I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Mati Kutu


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


Anton tampak ragu ragu ketika sudah berada di depan pintu rumah keluarga Nada. Ia menghentikan langkahnya. Sibuk meredakan debaran di dada. Ia paranoid. Takut ditolak oleh keluarga Nada. Ditambah lagi kedatangannya yang sendiri tanpa didampingi keluarga, membuat ia semakin takut dengan penolakan.


Bukan sengaja tak membawa keluarga, bukan pula karena ini mendadak karena kejutan dari Nada melainkan karena Anton sendiri memang yatim piatu. Ia sebatang kara di kota tempatnya bertemu Nada. Ia adalah pemuda mandiri yang selalu bisa menemukan jalan keluarnya sendiri untuk semua masalahnya.


Setidaknya begitu pandangan Nada terhadapnya. Dan itulah keistimewaan Anton di mata Nada. Sama sama yatim piatu namun Anton bisa berdiri kokok tanpa sokongan keluarganya.


"Kok malah berdiri di situ? Ayo,,, Kita masuk ya,,," Nada menegurnya setelah baru menyadari Anton tertinggal beberapa langkah darinya.


"Mmm,,, Da,,, apa gak sebaiknya ditunda dulu? Aku benar benar takut kedatanganku tidak disambut baik. Apa tidak sebaiknya membawa beberapa orang bersamaku? Setidaknya itu terlihat lebih formal kan?" Anton benar benar tidak percaya diri.


Nada menatapnya lekat lekat. Berusaha mencari tau di mana keberadaan Antonnya yang selalu percaya diri tampil sendiri.


"Aku tau kamu akan meragukanku kali ini. Percayalah Da,, aku bukan ingin lari tapi aku,,, Aku,,, aku takut ditolak dan aku akan kehilanganmu." lanjutnya lirih.


Nada tersenyum mendengarnya. Meski ia heran awalnya namun akhirnya ia mengerti. Meminang anak gadis orang memang bukan hal simpel yang siapa saja bisa melakukannya tanpa persiapan.


"Anton,, kamu gak akan pernah kehilangan aku. Mereka akan menerimamu. Karena mereka tau aku sudah memilihmu." Ujar Nada sambil menggenggam tangan Anton.


"Kamu yakin Da??" tanya Anton dengan sisa kekhawatiran di matanya.


"Yakin banget. Makanya jangan buang waktu lagi. Kamu ingin segera memilikiku kan?"


Anton mengangguk. Besar inginnya memiliki Nada. Gadis itu sangat mencintainya dan itu bagus untuknya. Dicintai,, diperhatikan,,, dirawat,,, bagaimana bisa ia lepaskan begitu saja?


"Baiklah,, Aku siap." tegasnya kemudian dengan wajah terangkat.

__ADS_1


"Nah,,, ini baru Antonku. Calon suamiku."


Kembali Nada menggenggam tangannya dan membawanya mendekati pintu. Baru saja hendak mengetuk pintu, seseorang dari dalam sudah membukanya.


Bugghh,,,,


Valencia membuka pintu dan seketika menjatuhkan ponselnya. Ia terlalu terkejut dengan keberadaan dua orang di depan pintunya. Terlalu terkejut dengan wajah yang tidak asing di matanya selama ini. Tubuhnya menegang tidak bergeming sama sekali.


"Tante,,, kaget ya? Maaf, Nada baru saja mau ketuk pintu tapi udah keburu tante yang buka. Ini bukan bagian dari surprise Nada kok. Ini ponsel tante. Wah sampai retak begini layarnya jadinya." ujar Nada yang sudah mengambilkan ponsel Valencia.


Valencia tak menjawab dan tetap memandang sosok yang juga berdiri kaku di samping Valencia itu. Nada mengikuti tatapan mata Valencia yang kini bergerak naik turun memandangi Anton dengan tatapan yang sulit diartikannya.


Namun akhirnya Nada menyimpulkan bahwa Valencia hanya bingung siapa pemuda yang dibawanya itu.


"Oh,,,Ini Anton tante. Kekasih Nada. Yang kemarin udah Nada ceritakan ke tante dan om." jelas Nada.


"Ke,,, Ke,,, Kekasihmu??" Valencia gugup, beberapa tetes keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.


"Hei,,, tamu agungnya sudah datang rupanya. Ayo ayo masuk dulu,,, Kita ngobrol di dalam." Untungnya Ody muncul dan mencairkan suasana yang makin membeku itu.


"Yuk." Anton yang juga masih kaku itu hanya menurut saja saat Nada menggandengnya masuk melewati Valencia.


Ia sama sekali tak mengangkat wajahnya saat melewati Valencia. Berbeda dengan Valencia yang menatapnya dengan geram.


"Dunia begitu sempit. Salah kalau orang bilang dunia tak selebar daun kelor." gerutunya dalam hati.


Valencia kemudian mampu menguasai dirinya kembali. Ia pun ikut bergabung bersama Ody di sofa ruang tamunya. Ia duduk menempel pada Ody. Tangannya diletakkannya di paha Ody seolah menunjukkan mereka adalah pasangan harmonis.


Ody senang diperlakukan demikian. Karenanya ia membiarkan saja tangan Valencia berlama lama di sana.


"Kamu pikir kamu saja yang bisa manas manasin aku? Lihat nih,,,kamu juga kelabakan kan ngeliatnya. Dasar brondong jagung." batin Valencia sambil menatap tajam ke arah Anton.


Anton makin merasa tak nyaman diperhatikan seperti itu oleh Valencia. Rasanya ia ingin segera kabur saja dari situasi ini. Tapi mana bisa begitu? Sudah kepalang tanggung untuk lari.

__ADS_1


"Jadi ini kekasihmu sayang?"


Suara Ody kembali menjadi pemecah kesunyian dan kekakuan mereka.


"Iya om. Kenalin om, tante,,, Ini Anton Prayoga. Kekasih Nada. Yang sudah memberikan cincin ini pada Nada." Nada menjeda bicaranya kemudian mengarahkan pandangannya pada Anton, memberi kode agar pemuda itu melanjutkan bicaranya.


"Ha,,,Halo om, tante. Sa,, Ss,, Saya Anton. Ke,,, ke,,,"


"Sial, kenapa malah jadi gugup begini sih??" Anton membatin sambil berhenti bicara. Tenggorokannya terasa tercekat.


"Hehehe,,, anak muda. Tidak usah grogi begitu. Aku paham posisimu. Aku juga pernah mengalami situasi seperti ini. Benarkan sayang??" tanya Ody seraya menoleh Valencia mengingatkannya pada kejadian saat ia dulu melamar Valencia di depan orang tua Nada.


"Benar. Tapi setidaknya kamu gak sepengecut ini sampai gugup setengah mati. Kamu lebih gentle melamarku. Tidak ada yang kamu takutkan. Bagaimana denganmu Anton? Kenapa kamu segugup ini? Apa ada hal yang tidak di ketahui keponakanku darimu??" Valencia menatap tegas pada Anton.


Anton tidak menjawab. Ia benar benar mati kutu dibuatnya.


"Tante,,," tegur Nada dengan intonasi tidak suka dengan sikap Valencia itu.


"Santai sayang. Tante gak bermaksud apa apa kok. Hanya meyakinkan sampai di mana nyali kekasihmu ini. Kalau dia benar benar gentle,,, dia tidak perlu gugup begini kan? Tante hanya gak mau kamu salah pilih. Ya sudah kalau begitu tante gak akan mempersulitnya lagi. Bagaimana pun, kamu sudah memilihnya dan tante tidak akan menghalangi keinginan kalian untuk menikah."


Valencia begitu gamblang mengatakannya namun tidak serta merta membuat Anton terlihat baik baik saja. Ada ketakutan di wajah pemuda itu.


"Maafkan istriku kalau sudah keterlaluan padamu ya. Anton,,, aku sudah tau mengenai dirimu dari Nada. Tentang siapa kamu,,, pekerjaanmu,,, tempat tinggalmu,,, bahkan tentang keluargamu. Kalian punya cerita hidup yang hampir sama,,, om harap kalian bisa menjadi partner hidup yang baik." ucap Ody.


"Ii,,,iya om."


"Harus saling jujur kepada pasangan. Itu kunci utama rumah tangga bisa bertahan." Valencia menambahkan dengan tegas dan tanpa rasa bersalah karena ia bahkan tak melakukan hal serupa pada Ody.


"Ba,,Baik tante." Anton masih belum bisa menguasai dirinya.


Pertemuan ini benar benar membuatnya mati kutu.


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2