I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Pov Author


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Author🌸


Jika di Bali ada sepasang pengantin baru yang masih saling menyesuaikan,,, Ada Om Ody yang tengah galau memikirkan cinta yang datang terlambat,, Maka jangan lupakan bahwa masih ada satu makhluk yang tengah berjuang dan berusaha bertahan hidup setelah apa yang dilakukannya terbongkar.


Valencia,,,


"Buka pintunya!! Keluar kamu Nancy!!! Aku tau kamu yang bocorkan rahasiaku!! Kamu dibayar berapa hah sama Ody??? Apa untungnya buat kamu hah??? Dasar pengkhianat!!!"


Valencia membuat kegaduhan di gerbang megah milik keluarga Nancy. Satpam sudah berusaha menenangkannya namun hasilnya nihil. Valencia tetap saja berteriak teriak bahkan tidak peduli sudah ada beberapa pasang mata yang memperhatikannya dari jalanan atau dari rumah masing masing.


"Nancyyyyyy!!! Keluar kamu bitchhhh!!!" teriaknya lagi.


"Non Valen kalau terus saja buat ulah di sini, mamang bisa laporkan ke polisi ya biar non Valen ditangkap." ancam satpam.


"Heh udik!! Atas dasar apa kamu melaporkanku ke polisi hah?? Orang rendahan aja sok ngancam ngancam orang kelas atas." semprot Valencia kesal.


"Lho heh,,, atas dasar membuat kegaduhan dan perbuatan yang meresahkan juga bisa. Mengganggu kenyamanan orang lain. Menimbulkan kebisingan. Kalau mamang mau nih ya,,, mamang ajak semua tetangga komplek buat rame rame laporin non Valen. Kami semua terganggu di sini. Mau???" tantang mang satpam.


Ucapan satpam yang dinilai Valencia udik tak berpendidikan itu nyatanya mampu mengusik pikirannya. Dalam hatinya, Valencia membenarkan dan mulai berpikir kalau satpam itu serius dengan ucapannya, maka akan menimbulkan masalah baru dengannya.

__ADS_1


"Baiklah. Kamu menang kali ini. Aku yang mengalah hari ini. Tapi kamu bilang tuh sama bosmu yang pengecut itu. Suruh dia temui aku kalau memang punya nyali." pesan Valencia bersiap siap pergi.


"Huh dasar. Bilang saja takut non. Isi bilang mengalah. Mengalah apa emang kalah??" cibir mang satpam kala Valencia sudah berjalan menjauh.


"Sialan tuh satpam. Masih bisa bisanya dia mencibirku." gumam Valencia yang meski tak menoleh lagi tapi ia bisa mendengar jelas cibiran untuknya itu.


Kini ia terpaksa berjalan kaki lagi demi bisa mendapatkan taksi di pinggir jalan besar. Panas terik matahari sudah tak dihiraukannya lagi. Bahkan penampilannya sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Ia tak lagi tampil bak sosialita.


Tinggal di sebuah rumah kontrakan di tengah tengah pemukiman warga yang menurutnya kelas rendah membuat ia tak bisa tampil terlalu mencolok. Di samping itu, uang miliknya juga sudah mulai menipis. Alih alih untuk membeli make up atau baju yang mahal, untuk makan besok saja ia harus berhemat.


Beberapa baju mahalnya juga sudah ia jual demi menambah saldo tabungan yang tidak banyak. Untungnya sekoper baju yang dikemas oleh Ody itu adalah baju baju mahalnya jadi hasil jualnya masih lumayan. Masih bisa dipakai makan dan beli baju yang sepantasnya.


Perhiasan yang menempel di badan juga sudah ludes dijual demi bisa membayar sewa rumah karena si pemilik rumah tidak mau dibayar bulanan. Katanya menghindari kemacetan bayar di tiap bulannya. Pemilik rumah meminta agar langsung dibayar untuk setahun.


"Kenapa sih semua buntu?? Seakan gak ada jalan keluar lagi untuk gue. Dandanan yang ala kadarnya begini ya mana bisa menarik perhatian om om kaya. Tapi kalau sisa uang gue pakai untuk menunjang penampilan,,, yang ada gue bakal kelaparan. Sial banget deh hidup gue!!" sungutnya sambil terus melangkahkan kakinya.


Valencia begitu kesal setelah kejadian di mana Ody menunjukkan semua bukti operasi yang dilakukannya di Singapura. Tidak perlu berpikir untuk mencari tau siapa dalangnya karena yang tau tentang operasi itu hanya dirinya dan Nancy. Karenanya, ia langsung mendatangi Nancy namun hingga kini, Nancy belum juga bisa ditemuinya.


Satpam rumahnya bilang Nancy tidak ada di rumah. Tapi seorang Valencia mana bisa percaya??


Sementara itu,,, di luar negeri,,, sepasang suami istri tengah duduk berdua dan bicara serius. Nancy dan suaminya. lelaki yang sudah begitu baik padanya selama ini namun masih saja dikhianatinya.


"Baby,,, aku maafkan semuanya. Tidak apa apa. Kalau memang kamu sudah tidak bisa hamil lagi, tidak apa apa. Satu anak saja sudah cukup. Dan untuk apa yang sudah sering kamu lakukan di belakangku selama ini,,, juga ku maafkan. Dengan satu syarat,,," ucap Michael, suami bule Nancy yang sudah fasih berbahasa.


"Apa itu honey?" tanya Nancy di antara perasaannya yang berkecamuk antara cemas, takut diceraikan setelah ia berterus terang tentang semua hal buruk yang dilakukannya selama ini di belakang Michael.


"Kamu tidak mengulanginya lagi walau sekalipun. Karena kalau kamu mengulanginya,,, maka aku tidak akan bisa memaafkanmu lagi." ujar Michael tenang namun mengintimidasi.

__ADS_1


"Iya Honey,,, Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Terima kasih Honey sudah mau memaafkanku." ujar Nancy terbata bata saking bahagianya mendapat pengampunan dari suaminya.


"Aku melakukannya juga demi anak kita. Dia yang akan terluka kalau kita sampai berpisah. Karenanya, aku minta kamu juga memikirkan anak kita sebelum berbuat hal buruk lagi. Ok baby??"


"Ok honey. Thank you."


Pelukan Michael langsung terasa melegakan bagi Nancy. Biarlah ia kehilangan satu sahabat karib yang bisanya juga hanya membawa pengaruh buruk baginya daripada ia harus kehilangan suami dan anaknya.


Gumpalan rasa bersalah yang belakangan menghantui Nancy membuat ia tak tenang. Karenanya, suatu siang ia memutuskan menemui Ody. Meminta maaf sekaligus memberitahunya rahasia besar apa yang selama ini disimpan Valencia.


Kemudian Nancy juga memutuskan berterus terang kepada Michael meski resikonya besar. Bisa saja Michael tidak terima telah diselingkuhi, ditipu olehnya selama ini. Belum lagi operasi pengangkatan rahim yang juga ia lakukan padahal ia tau Michael menginginkan agar mereka punya anak lagi.


Untungnya Michael adalah sosok baik yang mau memaafkan kesalahan istrinya. Ia menghargai keberanian Nancy untuk jujur mengakui semua kesalahannya dan meminta maaf. Tidak banyak orang yang bisa melakukan hal tersebut. Tapi Nancy melakukannya.


"Kita tinggal di sini saja. Mulai hidup baru. Pertemanan baru." putus Michael kemudian.


"Iya honey. Tapi bagaimana dengan rumah kita?" Nancy mempertanyakan rumah tinggal mereka selama ini.


"Biar saja kosong. Kan ada mamang yang jaga. Bibik juga biarkan tetap kerja di sana. Sesekali saja kita pulang ke sana kalau aku ada urusan di sana."


"Iya honey. Aku ikut saja apa pun keputusanmu."


Rumah tangga Nancy terselamatkan namun tidak dengan rumah tangga Valencia. Namun rasanya tak berlebihan bukan jika Valencia mengalaminya?


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,...

__ADS_1


__ADS_2