I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
POV Author + Nada


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


"Kesel gue!!!"


"Hahaha syukuriiinnn,,, Emang enak ketangkap basah sama bocil??? Hahaha,,,,"


"Lo tuh ye,,,Temen lagi kesel bukannya dihibur malah diketawain,,,"


Nancy yang tengah menceritakan pengalaman buruknya dengan brondongnya menjadi sebal pada Valencia yang terus mentertawakan dirinya.


"Hahha ya abisnya lo kayak tante tante baru baru main aja. Bisa bisanya lo ketauan sama pacar brondong lo. Hello Nancy,,,, ini udah brondong ke berapa yang lo kecengin?? Kenapa bisa teledor gitu lo?" Valencia tidak habis pikir.


"Ya mana gue tau tuh perawan bakal tiba tiba nongol pagi pagi buta. Lagian tuh perawan cap apaan sih sepagi itu udah datengin kos pacarnya. Dasar gak tau aturan. Gitu tuh kalau anak gadis dibiarin jauh dari pengawasan orang tuanya. Suka gak tau batasan!!"


Nancy terus mengomel mengingat kejadian kemarin saat ia dan brondongnya ketauan oleh pacar si brondong. Nancy dan Valencia sama sama tidak pernah saling cerita atau menyebut nama brondong yang mereka kencani.


Karenanya keduanya bahkan tidak tau kalau si brondong,,,, Alias Anton,,, yang selalu membual bahwa hanya punya satu tante,,, ternyata mengencani dua tante yang bersahabat.


Karena ketidaktauan satu sama lain itu juga membuat Valencia tidak berpikir ke arah Anton dan Nada. Sama sekali tidak terbersit di benaknya bahwa yang diceritakan oleh Nancy itu,,,yang disebut dengan perawan itu adalah Nada.


"Tapi ponakan gue kayaknya pandai jaga diri deh. Meski jauh dari gue,,,so far dia baik baik aja. Pacaran sih pacaran tapi gue rasa mereka masih gak melampaui batas. Gak kayak gue hahaha,,,," Valencia tergelak.


"Ya bagus deh kalau ponakan lo pinter jaga diri. Semoga juga dia gak ngikutin gaya hidup tantenya yang songong ini." Nancy memonyongkan bibirnya.


"Songong juga karena lo yang ajarin." Valencia merengut disambut gelak tawa Nancy.


"Udah ah,,,udah malam. Balik yuk. Ponakan gue lagi di rumah dan Ody kalau ada dia selalu bawel." ajak Valencia yang baru ingat dirinya sudah ditelpon oleh Ody 2 jam yang lalu.


"Ok. See you tomorrow ya. Baik baik lo sama Ody biar tuh dompet penuh terus. Bisa pakai bayar kesenangan lo dan traktir gue juga." Nancy meringis.

__ADS_1


"Dasar lo!!!"


Keduanya lantas ke kasir dengan Valencia yang bagian bayar tagihan. Mereka selalu bergantian bayar. Bukan selalu Valencia yang bayar karena Nancy juga sebenarnya cukup beruntung mendapatkan suami dengan penghasilan tinggi.


Keduanya berpisah saat di parkiran. Masuk ke mobil masing masing dan bertolak ke rumah masing masing juga.


Jam menunjukkan pukul setengah 10 malam saat Valencia tiba di rumah. Tergolong masih awal sebenarnya jika dibandingkan dengan hari hari biasanya kalau tidak ada Nada.


"Kenapa baru pulang sayang? Nada udah masuk kamar tuh." tegur Ody di ruang tengah.


"Ya udah sih aku susul ke kamarnya aja. Gak usah bawel deh." jawab Valencia sengit namun tidak dengan suara lantang.


"Bukan itu masalahnya. Aku cuma gak mau kalau Nada punya,,,,"


"Aku bisa yakinkan keponakanku sendiri. Aku bisa buat dia mengerti. Udah!!! Kalau kamu terus menahanku di sini,,,aku kapan bisa ke kamar Nada???"


Ody diam tak lagi menyahut. Ia selalu kalah kalau sudah menyangkut urusan Nada. Baginya,,,gadis itu selalu jadi prioritas. Ia sangat menyayanginya. Karenanya ia tak membantah lagi.


🌸POV Nada🌸


Dan benar,,, wanita yang kehilangan setengah rasa hormatku itu berdiri tersenyum di ambang pintu dan bersiap untuk memelukku. Ia pasti baru pulang.


"Sayaaang." ku biarkan ia memelukku meski aku tak membalas pelukannya itu.


"Belum tidur kan? Tante gak ganggu kan??"


"Mmm sebenarnya Nada udah ngantuk sih tante." aku menjawabnya dengan pura pura menguap.


Aku merasa agak malas meladeninya malam ini. Ditambah lagi aroma alkohol yang tercium dari tubuhnya membuatku agak mual.


Sejak kapan tante minum alkohol??? Oh ya,,,seingatku sejak dulu. Sejak masih ada mendiang mama. Aku masih ingat mama dan tante sering cekcok tiap kali tante Valencia pulang tengah malam. Aku sering dengar mama memintanya untuk berhenti minum minuman keras.


"Gak baik buat kamu,,,, Gak baik juga buat kesehatan rahimmu,,, Kamu pasti ingin punya anak kan suatu saat nanti???"


Itu adalah beberapa kalimat mama yang masih ku ingat tiap kali mama menceramahi tante Valencia.

__ADS_1


"Tante masih suka minum alkohol??" tanyaku.


Tante Valencia tersentak mendapat pertanyaan seperti itu dariku. Ia lalu mencari cari sesuatu di dalam tasnya. Permen sejenis pencegah bau mulut pun dikeluarkannya dan dimakannya.


"Maaf sayang,,, bau ya? Tante lupa makan permennya."


"Bukan masalah baunya tapi masalah kenapa tante dari dulu sampai sekarang gak berubah?? Tante mikir gak mama Nada disana pasti sedih liat tante seperti ini?? Jangankan mama,,, Nada aja sedih liatnya."


Ingin rasanya kukatakan itu padanya tapi aku terlalu takut dengan hutang budiku selama ini kepadanya kalau aku harus bersikap atau bertindak frontal padanya.


"Ya udah kalau gitu kamu istirahat dulu ya sayang. Tante juga mau ke kamar. Om Ody pasti udah nungguin tante."


Senyum manisnya terukir namun malah membuatku muak. Seperti sok sayang sama suami saja!!!


"Gudnite sayang,,, Mimpi indah ya." sekali lagi ku biarkan saja ia memeluk lalu mengecup keningku karena bagaimana pun dulu,,,sebelum kejadian hari ini,,,aku selalu senang diperlakukan seperti itu olehnya.


"Gudnite tante." jawaban pasrahku.


Tante Valencia melenggang masuk ke kamarnya dan aku kembali masuk ke kamarku. Memikirkan semuanya.


Entah kenapa makin kesini kok aku makin merasa ada yang tidak benar. Kebiasaan tante minum alkohol sampai saat ini bukannya akan berpengaruh pada kesehatan reproduksinya?? Tapi kenapa om Ody yang mandul?? Padahal lelaki itu setauku sama sekali gak pernah menyentuh alkohol.


Tapi itu setauku ya,,,


Gak tau lagi kalau ternyata di belakangku diam diam ia juga punya perangai buruk. Who knows???


"Ah gak mungkin sih kalau om Ody begitu. Dia terlalu baik untuk kamu tuduh seperti itu Nada." lalu kata hatiku menolak pemikiranku.


Benar juga,,, Om Ody terlalu manis untuk ku benci. Terlalu baik untuk ku cela.


Lintasan bayangan om Ody mulai memenuhi ingatanku. Dari awal hingga akhir,,,om Ody selalu manis. Selalu baik. Aku bahkan tidak lupa bahwa aku pernah berkhayal punya calon suami sebaik om Ody. Karenanya aku dulu menerima si kardus sebagai pacarku karena awalnya dia seperti om Ody,,, Manis dan baik.


Tapi nyatanya si kardus sama sekali gak ada nilainya!!! Jangan dibandingkan sama idolaku,,,om Ody!!!


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2