I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Dua Pahlawan Nada


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


Valencia pulang dan saat hendak membuka pintu rumahnya itu ia heran dengan suara ribut ribut di dalam rumahnya. Ia menangkap suara tawa Ody. Itu membuatnya cukup heran karena sudah lama ia tak melihat tawa itu.


"Sejak kapan dia begitu gembira??" Valencia memastikan ia tak salah dengar, Ody benar benar sedang tertawa.


Kemudian sayup sayup terdengar suara tawa perempuan juga. Mata Valencia membulat mendengarnya. Pikirannya langsung menuduh Ody macam macam. Itu membuat tensi darah Valencia mendadak naik.


"Kurang ajar. Beraninya memasukkan perempuan lain ke rumah ini saat aku gak ada." geramnya lalu dengan sekali dorong ia membuka pintu lebar lebar dan menyaksikan dua insan yang tengah tumpang tindih itu.


Mata Valencia kembali membulat. Kilatan emosi itu berubah menjadi kehangatan kala melihat siapa wanita yang tengah mendominasi suaminya itu.


"Tanteeee,,," Nada menghambur ke pelukan Valencia.


"Sayang kapan kamu datang?? Kenapa gak kabarin tante dulu sebelumnya??" Valencia menyambutnya dengan sukacita sekaligus terkejut karena Nada tiba tiba saja ada di rumahnya.


Beberapa kali ia mendaratkan ciuman di pipi gadis itu untuk meluapkan kerinduannya. Melihat Nada, selalu mengingatkannya pada mendiang kakaknya. Makin dewasa, wajah Nada makin mirip ibunya.


"Kalau bilang bilang dulu namanya bukan kejutan dong. Nada kan emang sengaja mau buat om dan tante kaget hehehe,,," suara ceria Nada membuat Valencia mencubit hidungnya dengan gemas.


"Usil deh ponakan tante ini. Oh ya kapan kamu datang?? Naik apa? Sama siapa? Sudah makan belum?? Tante pesenin makanan dulu ya,,," Valencia memberondong.


"Tante, satu satu dong. Nada bingung mau jawab yang mana." protes Nada manja.


Gadis itu kalau sudah ketemu tante dan om nya itu memang auto manja. Keduanya baginya adalah sosok pahlawan sekaligus idolanya. Di matanya keduanya sempurna. Terlepas dari rumah tangga mereka yang masih sepi, Nada menganggap itu hanya faktor keberuntungan.

__ADS_1


Dalam doanya ia tak pernah putus memohon agar tuhan segera memberikan keduanya keturunan. Ia benar benar ingin dua pahlawannya itu bahagia. Setau Nada keduanya tidak pernah bertengkar. Selalu harmonis. Nada tidak pernah tau apa saja yang sebenarnya terjadi.


"Dia udah makan kok beib. Gak usah dipesenin makanan lagi. Dia udah banyak makan jadi jangan bikin ponakan kita ini gendut." Ody yang sudah berdiri, menyela percakapan mereka.


"Bener sayang?? Makan apa memangnya?" tanya Valencia pada Nada yang masih bergelayut manja di lengannya.


"Beneran tante. Makan masakan om Ody lah. Tante nih gimana sih? Udah dimasakin sama om Ody malah makan diluar. Gak baik lho kayak gitu itu. Hargai dong usaha om Ody. Masakan om Ody tuh juara loh tante. Tante pasti tau kan? Tante beruntung dapat suami seperti om Ody. Sudah baik, ganteng, sayang, pandai cari uang dan masak lagi. Dimana lagi cari lelaki seperti itu??" ucap Nada dengan nada menggurui.


Valencia masam muka mendengarnya. Sekilas ia melirik Ody dengan tatapan kesal. Keponakannya itu memujinya di depannya dan anehnya hingga tahun ke delapan pernikahan mereka ini pun, Valencia belum pernah sekali pun mau mencicipi masakan Ody.


"Tante bukan gak menghargai usaha om sayang. Kan udah om bilang tadi kalau tante ada pekerjaan mendadak. Tadinya juga kita maunya makan malam bersama kok." Ody kembali membuat skenario untuk menutupi keburukan Valencia.


"Ii,,,, Iya betul yang dikatakan sama om itu. Mmm,,, ya udah lupakan itu. Kamu ada perlu apa sayang? Kamu libur kuliahnya?" Valencia mengalihkan pembicaraan.


Ia sudah cukup puas pada apa yang dilakukan Ody sebelumnya. Skenario itu cukup menolongnya di depan Nada. Bagaimana pun Valencia selalu tidak mau terlihat buruk di depan keponakan satu satunya itu. Valencia adalah sosok ibu bagi Nada, jadi jangan sampai mengajarkan hal hal buruk pada gadis itu.


"Libur tante. Dan Nada pulang mau ngenalin tante dan om sama seseorang."


"Lihat." Nada kembali memainkan jari manisnya yang sudah dilingkari sebuah cincin.


Valencia membulatkan matanya mencoba memahami. Sejurus kemudian ia yang mulai paham pun menutup mulutnya yang menganga dengan jarinya sendiri.


"Sayang,,,Kamu,,," Valencia kehabisan kata kata seolah ia menyadari waktu telah berjalan begitu cepat dan ia baru sadar keponakannya ini sudah punya kekasih dan kekasihnya telah melamarnya.


"Iya tante." Nada tersenyum manis.


Valencia tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu. Ia meraih tangan Nada dan memeriksa jari manisnya. Cincin manis itu benar benar cocok dikenakan oleh Nada.


"Ini maksudnya kekasihmu udah melamarmu sayang??" tanyanya lagi.


"Iya tante. Om, tante, Nada minta maaf sebelumnya kalau Nada menerima lamarannya tanpa bertanya kepada kalian dulu." Nada tak enak hati kepada keduanya.

__ADS_1


Ia terlalu bahagia dengan lamaran Anton kala itu. Hubungan mereka yang memang masih belum terlalu lama itu tapi begitu manis dan membuat Nada bersemangat. Anton pemuda yang manis dan menyayanginya meski kadang menghilang ke luar kota di saat saat Nada membutuhkannya, seperti saat ini.


"Selama kamu yakin dia baik untukmu, maka om dan tante percaya dengan pilihanmu Nada. Om tau kamu pasti sudah melalui banyak fase dengannya sehingga kamu yakin dia orang yang tepat untuk kamu kenalkan pada kami." ucap Ody membuat Nada sangat senang mendengarnya.


"Terima kasih atas kepercayaan dan pengertiannya om." sahut Nada.


"Selamat ya sayang. Tante ikut bahagia." Valencia kembali memeluknya dengan mata berkaca kaca.


Ody kemudian ikut berbaur memeluk dua wanita kesayangannya itu sebelum mengajak mereka duduk di sofa untuk membahas hal ini lebih lanjut.


"Jadi kapan kamu akan mengenalkannya pada kami?" tanya Ody.


"Secepatnya om. Besok aku akan temui dia dulu di tempat kerjanya terus pulang kerja, aku ajak kesini."


"Besok kan minggu. Memangnya dia kerja hari minggu?" tanya Ody tak mengerti.


Nada tertawa kecil mengingat ia sama sekali belum memberitahu detail tentang kekasihnya itu.


"Namanya Anton. Dulu dia sekampus dengan Nada tapi dia angkatan di atas Nada. Jadi dia sudah lulus kuliahnya. Dia suka seni dan dunia fotografi. Karenanya meski minggu,,, bukan hari libur baginya om."


"Oh begitu." Ody baru paham.


"Ya sudah yang penting segera kenalkan dia sama kami ya. Kami tidak sabar ingin mengenal pemuda mana yang sudah berhasil menaklukkan hati keponakan cantik tante ini." Valencia menjepit dagu Nada.


"Siap tante. Makanya kalian berdua besok jangan kemana mana ya. Nada akan bawa Anton kesini. Janji jangan dibuat grogi ya anak orang besok." pinta Nada dengan nada bercandanya.


"Palingan cuma kami suruh cuci mobil kok." Ody berkelakar sementara Valencia masih memandangi Nada dengan mata berkaca kaca.


"Keponakanku sudah besar ternyata."


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2