I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Selanjutnya Apalagi?


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


Kak Dewa,,, selanjutnya apalagi???


Lelaki muda ini begitu pandai mempermainkan rasa dan titik titik terlemahku. Berulang kali ia membuatku menggelinjang tak tentu arah. Aku bahkan sudah memohon kepadanya untuk berhenti namun tampaknya aku harus makin menebalkan dinding pertahananku.


Ini semua tak akan sebentar,,, ini akan lama dan melelahkan namun aku menikmatinya.


Rasanya berbeda dengan malam itu.


Husssttt,,, jangan bahas malam itu. Biarkan malam itu hanya jadi pemanis buatan dalam cerita hidupku karena pemanis yang asli baru akan kukecap.


"Kak,,, stop,,," rengekku memelas saking sudah tak kuat lagi rasanya disiksa dengan gelitikan rasa yang menggoda ini.


Kak Dewa tak menyahut tapi ia berhenti melakukan kegiatan menyesap bulatan coklatku.


Uh,,, rasanya lega terbebas dari siksaan awalnya. Tapi,,,


"Uuhh,,," aku malah kembali meleng*uh.


Aku baru menyadari bahwa kak Dewa sudah berjongkok di depanku dan jari jarinya menelusup nakal ke lembah surga milikku. Nikmatnya tiada tara menikmati semua sentuhan halus suamiku ini. Ia begitu pandai menarik ulur rasa rasaku.


Baiklah,,, mari kita lakukan yang terbaik kak.


Malam itu, ku buang semua rasa malu dan aku tak lagi menahan diri. Kulakukan dan kuberikan semua yang terbaik dan mampu kulakukan. Bertukar posisi atas bawah,,, bergaya ini dan itu,,, semua kami lakukan dan berulang kali seperti kami tak pernah lelah.


Birru??


Anak manis itu begitu manis di pembaringannya dan sama sekali tak terganggu oleh aktifitas kami yang sudah sama sama lupa diri.


Anak ibu memang pintar. Bisa diajak kerjasama hehehe,,,


"Naaaa,,," era*ngan panjang kak Dewa menyudahi permainan liar kami.

__ADS_1


Kurasakan didalam tubuhku begitu hangat tersiram oleh benih benih cinta dari kak Dewa. Aku yang baru merasa seluruh tubuhku terasa dilolosi tulang tulangnya hanya bisa tersenyum lemah. Membiarkan ia tertidur dengan posisi telungkup di atasku dengan tubuh kekarnya yang sedikit menyamping.


Dalam keadaan lelah begini pun ia masih memikirkan bagaimana caranya agar aku tak merasa keberatan ditindih oleh tubuh berototnya itu.


Ah aku mencintaimu kak,,, suamiku sayang,,,


Aku lupa bagaimana kelanjutannya malam itu. Yang jelas setelah bertempur terus menerus akhirnya kami berdua pun tertidur. Untungnya Birru benar benar tidak rewel malam ini.


Esok paginya kami terbangun karena tangisan Birru yang kehausan sepertinya. Kak Dewa yang semalam sudah bergeser turun dari atasku, sempat berpindah dan menutupi tubuh polosku dengan selimut.


Betapa malunya aku menyaksikan tubuh polosku dengan banyak jejak jejak cinta di leher dan dada. Kulit putihku begitu kontras dengan tanda tanda merah itu.


Mengingat betapa semalam aku juga bermain liar membuat wajahku kembali memerah. Rasanya ingin berlari masuk ke gua terdalam dan tak mau keluar lagi agar tak perlu bertemu dengan kak Dewa yang pasti akan membahas kejadian semalam denganku.


Birru kembali terdengar menangis dan buru buru ku dekati sambil memakai gaun tidurku. Tidak mungkin aku menyusuinya tanpa berpakaian bukan?


Tangisan Birru seketika mereda setelah mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Selamat pagi Na. Terima kasih untuk semalam. Na hebat. Kakak merasa sangat terpuaskan. Nanti malam lagi ya,,,"


Sebuah pelukan lembut dari belakang dan bisikan mesra ku dapatkan pagi ini dari kak Dewa.


Benar saja kan,,, ia akan membahas urusan semalam.


Ya tuhan aku malu,,, kok aku jadi genit begini sih??? Tapi genit sama suami sendiri sah sah saja kan hukumnya???


Kak Dewa menciumiku lagi. Yang awalnya hanya ciuman sayang tapi lama lama berubah menjadi ciuman lainnya. Bayangkan repotnya jadi aku saat ini. Dengan Birru yang masih sibuk memainkan mainannya dan kak Dewa yang terus memainkan tubuhku dengan tangan nakalnya.


"Kak,,, sshhh,,, sabar dulu. Tahan,,," rengekku minta dikasihani kali ini karena mustahil kami melakukannya dengan Birru masih menyusu padaku bukan??


"Nikmati saja. Kakak lakukan dengan cara kakak." bisiknya lembut tapi malah membuatku takut dengan apa yang dilakukannya setelah ini.


Benar saja,,, kak Dewa kembali membuatku melayang hanya dengan bermain main dua jari dibawah sana. Aku merasa basah. Basah oleh asi yang meluap karena Birru tiba tiba malah menyembur nyemburkannya dan basah di bawah akibat ulah nakal kak Dewa.


Awas ya kamu kak,, aku balas nanti malam!!!


(Haduuuhhh author pamit dulu neh. Gemetar jarinya ngetik part basah basahan wkwkwkwk Ganti ke topik lain saja ya,,,,)


#


#

__ADS_1


#


🌸Pov Ody🌸


"Selamat pagi bapak Dewa."


ku sapa bos mudaku yang pagi ini terlihat begitu sumringah. Sepertinya aku tau apa yang membuatnya seceria itu pagi ini. Aku sempat melihat ada jejak merah bekas ****** di leher bos mudaku itu.


Hatiku sedikit terasa perih membayangkan apa yang terjadi padanya semalam namun segera ku buang jauh jauh perasaan itu.


"Selamat pagi bapak Ody. Kita siap mulai pekerjaan kita pagi ini??" bos mudaku sangat bersemangat.


Tentu saja,,, setiap suami yang mendapat jatah malam dari istri tercintanya pasti keesokan paginya makin bersemangat kerja.


"Siap bos." jawabku tegas.


Detik selanjutnya kami pun mulai sibuk dengan rangkaian pekerjaan kami. Meski dengan semua yang terjadi dan hubungan rumit di antara kami, tapi kami tetap bersikap profesional. Bagiku,, resign bukan pilihan.


Aku tetap melanjutkan dan menjalankan apa yang sudah jadi tugasku. Ini semua juga demi Birru, putraku. Mulai sekarang aku harus lebih giat bekerja demi bisa menjamin masa depannya. Meski aku sebenarnya tak perlu cemaskan itu jika mengingat background keluarga ayah sambungnya.


Tapi apa itu berarti aku boleh santai santai dan mengandalkan apa yang akan diberikan ayah sambungnya itu?? Tentu tidaklah,,,


Aku justru makin terpacu dan tercambuk untuk melakukan yang lebih baik lagi. Bukan bersaing tapi menunjukkan bahwa aku juga adalah ayah yang layak bagi Birru.


Birru,,, Birru,,,Birru dan Birru,,, itu saja sekarang tujuanku.


Kerja dan kerja,,, itu saja yang bisa kulakukan demi bisa sedikit demi sedikit menghapus sesak di dada. Tak mengapa bekerja dengan orang yang mungkin malah mengingatkan dengan sesaknya dada. Mungkin dengan begini aku malah akan semakin terbiasa.


"Pulangnya gak main ke rumah om? Birru makin ganteng lho sekarang. Kayak om." Dewa mengajakku bicara di perjalanan kami menuju mobil masing masing sore hari setelah jam kantor usai.


"Nanti agak malaman saja ya. Mungkin setelah makan malam. Om akan kesana bersama mama. Beliau ingin kenal cucunya." jawabku.


"Loh kenapa tidak sekalian makan malam bersama kami saja? Biar makin akrab lho om." ajaknya membuat diri ini sekali lagi tercambuk oleh kebaikannya.


Birru,,, Nada,,, beruntung kalian memiliki orang ini.


"Baiklah." aku akhirnya tak menolak.


"Nada pasti senang om datang." serunya sebelum kami berpisah jalan.


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2