I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Kembali Pulang


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Dewa🌸


Bintang terlihat terang,,,,


Saat dirimu datang,,,


Cinta yang dulu hilang,,,


Kini kembali pulang.


Lihatlah dia mulai bernyanyi,,,,


Coba merangkai mimpi,,,,


Cinta yang dulu pergi,,,,


Kini datang kembali.


Wajahmu mengingatkanku,,,


Dengan kekasihku dulu,,,


Wajahmu mengingatkanku,,,


Dengan masa laluku.


Lagu itu membuatku senyum senyum sendiri. Selain karena merasa bernostalgia dengan grup band yang akhir akhir ini telah bersatu kembali setelah sempat berpisah jalan,,,, Lagu ini juga sangat mewakili perasaanku saat ini.


Kekasih hatiku telah kembali pulang,,,


Meski bukan Maharani,,, tetapi cintaku pada kekasih baruku ini juga tak kalah besarnya dengan cintaku pada Maharani.


Maha sayang,,, terima kasih. Maafkan aku. Bukan aku tak lagi cinta atau sayang kepadamu, tapi aku harus melanjutkan hidup. Seperti kata ibundamu juga,,, bahwa dengan begini mungkin akan membuat jalanmu menuju kembali pada penciptamu lebih lapang.


Biarlah cinta kita terkubur dalam hatiku dan kau bawa mati. Tenanglah di sana sayang. Terima kasih sudah pernah singgah dalam hidupku. Terima kasih sudah bersedia menjadi istriku meski akhirnya Tuhan menunjukkan rasa sayangNYA yang lebih besar kepadamu.


Ku usap lembut foto Maharani yang terpampang dengan ukuran jumbo di kamarku. Aku sengaja menurunkannya. Sedianya aku akan menyimpannya di ruangan yang sudah ku siapkan untuk menyimpan semua barang dan kenanganku bersamanya.


Bukan ingin menyingkirkannya,,, namun ada hati yang kini juga harus ku jaga.


"Tidak apa apa. Turunkan saja dan simpanlah. Kalau perlu dan kamu perbolehkan, biar ibu bawa pulang saja. Ibu mengerti, kamu akan segera menikah Dew. Dan calon istrimu tidak perlu melihat ini semua."


Ibunda dari Maharani tiba tiba sudah berdiri di ambang pintu kamarku. Aku menghampirinya setelah meletakkan foto Maharani di atas nakas.


"Ibu." Ku salimi wanita yang hingga saat ini masih selalu menganggapku sebagai menantunya meski tidak kesampaian.

__ADS_1


"Ibu mewakili Maha, ingin mengucapkan selamat kepadamu. Ibu yakin, saat ini Maha pasti tengah bahagia melihatmu akhirnya bisa kembali tersenyum." Ujar ibu Maha.


"Semoga Maha mengerti ya bu." lirihku.


"Itu pasti Dew. Dia mencintaimu. Dia ingin kamu bahagia. Jika memang sudah takdirnya tak bisa mendampingimu, maka ia pasti selalu berharap kelak akan ada wanita hebat yang akan menggantikannya untuk menjagamu dan mencintaimu."


Sampai di sana beliau berhenti berucap. Aku pun sedikit merasa tenggorokanku tercekat. Aku tau, Nada tidak mencintaiku. Hanya aku yang mencintainya. Tapi mendengarnya kemarin bicara pada Martin tentang niatnya belajar menjadi istriku,,, aku merasa hanya perlu bersabar.


Cinta itu akan datang dan mengalir dengan sendirinya.


"Ibu tau,, kamu tidak melakukannya. Tapi ibu bangga atas keputusanmu. Sudah semestinya kamu melindunginya dan bayinya." lanjut ibu Maha.


Aku tertegun. Rupanya wanita itu juga sudah tau perihal Nada dan bayinya.


"Ibu tau dari mana?" tanyaku kemudian.


"Kata hati ibu yang berkata demikian. Ibu tau kamu bukan pemuda begundalan yang bisa menggunakan alasan lupa diri untuk sebuah pembenaran atas dirimu sendiri. Kamu juga bukan tipe yang tidak berpikir sebelum bertindak. Jadi ibu yakin,,, kamu tidak melakukan itu pada gadis itu. Kamu hanya berusaha melindunginya."


"Maha sering bercerita tentangmu dan itu membuat Ibu sangat mengenalimu." tegasnya kemudian.


"Bu,,, tapi Dewa mohon ibu jangan katakan kepada yang lain ya."


Aku meminta beliau melakukannya demi Nada dan bayinya,,, bukan,,,, Bukan bayinya,,, mulai saat ini aku akan membiasakan diriku menyebutnya sebagai anakku.


"Tentu ibu tidak akan melakukannya. Itu hanya akan membuat Maha kecewa pada ibu."


"Terima kasih bu."


Aku sudah membahas ini sebelumnya dengan Nada. Kekasih baruku itu sendiri yang mengusulkan untukku menyiapkan sebuah kamar khusus untuk menyimpan semua barang itu.


"Aku tidak berhak mengusik atau pun menolak masa lalumu kak,,, Kenapa juga aku harus melakukannya? Semua itu sudah berlalu. Jika kak Dewa mampu menerima semua masa laluku yang masih menjadi masa kini dan masa depanku,, kenapa juga aku tidak bisa menerima masa lalu kak Dewa???"


Begitu ucapnya saat aku membahas tentang Maharani dan rencana pernikahan kami ke depannya. Bagaimana pun juga,,, aku akan membawanya tinggal di kamarku yang banyak kenangan Maharani di sana. Karenanya aku memilih membahasnya bersamanya. Mencari solusi bagaimana baiknya.


Awalnya dia melarangku memindahkan semuanya. Katanya tak perlu mencemaskan diri dan perasaannya. Dia baik baik saja katanya. Tapi mana bisa aku melakukannya?


Bagiku, dia adalah prioritas.


Aku kembali tersenyum mengingat pertemuanku sebelumnya dengan Nada. Gadis yang telah benar benar setuju menjadi istriku itu, kalau ku ingat ingat selama ini memang tak pernah punya panggilan khusus kepadaku. Tapi kini ia malah memanggilku dengan sebutan Kak Dewa. Itu pun dengan gugup dan pipinya yang merona.


Kak Dewa,,,


Hehehe,,, tidak terlihat seperti panggilan istri kepada suami tapi aku menyukainya. Nada selalu tampak lucu dan cantik di mataku tiap kali ia memanggilku demikian. Sikap malu malunya membuatku selalu gemas dan makin menggilainya. Terbayang juga sikapku yang selalu mendominasi dirinya sebelumnya.


Kekasih yang dulu hilang,,,


Kini dia tlah kembali pulang,,,


Akan ku bawa dia terbang,,,


Damai bersama bintang,,,


Kekasih yang dulu hilang,,,

__ADS_1


Kini dia tlah kembali pulang,,,


Betapa senang ku dendangkan,,,,


Dan takkan ku lepaskan.


Ku putar kembali lagu itu dan ku ikuti irama serta lirik lagunya. Aku berdendang dengan keras. Tak peduli kalau ada yang mendengar. Biar saja seluruh dunia mendengarnya dan tau bahwa kekasihku telah kembali pulang.


Maharani yang telah hilang,,, Kini telah kembali pulang dalam wujud Nada dan juga anak kami. Akan selalu ku utamakan dirinya dan anak kami. Akan selalu ku bahagiakan.


Tuhan,,, terima kasih atas segala nikmatMU. Atas cinta yang masih bisa kurasakan. Atas takdir indahMU mempertemukanku dengan Nada dan anak kami. Permudah segala sesuatunya Tuhan. Lancarkan pernikahan kami. Jangan biarkan ada yang mengganggu.


Aku kembali bersenandung. Kali ini lebih keras lagi.


🌸Pov Ajik Artha dan Biang Dayu🌸


"Putra kita tidak gila saking cintanya sama Nada kan Jik??"


Biang Dayu geleng geleng kepala saja mendengar Dewa bernyanyi dengan keras dari dalam kamarnya.


"Gila sih tidak. Hanya out of control saja seperti Ajik saat Biang menerima lamaran Ajik dulu hehehe,,," sahut Ajik Artha sambil cengar cengir mengingat bagaimana dulu dirinya mengapresiasikan bahagianya.


"Ajik sama anak sama saja." sungut Biang Dayu.


"Ya gak apa apa. Yang penting putra kita sudah menemukan bahagianya. Sebagai orang tua, kita hanya perlu mendukung keputusannya. Kita terima dengan tangan terbuka istri dan anaknya. Bahagia Dewa,,, bahagia kita juga bukan??"


Biang Dayu mengangguk dengan mantap dan kemudian kembali mengomel tatkala mendengar teriakan teriakan Dewa dari kamarnya.


Kekasih yang dulu hilang,,,


Kini dia tlah kembali pulang,,,


Akan ku bawa dia terbang,,,


Damai bersama bintang,,,


Kekasih yang dulu hilang,,,


Kini dia tlah kembali pulang,,,


Betapa senang ku dendangkan,,,,


Dan takkan ku lepaskan.


Biang Dayu dan Ajik Artha bisa mendengarnya dengan jelas dan bahkan ikut bernyanyi karena tau liriknya dan siapa penyanyi aslinya.


"Dewa benar benar telah menemukan kekasihnya Jik,,, Biang bahagia."


Sejurus kemudian, sepasang suami istri itu larut dalam kesedihan bertabur kebahagiaan atas bahagia yang tengah melanda putranya. Keduanya berpelukan dengan berucap syukur dan terima kasih atas skenario indah Tuhan untuk putranya.


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,...

__ADS_1


__ADS_2