I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Cinta Ini Membunuhku


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Ody🌸


"Balik kamar yuk pih,,, gerah nih di sini. Udahan ah ngurusin kerjaannya, Kita ke kamar saja."


Wanita yang selalu berhasil membuatku terjatuh dalam cinta yang buta itu merayu bos tua yang merupakan klienku ini. Aku tau,,, ia sedang menyindirku.


Ia gerah karena ada aku bersama mereka. Ia mungkin juga sedang menunjukkan bahwa ia sudah bahagia bersama bos tua itu.


Valen,,, Jangan menjadi seperti ini. Ku mohon,,, Aku akan lebih rela jika kamu mendapatkan pendamping setia yang kapan saja ada untukmu. Yang tidak hanya menjadikanmu simpanannya. Yang berani mengakui keberadaannya pada keluarganya. Bukan yang menganggapmu sekedar piala bergilir yang bisa dioper sana sini olehnya.


Aku melepasmu untuk bahagia Valencia sayang,,, bukan untuk makin dihina dan direndahkan begini.


"Baiklah baik. Jangan bawel begini. Pergilah dulu ke kamar nanti aku menyusul." si tua menyuruhnya pergi lebih dulu.


"Jangan lama lama." rengek Valencia makin memamerkan kemesraan didepanku yang sebenarnya membuatku makin kasihan padanya, bukan cemburu.


Ku alihkan pandanganku ketika kulihat ia mengecup pipi yang sudah tak kencang sama sekali itu. Sekali lagi,,, aku bukan sedang cemburu, tapi aku merasa miris.


Valencia pergi meninggalkan kami berdua. Ku mainkan kertas yang ku terima dari si tua tadi. Kertas yang berisi deretan angka angka yang merupakan contact person Valencia.


"Telpon saja dia. Kamu itu masih muda. Tampan lagi. Dia pasti mau sama kamu. Aku juga yakin gajimu tidak sedikit. Kamu pasti bisa membayarnya. Tak masalah kalau kamu tak terlalu hebat di ranjang karena wanita itu hanya peduli uang." bisik si tua padaku.


Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya. Bagaimana mungkin si tua itu memberitahuku siapa dan bagaimana sosok seorang Valencia yang notabene masih istriku sebelum palu hakim benar benar diketuk.


"Tidak usah malu malu. Dari tadi ku perhatikan, kamu terus memperhatikannya bukan? Aku hanya akan memakainya sampai malam ini. Besok dia bisa kamu pakai." si tua kembali terkekeh mengatakannya.

__ADS_1


Dasar tua bangka,,, Tidak malu sama sekali dia mengatakan semua itu padaku. Bagaimana dengan istrinya di rumah? Apakah istrinya tau seperti ini kelakuan suaminya di luar? Atau mungkin istrinya sama sepertiku,,, selalu percaya pada pasangan meski akhirnya dibodohi mentah mentah.


"Meeting selesai. Terima kasih. Semoga kerjasama perusahaan kita ini bisa berjalan lancar dan profitnya besar." si tua berdiri lalu mengulurkan tangannya.


"Terima kasih bapak. Semoga semua lancar." balasku berdiri dan menjabat tangannya.


Tangan yang mungkin sudah menyentuh seluruh tubuh Valencia di setiap incinya atau bahkan sudah masuk ke ruang ruang gelap dan sempitnya.


Huhh,,, tubuhku menegang seketika. Aku ingat,,, masih sangat ingat bagaimana rasanya surga dunia yang pernah ku nikmati dan rasakan dari tubuh indah itu. Dan aku masih menginginkannya,,, sudah terlalu lama aku menahan semua rasa itu selama ini.


Bodoh,,,


Ya,,, aku memang bodoh. Cinta itu buta,,, benar!! Aku dibutakan oleh cinta. Meski ia sudah begitu menyakitiku namun nyatanya aku masih punya segudang cinta untuknya. Aku bahkan masih tak rela jika ia bersama pria lain yang tak mengistimewakan dirinya seperti apa yang selalu ku lakukan padanya.


Aku masih ingin ia bahagia, aku masih peduli dengan kehidupannya yang menurutku miris saat ini. Aku masih ingin menyelamatkannya. Bahkan,,, Andaikan ia mau,,, aku masih ingin menjadikannya istriku kembali.


Aku terduduk kembali di kursi itu sendirian. Menatap hampa kertas berisi angka angka itu. Menimbang nimbang perlukah menghubunginya?


Valencia,,, Valencia,,, Kenapa kamu begitu bertahta dalam jiwa???


Sore itu,,, ku putuskan mendatangi satu tempat yang seumur umur baru kali ini ku datangi. Tempat yang katanya bisa membuat kita lupa masalah kita hanya dengan mendengarkan musik dan meminum minuman racikan tangan tangan handal di balik meja bar itu.


Aku pusing!! Benar benar pusing. Pertemuanku hari ini dengan Valencia mengacaukan segalanya. Konsentrasiku, kewarasanku, logikaku, semua dilumpuhkannya. Yang tersisa hanya tinggal tubuh tanpa jiwa yang sudah tak paham mana yang boleh dan jangan dilakukan.


Bergelas gelas minuman sudah ku habiskan. Katanya, semakin mabuk semakin bisa lupa dengan masalah kita. Karenanya, di sinilah aku. Pria hampa tanpa jiwa yang makin tersiksa oleh cinta buta.


Aku merasa kepalaku terasa melayang. Tubuhku juga makin ringan. Tepat saat suara ponselku berdering membuat tanganku gatal jika tak menjawabnya.


"Ha,,, lo,,, Siapa nih???" (Bayangkan dengan suara serak dan teler karena mabuk).


"Om,,, Om Ody kenapa??"


Aku kenal suara itu meski aku sudah mabuk. Itu suara gadis kecilku yang selalu ada untukku. Lihatlah,,, saat aku terpuruk begini, gadis itu hadir lagi. Aku tersenyum getir. Miris. Kenapa selalu dia?? Kenapa bukan Valencia??

__ADS_1


"Kenapa memangnya?? Apa urusannya?" bicaraku mulai kacau.


"Om,, Om mabuk?? Katakan di mana om sekarang? Biar Nada jemput. Nada sudah di rumah om ini tapi om gak ada." gadis kecilku terdengar begitu mencemaskanku.


"Gak usah jemput. Om mau senang senang di sini. Jangan ganggu om,,," ku tolak ia masih dengan suara khas mabuk berat.


"Pokoknya om gak boleh kemana mana. Nada jemput sekarang."


Gadis kecilku tak bersuara lagi. Entah apa yang dilakukannya saat ini. Bagaimana bisa ia menemukanku kalau aku sendiri belum mengatakan di mana aku saat ini. Dasar bodoh,,, (saat mabuk mana ingat ada aplikasi yang makin canggih untuk bisa menemukan keberadaan seseorang hehehe,,,)


Aku tetap tak beranjak dari tempatku. Gelas demi gelas terus datang bergiliran sesuai permintaanku. Aku sudah gak tau jam berapa ini. Yang aku tau hanya di otakku masih ada bayangan Valencia.


Seorang wanita mendekatiku dan membelai belai wajahku. Menawarkan dirinya untuk menemaniku. Tak ku hiraukan. Karena hanya ada Valencia,,, Valencia seorang yang ku inginkan.


"Lepasin!! Jangan ganggu dia!!" sebuah suara yang kukenal membuat wanita itu menjauh.


Nada,, gadis kecilku. Dia sudah datang menjemputku. Pasti dia heran bagaimana bisa aku sampai dalam kondisi begini.


"Om,,, Om kenapa sih kok sampai kayak gini?? Pulang yuk. Udah minumnya!!" Tegasnya saat aku hendak menghabiskan isi gelasku.


"Kita pulang sekarang!!" tegasnya lagi dan tak ku protes sama sekali.


Ku biarkan ia mengambil dompetku dan membayar tagihan minumanku. Ku percayakan tubuh ringanku ini padanya. Terserah mau kebawa ia membawaku. Gadis kecilku ini memang selalu bisa ku andalkan.


Aku tau ia pasti sangat bersedih melihatku seperti ini. Aku yang selalu berpura pura tegar di depannya kini tak lebih hanya seonggok daging hidup yang menyedihkan.


Maafkan om Ody Nada sayang,,, Tapi cinta ini benar benar membunuhku. Om begitu hancur sejak berpisah dengan tante Valencia. Om sudah berusaha keras melupakannya demi menjaga perasaanmu,, tapi om gagal. Om masih dibutakan oleh cinta dan obsesi om padanya,,,


Semoga kelak kamu mengerti sayang,,,,


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...

__ADS_1


__ADS_2