
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku ...
...❤️❤️❤️...
Ku pasang telingaku baik baik untuk bisa mendengar apa yang sebenarnya diributkan oleh om Ody dan tante Valencia sepagi ini. Ku lirik jam dinding di kamarku,,,
"Baru juga jam 6 pagi tapi mereka sudah seperti itu. Benar benar bukan rumah tangga seperti yang kubayangkan selama ini."
Mereka berdua pasti menyangka aku belum bangun sepagi ini karenanya mereka merasa aman aman saja untuk berdebat. Atau mungkin mereka tidak peduli dengan keberadaanku saat ini?? Atau mungkin mereka memang lupa ada aku??
"Kalau aku minta ganti dan pindah dokter memangnya apa salahnya?? Namanya juga kita ini sedang berusaha sayang. Siapa tau di tempat ini kita gak berjodoh terus di tempat lain berjodoh. Aku bisa disembuhkan dan kita bisa punya harapan untuk punya anak."
Aku bisa mendengar jelas perkataan om Ody itu. Sama sekali tidak ada salahnya menurutku. Tapi kenapa jawaban tante Valencia selanjutnya sangat keterlaluan menurutku.
"Buang buang duit dan tenaga serta waktu saja. Yang ini jelas jelas dokter terbaik, lulusan luar negeri,,, ini aja gak mampu sembuhin kamu apalagi yang abal abal pendidikannya di luar sana??? Udah deh mending lanjutin aja di tempat yang ini kalau kamu masih mau berusaha. Kalau aku sih sebenarnya udah ogah. Malas!!! Gak pernah ada hasil!!!"
Ya Tuhan,,, Nyeseknya hatiku mendengar ucapan tante Valencia. Aku yang sebenarnya bukan orang yang diajak bicara saja bisa merasakan sakit dalam hati apa kabar om Ody??
Tante emang tega!!!
"Sayang,,, sampai kapan pun aku gak akan menyerah. Aku akan tetap berusaha. Uang gak jadi masalah bagiku. Berapa pun akan ku bayar asalkan kita bisa punya anak. Kamu ada yang menemani."
Sekali lagi om Ody mengatakan kalimat yang menyentuh hatiku. Sesayang itu beliau pada tante Valencia. Membuatku benar benar iri saat ini,,, Kalau boleh dibandingkan,,, aku adalah om Ody,,, manusia yang sangat mencintai pasangannya. Tapi pasanganku tidak ubahnya tante Valencia yang sama sekali gak punya hati dan otak!!!
Seenaknya saja melempar kata dan bertindak!! Seperti sekarang tuh,,, tante Valencia kembali membuat aku menangisi om Ody lagi.
"Terserah kamu!! Yang penting kamu gak lupa kasih aku uang belanja. Jangan uangmu kamu habiskan buat urusan yang selalu saja sia sia itu. Aduuhh,,, ku rasa kamu itu sebaiknya berhenti deh!! Sadar diri saja kalau kamu itu emang mandul."
Kalau saja bukan karena aku menghormati mereka dan urusan pribadi mereka, ingin rasanya aku keluar kamar dan langsung bejek bejek mulut tante Valencia itu. Bila perlu pakai sambal!!
"Kenapa sih tante setega itu??? Sepertinya aku harus bicara deh sama tante. Tapi pantas gak ya??" aku ragu, terus terang ragu mau ikut campur.
"Sayang,,, aku bisa terima kalau aku mandul. Tapi aku cuma minta kesediaanmu untuk mendampingiku berobat. Aku tidak menyerah sayang. Mau ya ikut ke dokter hari ini sama aku??"
"Duuhh kayak aku gak ada kerjaan lain aja. Mending aku nemuin Nancy yang jelas jelas bisa bikin aku ketawa daripada nemenin kamu ke dokter yang hasilnya udah bisa ketebak."
Kalimat selanjutnya yang bisa ku dengar hanya teriakan tante Valencia yang pamit mau keluar rumah. Pagi pagi begini tante Valencia memang suka jogging di area komplek.
Setahuku begitu,,,
Ku lihat dari balik tirai kamarku, tante Valencia sudah meninggalkan halaman rumah. Tebakanku benar. Ia memakai pakaian olahraganya. Tante Valencia memang sangat rajin menjaga bentuk tubuhnya. Mungkin karena ia sering mengambil pekerjaan sebagai model.
Sekarang tinggal aku di kamar dan om Ody di luar kamarku yang pastinya tengah sangat kecewa oleh perlakuan tante Valencia. Perlukah ku hibur??
__ADS_1
Aku mondar mandir di dalam kamar. Galau mau keluar atau tidak. Mau pura pura tidak dengar saja atau menghapus duka om Ody pagi ini?? Ah,,, bagaimana ya enaknya??
Satu sisi aku kasihan dan sangat ingin meminta maaf atas kelakuan tante Valencia,, tapi di sisi lain aku takut om Ody malu kalau aku tau masalah rumah tangganya. Sejauh ini om Ody sama sekali tidak pernah menampakkannya di depanku. Om Ody gak tau kalau aku sudah tau semuanya dari tante Valencia.
Ah masa bodoh lah,, Balik ke kasur saja sudah. Masalahku sendiri saja masih terasa panas di kepala kalau diingat. Kenapa juga harus ku tambahi dengan urusan mereka?? Bisa mendidih nanti kepalaku.
Aku memilih kembali tidur dan bangun siang saja.
"Kamu???!!" sengitku saat berpapasan dengan laki laki yang tempo hari ku pergoki tengah berada di kamar tante Valencia.
Hari ini kembali aku menemuinya di rumah ini saat om Ody sudah berangkat kerja. Mau apalagi laki laki ini?? Mana dia sepertinya menganggap rumah ini sudah jadi rumahnya saja. Melenggang masuk seenak jidatnya.
"Gak nyangka ya keponakan tante Valencia manis juga." ucapnya dengan seringai mesumnya.
"Jangan kurang ajar ya!!!" pekikku saat ia mau mencomot pipiku.
*Merpati keles*,,, kalau boleh menyela sudah ku sela saja. Tapi karena aku paham apa maksudnya bicara begitu, aku memilih tidak meladeninya dan membiarkan saja dirinya cengengesan gak jelas begitu apalagi saat tante Valencia muncul.
"Eh udah datang ya,,," tante Valencia sumringah melihat *piaraannya* datang, sungutku dalam hati.
"Nada sayang,,, kamu udah kenal sama,,,"
"Udah tante. Nada pergi dulu ya." potongku cepat sebelum aku benar benar disuruh berkenalan dengan si mesum itu.
"Memangnya kamu mau kemana sayang?? Buru buru amat??" tanya tante Valencia.
__ADS_1
"Ke taman aja tante. Di rumah gerah!!!" sahutku sekenanya dengan nada menyindir.
Tante Valencia menarik tanganku menjauh dari si mesum yang masih cengar cengir itu.
"Nada,,, Tante tau kamu gak suka melihat tante seperti ini. Tapi tante sudah bilang kan sama kamu kemarin. Tante butuh pelampiasan. Tante haus kasih sayang. Tante kesepian."
Aku tertawa dalam hati mendengarnya. Mungkin tante Valencia memang mengira pagi tadi aku tidak dengar semua keributan. Dia berpikir dan berusaha terus membuatku percaya bahwa di sini,,,dalam urusan rumah tangga mereka ini,,, dia lah korbannya.
Padahal dialah penjahatnya!!!
Dia yang tidak mau menemani suaminya berobat,,,dia yang tidak peduli dengan urusan suaminya,,, Suami yang sangat mencintai dan rela mengorbankan segalanya demi dirinya. Bahkan saat ini,,, saat ia sedang asik asik dengan laki laki lain,,, suaminya masih tetap kerja untuk menghasilkan pundi pundi uang untuknya.
Akhirnya aku sampai pada kesimpulanku itu, aku menempatkan tante Valencia yang sudah merawatku sedari kecil sebagai penjahat dalam masalah rumah tangga mereka.
"Nada,,," tante Valencia mengguncang tubuhku yang melamun.
"Terserah tante saja."
Ku tinggalkan mereka berdua di rumah itu. Aku memilih keluar daripada harus menyaksikan kemesuman keduanya. Ogah!!!
...*🌸🌸🌸🌸*...
...*bersambung*,,...
__ADS_1