I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Stay With Me


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


Tante Valencia meninggalkan rumah ini dengan menghentakkan kakinya kesal. Bayangkan bagaimana rasanya terusir dari rumah sendiri?? Sebenarnya diam diam aku merasa kasihan juga padanya. Ku pandang om Ody yang memilih sama sekali tak memandangi kepergian tante Valencia.


Mungkinkah ia terluka dengan keputusannya sendiri??


“Om,,,” panggilku hingga akhirnya lelaki itu pun menoleh.


Bisa kulihat sorot mata itu menyiratkan kesedihan yang teramat sangat. Om Ody perlahan menghampiriku. Kemudian mendekapku dengan erat. Tak ku pungkiri aku suka diperlakukan seperti ini olehnya terutama saat saat menyedihkan seperti ini. Bagiku, seperti mendapat kekuatan baru.


“Bagaimana perasaanmu sayang? Jangan sedih berlarut larut ya. Kamu masih muda. Masih panjang jalannya. Hilang satu tumbuh seribu. Bukan begitu kata pepatah?” Om Ody melepas pelukannya dan memberikan senyuman terbaiknya.


Om,, Jangan pura pura tegar begini. Aku tau om hanya berusaha menghiburku saja,,,


"Om,,," lirihku namun dengan cepat om Ody memotongnya.


"Om baik baik saja. Jangan khawatirkan om." om Ody menepuk bahuku.


Tentu saja aku tau dia tidak sedang baik baik saja. Bohong sekali kalau dia bilang begitu. Tapi ya sudahlah,,, aku tak ingin memaksanya mengakui sisi lemahnya.


“Kenapa om tidak mencegah kepergian tante?” akhirnya aku menanyakan hal itu.


“Jawabannya tetap sama seperti apa yang sudah om katakan tadi sayang. Lebih baik om melepasnya agar dia bisa mendapatkan kebebasannya. Tapi,,,," om Ody menghentikan ucapannya membuatku cemas.


"Tapi apa om?" desakku.


"Om juga punya alasan lain.” Tuturnya lirih.


“Boleh Nada tau apa alasan om lainnya?”


Om Ody menatapku dengan intens. Membuatku merasa grogi dipandangi seperti itu.

__ADS_1


“Kamu dan perasaanmu sayang.”ucapnya kemudian.


Hah?? Aku?? Perasaanku? Apa aku gak salah dengar? Tapi kenapa itu bisa dijadikan alasannya melepas tante Valencia??


“Om peduli akan perasaanmu. Kalau om memaafkan dan menerimanya kembali, bagaimana denganmu? Bagaimana dengan perasaanmu? Om bisa saja bersikap seolah semua baik baik saja. Om bisa menutupi semua ini dari orang orang di luar sana. Om juga bisa bersikap biasa pada Nancy yang sudah memberitahu om tentang ini. Tapi om yakin dengan adanya tante di rumah ini, kelak kamu gak akan pernah mau datang lagi kesini.”


Aku diam tapi dalam hati mengiyakan tebakan om Ody itu. Aku memang bukan manusia berhati emas yang akan bisa memaafkan tante Valencia semudah om Ody memaafkannya.


Dan yaa, benar,, Aku juga tak akan mau menginjakkan kakiku di rumah ini selanjutnya. Aku memang sudah berniat begitu karena rumah ini hanya akan mempertemukanku kembali dengan orang yang sudah diam diam menusukku dari belakang.


Paham kan bagaimana rasanya dikhianati orang terdekat kita? Atau hanya aku dan om Ody saja yang paham rasanya seperti apa? Tapi ku doakan kalian semua tidak pernah merasakannya.


Percayalah,, rasanya sakiiiitttt!!!!


“Om sudah kehilangan kepercayaan om pada tante, bahkan juga pernikahan om sudah hancur. Karenanya,,, om gak ingin kehilanganmu juga. Hanya kamu yang tersisa dalam hidup om saat ini.”


Degg!!


Perasaanku auto gak karuan mendengarnya. Apa artinya itu? Aku sudah cukup sulit menduga duga kenapa om Ody menempatkan aku dan perasaanku sebagai alasannya melepas tante Valencia. Dan sekarang ditambah dengan pernyataan ambigu om Ody tentang kehilangan diriku ini.


Om Ody melanjutkan perkataannya.


Om,,,!!! Udah dong main teka tekinya. Nada bingung nih,,,


"Om mohon,,, Stay with me,,,Jangan tinggalkan om. Tetaplah bersama om."


Sumpah deh si om,,, Ngerjain banget kata katanya. Dan perasaan macam apa ini yang aku rasakan saat ini? Kenapa aku serasa melambung dibuatnya. Kenapa bibir ini tersenyum tanpa bisa ku tahan. Dan kenapa,,, Kenapa aku memeluknya??


“Nada akan selalu ada untuk om. Menemani om, memuji om, menyayangi om. Nada gak akan kemana mana.”


Hehhh mulut!!!


Kenapa bahkan bibir ini juga mengatakannya?? Kenapa aku juga malah ikut ikutan main teka teki? Kenapa juga ambigu begini ucapanku??


Om Ody makin mengeratkan pelukannya. Bahkan ia menangis dengan membals pelukanku. Kini tubuh kami menempel erat dan menolak untuk saling melepaskan.


Apa ini wajar??


‘Terima kasih sayang.” Lirihnya sambal tetap memelukku.

__ADS_1


Namun kali ini ia juga mengusap usap punggungku. Menimbulkan sensasi aneh bagiku.


Om,,, Anak gadis ini masih teralu sensitive untuk diperlakukan selembut ini om. Tolong hentikan apa pun yang om lakukan saat ini. Tapi tidak om,, jangan berhenti. Eh???


Entah kenapa ya?? Aneh juga rasanya karena ini bukan kali pertama aku mendapat pelukan disertai usapan di punggung begitu. Si kardus Anton juga pernah melakukannya dulu tapi aku selalu bisa menghentikannya Tapi kenapa saat om Ody yang melakukannya,, aku malah tak ingin semua ini segera usai?


🌸Pov Author🌸


Sementara itu,,di kediaman Nancy, Valencia memaksa penjaga gerbang membukakan pintu untuknya.


"Mamang buka pintu!!!!" hardiknya kesal karena penjaga yang biasanya langsung membukakan pintu untuknya kali ini tak bisa diajak kerjasama.


"Gak bisa non. Saya diperintahkan nyonya untuk menolak kedatangan non Valen." penjaga itu berusaha jujur mengenai perintah Nancy.


"Buka!!!" bentak Valencia.


"Ada apa ini?? Ribut ribut di rumah orang." Nancy yang sudah tau akan kedatangan Valencia, akhirnya tak tahan untuk tidak keluar.


"Nan,,, apa maksud lo kok gue gak lo kasih masuk? Gue butuh tempat Nan. Lihat nih,,, koper gue gede banget." Valencia menunjuk koper besarnya.


"Lo pikir rumah gue penampungan?? Trus lo pikir gue dan lakik gue bakal kasih ijin lo tinggal di sini?" sinis Nancy melirik koper itu.


"Nan,,, gue temen lo!! Dan gue butuh bantuan lo saat ini." tukas Valencia.


"Teman yang datang membawa masalah rumah tangganya tepatnya. Gue gak bisa terima lo di sini. Gue gak mau disangkutpautkan dalam urusan rumah tangga kalian. Udah cukup pagi tadi lakik lo dan ponakan lo nyamperin gue." Nancy tetap menolak.


"Apa?? Mereka datang kesini??" Valencia terkejut kemudian ia seperti menyadari sesuatu di balik masalahnya ini.


"Nancy!! Jangan bilang lo yang bikin gue ketangkap basah hari ini!!!"


"Kalau iya kenapa?? Gue ogah ya berurusan lagi sama mereka. Udah cukup ponakan lo itu nemuin gue sama Anton di kontrakan Anton. Gue gak mau tambah ribet lagi dengan lakik lo yang nyariin lo ke gue gegara gue teman lo!!!"


"Keterlaluan lo ya,,," Valencia kesal dan merasa dikhianati.


"Mulai sekarang,,, lo bukan teman gue!!! Pergi dari rumah gue!!" usir Nancy lalu meninggalkan Valencia tetap berdiri di luar pagar tanpa jawaban.


"Sial,,, Gue harus kemana lagi nih??" gerutunya.


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2