,,
Separuh jiwaku telah pergi,,, Ku hela napas dalam dalam. Merelakannya pergi dari hidupku begitu berat rasanya. Aku yang kehilangan ini sudah tak mampu menjaganya,, karenanya ku titipkan ia pada sebaik baiknya penjaga jiwa.
Aku masuk ke mobil. Mulai menginjak gas dan fokus berkendara. Ada hati yang telah menungguku di rumah. Hati yang mungkin mulai saat ini akan kembali mengisi kekosongan hidupku.
Semoga hati itu bisa memberikan warna warni yang mampu mengimbangi lukisan dan goresan kenangan yang telah Nada torehkan dalam hati dan hariku,,,
Tiga jam perjalanan ku tempuh tanpa beristirahat sama sekali. Aku hanya ingin segera sampai di rumah. Bukankah sudah ada kejutan yang disiapkan Valencia di sana??
Semoga saja kejutannya adalah Nada,, Semoga saja Valencia yang sudah berubah itu juga menyadari bahwa Nada adalah tanggung jawabnya yang tak bisa dilepaskannya begitu saja,,,
__ADS_1
Bolehkan berharap demikian??
Pintu rumah sudah terbuka dengan senyum mengembang di wajah Valencia. Tak ku pungkiri,,, istriku itu cantik sekali. Bahkan di usianya saat ini tak tampak adanya kerutan atau tanda tanda penuaan. Ia tetap seperti pertama kali aku mengenalnya.
"Selamat datang." ucapnya manis.
Tak hanya itu, ia bahkan meraih tangan kananku lalu mencium punggung tanganku itu. Aku kaget sekaligus heran.
Sejak kapan ia begini??
"Katanya,,, istri yang baik itu harus menyambut kedatangan suami. Apalagi pulang kerja. Tangan ini sudah lelah mencari nafkah di luar sana. Karenanya,,, istrimu ini menciumnya sebagai tanda terima kasih." Valencia begitu fasih mengatakannya.
Entah dari mana ia dapat susunan kalimat itu tapi yang jelas itu meyakinkanku bahwa ia memang telah berubah. Hanya saja,,,
Yakin boleh, tapi percaya??,,, JANGAN!! Itu kata hatiku,,, Haruskah ku ikuti??
Akhirnya aku hanya bisa tersenyum. Membiarkannya mengambil alih tas kerjaku dan meletakkannya di meja. Meski hanya membantu membawakan tas,,, Tapi ku akui,,, Sungguh ini perubahan luar biasa yang dilakukannya setelah bertahun tahun kami hidup bersama.
Valencia mendekatiku lagi kemudian menutup mataku dengan selembar kain yang sudah dipersiapkannya.
"Tutup mata ya." bisiknya dan melingkarkan kain itu di kepalaku.
"Kenapa mataku ditutup segala?"
Aku sempat bertanya untuk apa tapi dia hanya memberi kode untukku menurut saja. Karenanya aku menurutinya,,, kemana pun langkah kakinya membawaku.
"Surpriseeee,,," ucapnya sembari membuka penutup mataku.
Mataku terbelalak,,, Aku tidak percaya. Kejutannya benar benar mengejutkanku,,,,
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung...
__ADS_1