I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Alasan Apa Lagi Ini?


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


Nada tidak memperhatikan jalanan yang dilaluinya dengan bus yang ditumpanginya menuju ke rumah om dan tantenya. Meski matanya tak berkedip tapi pikirannya jauh berkelana.


Ia hanya ingin cepat sampai. Rumah itu selalu menjadi pilihan terakhirnya untuk pulang. Keberadaan Valencia dan Ody selalu menjadi penguat batinnya.


Ya,,, Nada memutuskan pulang setelah mengetahui fakta mengejutkan tentang Anton. Rasanya tak habis pikir, kekasih yang sudah hampir 2 tahun menjalani kebersamaan dengannya bahkan sudah melamarnya, yang tinggal beberapa hari saja mereka melangsungkan pernikahan,,, Ternyata hanya lelaki cap capung.


Apakah Nada masih menangisinya? Jawabannya tidak.


Ia tak ingin membuang airmatanya untuk lelaki kardus itu. Ia juga tak ingin menangisi dirinya dan nasibnya sendiri. Ia tak juga menyalahkan takdir. Ia menerima semua itu walau sakit.


Pulang adalah pilihan terbaik,,,metode healing terbaik yang akan menyembuhkan luka di jiwa. Setidaknya begitu selama ini yang dirasakan Nada.


Bus telah sampai di tujuan terakhir dan mengharuskan Nada berpindah ke sebuah taksi online yang akan mengantarkannya ke rumah Ody. Senang rasanya tiba di kota itu. Akan ada masakan dan kasih sayang Ody untuknya,,, Akan ada perhatian dan kasih sayang Valencia juga untuknya.


Membayangkan semua itu membuat Nada merasa tak sendirian. Ia pasti bisa melewati semua ini.


Nada tersenyum ketika ia sudah berdiri di halaman rumah yang selalu mampu memberikannya kebahagiaan itu. Rumah tampak sepi. Nada melirik jam tangannya. Pintu depan tidak tertutup rapat menandakan ada orang di dalamnya.


"Om Ody pasti masih di kantornya. Ini kan hari kerja. Terus tante pasti lagi asyik nonton drakor deh. Dasar tante,,," gumamnya membayangkan betapa enak jadi Valencia yang tak perlu ikut kerja keras dan tinggal menikmati semua hasilnya.


"Tanteee,,, Tanteeeee,,,," Nada berseru memanggil Valencia dan masuk saja karena rumah ini sudah berasa miliknya juga.


Valencia yang mendengar sayup sayup suara yang dikenalnya langsung mendorong tubuh yang tengah asyik menindihnya.


"Gawat!!!" Valencia panik dan secepat mungkin berpakaian kembali.


"Pakai bajumu!!!" titahnya pada pemilik tubuh yang didorongnya tadi.


"Siapa yang datang tante???"

__ADS_1


"Jangan bawel!! Cepetan pakai!!!" Valencia merapikan diri dan menuju ke pintu kamarnya.


"Lewat jendela saja!!"


"Tapi tante,,, Bayarannya mana??"


"Aku transfer. Buruan pergi!!!"


Terlambat!! Nada sudah sampai di pintu kamar Valencia dan sudah membukanya karena Valencia memang tak menguncinya sedari tadi. Valencia pikir Ody tidak akan pulang di jam jam seperti ini. Ternyata bukan Ody yang datang melainkan Nada.


Terlalu panik memakai kembali pakaiannya juga membuatnya tak sempat mengunci pintu terlebih dahulu untuk sekedar menahan Nada agar tak masuk duluan.


Nada masuk saat brondong sewaan Valencia masih mengenakan celananya sampai di pahanya. Tak pelak kedua wajah di dalam kamar itu langsung pucat pasi.


"Tante??? Ini,,,," Nada menuntut penjelasan akan apa yang dilihatnya.


"Ergh,,, Ng,,, Nada,, Kok tiba tiba di sini saja sayang? Gak kabar kabar dulu??" Valencia menghampirinya dan berbasa basi.


"Tante,,, siapa dia?? Heyyy,,, Tunggu!!!!" Nada memekik saat pemuda itu berhasil kabur dari jendela.


"Udah sayang,,, Udah. Biarin aja dia pergi." kata Valencia.


Valencia menghela napas. Berat mengakuinya namun ia sudah tak punya alibi lagi untuk mengelak.


"Dia pacar tante." akunya lirih.


"Apa tante?? Pacar???" Nada melotot mendengarnya.


Valencia mengangguk dan tersenyum. Bukan wajah penuh rasa penyesalan malah wajah dihiasi senyuman. Bangga sekali dia???


Nada tak habis pikir jadinya. Hari ini adalah hari yang berat baginya. Pagi pagi menemukan Anton bersama tante tante dengan alasan lucunya,,, dan siangnya menemukan tante sendiri tengah berduaan di kamarnya bersama pacar kardusnya saat suaminya bekerja untuknya,,, dan itu pun disertai senyuman bangga.


Dunia sudah gila!!!


"Jangan mikir macam macam dulu sayang." pinta Valencia.


"Bagaimana bisa??" protes Nada.

__ADS_1


"Ini semua gak seperti yang kamu pikirkan sayang."


"Tante,,, Nada bukan anak kecil lagi. Berduaan dengan pacar di kamar dengan pakaian seperti ini,,, saat suami tidak ada,,, Nada sudah tau kemana ujungnya!!!"


"Iya iya tante tau kamu sudah dewasa. Tante juga gak mengelak dari tuduhanmu itu. Iya,,, tante habis senang senang sama dia. Dia memuaskan tante karena om mu tidak mampu."


Pernyataan itu tentu membuat Nada sangat terkejut.


"Om Ody gak mampu???"


"Ya. Om mu itu tidak seperti yang kamu lihat Nada. Rumah tangga kami juga tidak seindah yang kamu lihat. Rumah tangga kami ini rapuh. Om Ody sibuk dengan pekerjaannya sampai melupakan tante. Tante kesepian sayang. Karenanya tante berusaha mencari kesenangan dan menghibur diri. Berusaha menyelamatkan rumah tangga ini tanpa mengurai ikatannya."


Ah alasan macam apalagi ini??? Makin tidak masuk akal. Menyelamatkan rumah tangga tanpa mengurai ikatannya??? Tetap jadi istri meski menjual diri?? Apa bisa dibenarkan???


"Tante mohon jangan bebani om Ody lagi dengan semua yang tante lakukan ini ya sayang. Tante tau,,,om Ody itu sibuk kerja karena ia ingin melupakan bebannya sejenak. Divonis mandul sangat berat baginya."


Lagi lagi pernyataan Valencia kembali sukses membuat Nada terperangah.


"Om Ody mandul??"


"Iya sayang. Karena itu sampai saat ini kami belum juga punya anak. Hal itu membuat om mu terpukul dan merasa tidak layak menyentuh tante lagi. Percuma katanya. Toh juga gak bisa buat tante hamil. Padahal tante gak mempermasalahkannya tapi tetap saja om mu tidak mau lagi melakukannya." Valencia terus melancarkan aksinya.


"Tante hanya wanita biasa yang juga butuh sentuhan dan belaian. Tante wanita normal yang butuh pelampiasan. Tante gak bisa dapatkan itu dari om Ody tapi tante juga gak ingin pisah dengannya. Karenanya,,, Tante memilih jalan pintas ini. Baik untuk tante,,, baik juga untuk om Ody. Kebutuhan rohani tante terpenuhi sementara rumah tangga tante juga tetap utuh."


Kepala Nada berputar rasanya mendengar penjelasan yang disampaikan oleh Valencia itu. Menutup aib dan keburukan dengan dalih untuk sebuah alasan kebaikan.


Bisakah itu dibenarkan???


"Om Ody tau???" akhirnya hanya itu yang bisa ditanyakan Nada.


Valencia menggeleng perlahan.


"Om mu terlalu sibuk untuk tau hal hal yang tante butuhkan dan lakukan." terdengar sangat memelas membuat Nada merasa iba.


"Nada gak nyangka,,, rumah tangga tante seperti ini. Entah siapa yang harus disalahkan dan siapa yang harus dibenarkan." keluhnya lirih.


"Sudahlah sayang. Lupakan problema rumah tangga tante. Sebaiknya kamu cerita dulu apa yang membuatmu pulang. Kamu dan Anton baik baik saja kan?" Valencia mengalihkan pembicaraan dan menanyakan Anton seolah ia tak pernah ada hubungan gelap dengannya.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...


__ADS_2