
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Dewa🌸
Bahagia,,,
Anti rewel,,,
Losss dol,,,
Begitu mungkin kata kata yang cocok untuk menggambarkan bagaimana rasanya menikah dengan Na. Istri yang mencintaiku dengan segenap jiwa raga,,, Keluarga yang juga sama sekali gak rewel dengan perjalanan kisah kami,,, Birru yang ayahnya juga cinta damai,,, Wahhh,, pokoknya losss dolll kebahagiaanku ini.
Meski umur pernikahan kami masih seumur jagung, tapi aku yakin kalau kami bisa tetap saling terbuka dan menjaga komunikasi satu sama lain seperti ini maka kami akan baik baik saja. Tidak ku pungkiri bahwa yang namanya rumah tangga itu pasti saja akan menemui badai. Sekarang tinggal tergantung bagaimana kami melaluinya.
Jadi suami yang tidak haus belaian dan jatah pagi, siang, malam juga membuat jiwa dan rohaniku terasa sehat. Aku lebih banyak tersenyum dan ramah. Bukan lagi aku yang dulu banyak murung atau moody.
Biar sekarang ramah tapi bukan berarti jadi tidak membatasi pergaulan ya. Walau di kantor banyak wanita berkeliaran dengan dandanan cantiknya tapi aku tetap jaga mata dan jaga hati dong pastinya.
Aku malah berniat akan membuat aturan baru di kantor ini. Aku akan melarang penggunaan rok mini atau pakaian sejenisnya yang menampakkan lekuk tubuh. Ini salah satu caraku menjaga diriku dan lelaki lelaki lain berstatus suami di kantorku. Bagiku pribadi,, ini caraku menjaga hati dan cintaku.
Aku tak mau ada wajah lain atau hati lain mengganggu mata dan hatiku. Karena aku hanya milik Na seorang. Aku ingin jadi suami terbaik untuknya.
Tapi pagi ini aku baru tersadar akan sesuatu.
Bodohnya aku,,, aku tak pernah menanyakan apakah Na pakai pengaman semacam pil KB atau sejenisnya itu selama ini? Bukan apa,,, bukan aku tidak mau punya anak lagi,,, hanya belum mau.
Bukan,,, bukan karena keberadaan Birru. Melainkan karena setahuku kalau wanita melahirkan secara cesar, maka ia tidak diperbolehkan hamil dulu sebelum dua tahun.
Bukankah begitu pemirsa??
Aku kan gak mau terjadi apa apa pada istriku tersayang. Aku terlalu mencintainya hingga rasanya menyakitinya secuil saja aku menyesal. Apalagi kalau sampai membuatnya celaka karena ulahku yang teledor ini.
Huh,,, bodohnya aku!! Bisa bisanya lalai dengan kondisi ini. Kamu sih junior!!! Nyosorrr terus,,,
Ku umpat dan ku sentil sentil junior kesayangan Na itu sambil meringis sendiri menahan nyerinya. Tapi bukannya kapok, si junior malah makin berdiri menantang.
__ADS_1
Hadeehhh,,, emang gak bisa diatur kamu ya!!!
"Kak,,, kok lama mandinya?" suara istri kesayanganku terdengar dari balik pintu kamar mandi.
"Lagi sebentar sayang." jawabku dari dalam sembari sibuk menidurkan batangan lolly pop kesayangan Na.
"Ini udah siang lho. Nanti kakak terlambat ke kantor. Awas aja ntar jadi lari larian dan ngebut di jalan. Buruan ya mandinya." tegurnya lagi.
Tuh kan junior,,, gara gara kamu pagi pagi aku udah kena tegur ibu negara.
"Siap sayang."
Ku abaikan saja junior yang masih membandel. Nanti juga pasti kapok dan capek sendiri. Kebiasaan lamaku keluar dari kamar mandi tanpa pakaian masih berlangsung. Aku ngeloyor saja keluar dengan tubuh polos tak terbalut kain.
"Eh itu,,, ya ampuuuunnn. Diapain sih pagi pagi kok udah melek gitu punya Na??" sungut si pemilik junior yang sudah punya klaim dan hak paten.
Ia mendekat dengan wajah kesalnya karena miliknya sudah ku ganggu.
"Bangun ya sayang yaaa,,, Diapain tadi sama kakak??" Na berbicara sendiri dengan batangan yang mungkin dimatanya sudah bak wajah artis artis Korea.
Berdiri sedekat ini dan tangannya meraba halus batangan itu ya malah membuat si batangan besar kepala lah Na,,, Haduuuhh bahayaaa ini,,,
Aku melirik jam di dinding dan tepuk jidat sendiri apalagi saat kurasakan rongga hangat menyembunyikan ujung si junior.
Mendesah,,, makin menghujamkan junior ke dalam rongga mulut hangat Na dan membiarkannya tenggelam di sana beberapa saat sampai akhirnya Na terbatuk batuk. Tapi sesaat kemudian ia tak kapok dan terus memainkannya. Hingga aku yang tak bisa tahan diri lagi.
Bodo amat dengan jam dinding yang memandangiku dengan tatapan mengancam dan mengingatkannya. Telat juga bodo amat dah,,, Yang jelas aku main dulu sama wanita canduku ini.
Ketika tubuh Na sudah membelakangiku dengan posisi setengah membungkuk,,, Junior sudah siap melesak masuk. Aku kembali teringat sesuatu. Aku berhenti dan ragu.
"Kenapa kak?" tanya Na yang keheranan padahal sudah siap tempur.
"Kakak takut Na hamil. Kan belum boleh hamil kalau belum dua tahun setelah melahirkan secara sesar." berkata demikian membuat Junior tau diri lalu mengendur perlahan.
"Sudah aman kok. Na kan sudah pakai KB." Na mengedipkan matanya setelah memperbaiki posisinya.
Kini ia berjalan ke arah sofa yang baru ku beli beberapa hari lalu. Sofa viral yang itu tuh hehehe,,, Melihat Na yang sudah memposisikan dirinya di sana,,, dan mengingat kata kata Na tentang aman sudah pakai KB,,, Junior langsung mendelik.
Serbuuuu,,,,,
Pagi itu ku puaskan kembali gairahku dan istriku. Kami memang pengantin muda yang sedang dalam fase lagi seneng senengnya begituan. Jadi jangan dinyinyirin yaaa pemirsa,,, kayak kalian dulu gak gitu aja. Ya kan?? Hayoo ngakuu,,,,😆😀
__ADS_1
Akhirnya kalian bisa bayangkan sendiri kan? Aku jadi buru buru karena jam prepare ku sudah dipotong sejam oleh Na tadi.
"Hehehe,,, maaf ya kak jadi bikin kakak buru buru." dengan polosnya istriku membenahi pakaiannya dan tertawa melihatku lari larian.
"Gak apa apa. Yang penting kita tetap bahagia." jawabku pasrah.
Hmm untung saja aku sangat mencintaimu sayang,,, kalau tidak sudah ku hukum kamu berdiri dengan satu kaki dan jewer telinga sendiri.
Sarapan pagi kilat. Diantar sampai pintu depan dengan senyuman Na dan celotehan Birru. Lambaian tangan keduanya membuatku selalu bertambah semangat. Ku jalankan kuda besiku setelah melambai pada kedua cintaku itu.
Ayah kerja dulu ya sayang,,, biar kalian tidak akan pernah hidup kekurangan. Biar kalian punya masa depan yang cerah.
#
#
#
🌸Pov Nada🌸
"Nad,,, kalau sudah diperbolehkan hamil sama dokter, kalau bisa dibuka saja KB nya ya. Biang sama ajik pingin punya cucu lagi." ujar biang pagi itu.
"Iya biang. Pasti Nada buka KB." jawabku tanpa punya pikiran aneh aneh.
"Bagaimana pun juga, biang juga ingin punya keturunan asli dari Dewa." tutur wanita yang tangannya sibuk dengan beberapa helai daun kelapa atau disebut janur. Beliau sedang membuat canang.
Salah satu sarana wajib untuk melakukan persembahyangan. Aku sudah pernah belajar membuatnya juga tapi belum semahir biang. Tapi bukan itu kali ini fokusku. Aku fokus pada perkataan biang tadi.
Keturunan asli,,,
"Jangan mikir macam macam. Biang sama sekali tidak ada maksud untuk menyisihkan Birru. Birru tetap cucu pertama kami tapi akan lebih baik lagi kalau kalian punya anak lagi. Dan kalau pun misalnya tidak bisa ya tidak apa apa. Biang tidak menuntut, Nad."
Mertua perempuanku itu tampaknya tau menantunya ini sedang galau.
"Pasti Nada dan kak Dewa usahakan nanti ya biang. Kalau sudah waktunya." dengan perasaan lega ku jawab.
"Iya Nad. Jangan dijadikan beban lho ya. Biang gak mau kamu malah stress karena ini." biang mengusap lenganku lembut dan tersenyum.
Baiknya mertuaku,,,pengertian.
...🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1
...bersambung,,,,...