I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Kata Sandi


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Ody🌸


Hari masih begitu pagi saat ku sadari Valencia sudah tidak ada di sampingku. Kemana dia? Seingatku semalam ia menyusul dan tidur di sebelahku tapi sepagi ini sudah tidak ada.


Tidak biasanya ia bangun pagi. Dulu juga selalu aku yang membangunkannya. Itu pun setelah aku selesai menyiapkan sarapan untuknya. Apa dia marah atau kecewa padaku?


Semalam ia meraba raba diriku dan mengajak untuk kegiatan yang lebih intim lagi tapi ku tolak dengan alasan aku lelah. Dan sekali lagi, aku masih aman dengan status kami yang masih menggantung. Aku harus menunggu hari sidang yang sudah ditentukan untuk bisa datang bersamanya dan menyatakan bahwa kami berubah pikiran. Kami akan meminta untuk hakim tidak melanjutkan perkara kami.


Itu membuatku senang karena aku jadi bisa menolaknya dulu. Padahal itu hanya alibiku. Aku tidak bisa menjamahnya atau melakukan tugas suami di ranjang saat pikiranku kacau begini. Aku tidak akan bisa saat hatiku bahkan berada di tempat lain.


Sebaiknya ku cari Valencia,,, Ini baru jam 6 pagi dan tidak biasa baginya sepagi ini sudah beraktifitas.


Aku bergegas turun ranjang. Tapi kemudian baru dua langkah, aku berhenti.


Sebaiknya aku coba hubungi Nada lagi. Mumpung Valencia gak ada. Siapa tau pagi ini ponselnya sudah bisa dihubungi. Siapa tau ia sudah tidak sibuk lagi,,,


Dengan semangat ku tekan opsi panggil di ponselku. Berharap besar akan tersambung. Namun lagi lagi aku harus menelan kekecewaan dan merasakan kecemasan lebih besar lagi saat lagi lagi hanya suara operator yang terdengar.


Sebenarnya Nada kemana,, kenapa dia??


"Eh,, sudah bangun rupanya kamu sayang. Yuk sarapan dulu. Aku sudah selesai buat sarapan."


Suara Valencia yang tiba tiba masuk mengejutkanku hingga otomatis aku bergerak menyembunyikan ponselku. Tapi tampaknya Valencia melihat gerakanku itu.


"Telpon siapa pagi pagi begini sayang?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Eh,,, Eh,,, anu,,, eh,,, Aku,,, Bukan telpon. Aku cuma cek jadwalku hari ini. Dan,,, Dan ternyata hari ini aku ada jadwal meeting di luar kota. Sekalian meninjau anak cabang di sana. Kamu gak apa apa kan aku tinggal sendirian di rumah??" aku mempercepat ucapanku agar tak terlihat nada kebohongan di dalamnya.


Valencia masih mengerutkan dahinya mencoba menelaah kata kataku tapi tak ku biarkan begitu saja dirinya makin berpikir jauh.


"Kamu bilang kamu sudah buat sarapan?? Wahhh,,, ini pertama kalinya kamu buatin aku sarapan setelah bertahun tahun kebersamaan kita. Aku gak sabar ingin memakannya. Aku mandi dulu kalau begitu ya."


Langsung kutinggalkan dirinya. Tak lupa ku bawa serta ponselku ke dalam kamar mandi. Aku tak mau ia mengecek kebenarannya. Ponselku tidak bersandi dan sekarang mau tidak mau aku harus pakai sandi.


Aku jadi sibuk memikirkan kemungkinan angka demi angka yang tidak bisa ditebak oleh Valencia. Tapi sepertinya aku tak menemukan angka berapa yang bisa ku ingat dengan gampang dan Valencia tak berpikir itu akan jadi kata sandiku.


Hah,,, malah pusing kan! Tanggal lahirku? Valencia pasti tau. Tanggal lahirnya juga pasti dengan mudah dia bisa menebak. Jadi angka apa dong???


Baiklah,,, Jangan pakai angka. Pakai kata saja. Ku ketik huruf demi huruf hingga terbentuk satu kata yang ada dalam otakku. 9 huruf yang terbentuk itu tidak mungkin terpikirkan oleh Valencia.


ESMERALDA,,, yang merupakan nama belakang dari Nada kupakai sebagai kata sandi ponselku. Bukan nama yang tak diketahui Valencia namun ia pasti tak menyangka aku memakainya.


"Kamu mandi atau ngapain di dalam? Kok gak ada suara air sama sekali? Sarapannya keburu dingin kalau kamu kelamaan di kamar mandi sayang."


Teriakan Valencia mengejutkanku. Gara gara fokus buat kata sandi, aku sampai lupa misiku sebenarnya mau apa.


"Ok. Cepat ya."


"Yaaaa." aku bernapas lega setelah ia menjauh dariku.


Kenapa makin kesini aku malah seolah main kucing kucingan darinya. Memakai sandi di ponsel bukanlah gayaku. Aku bukan Valencia yang selalu punya rahasia hingga ponselnya memang selalu bersandi. Aku selalu merasa tak punya sesuatu yang harus ku tutupi dari pasangan, karenanya ponselku selalu bebas akses.Dulu aku kesal tiap kali melihat ponselnya begitu, sekarang malah aku ketularan.


Gara gara Nada,,, Gadis itu benar benar merubah hari hariku.


Aku buru buru mandi dan menyelesaikan ritualku di kamar mandi. Tak ingin membuat Valencia kesal karena terlalu lama menungguku. Meski aku juga sebenarnya tak begitu lapar atau tertarik dengan menu sarapan yang dibuatnya. Aku bahkan tak ingin tau ia buat menu apa.


Perutku tak merasa lapar semenjak kehilangan kabar Nada. Gadis itu adalah mood boosterku dan selera makanku juga. Bersamanya selalu membuatku lapar dan tertantang untuk berkreasi dengan masakan dan makanan baru. Tingkahnya yang selalu doyan makan seolah memacu semangatku.


Ah,,, aku benar benar merindukannya,, Bisa tidak bisa aku harus bisa menemukannya. Lagipula, kebohonganku tadi juga sudah berhasil kukatakan pada Valencia. Aku tidak benar benar ada meeting atau meninjau anak cabang. Itu hanya akal akalanku saja agar aku bisa mencari Nada di kotanya.

__ADS_1


Setidaknya tidak keseluruhannya adalah bohong kan? Aku memang akan keluar kota hehehe,,,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌸Pov Valencia🌸


Ody aneh,, gerak geriknya mencurigakan sekali. Menolakku sampai beberapa kali?? Ini bukan dirinya. Dia sangat menginginkanku selama ini. Jadi seharusnya ia sangat senang sudah kutawari. Bukan malah menolak,,, Ada yang salah ini!!


Dia juga membawa ponselnya ke kamar mandi. Tidak biasanya begitu. Dia adalah makhluk tuhan yang paling tidak peduli dengan ponselnya. Kenapa sekarang seolah ada yang disembunyikannya di ponselnya itu??


Apa yang sudah ku lewatkan?? Baru juga 2 bulan berpisah dengannya kenapa aku merasa aku tak mengenalinya lagi??


Mungkinkah ada wanita lain??


Sepertinya aku bergerak cepat. Aku tidak boleh memberikan ruang untuk wanita mana pun mendekatinya. Hartanya hanya akan jadi milikku. Aku gak rela berbagi dengan wanita lain. Enak saja!!!


Kalau begini kondisinya,,, Rencana dan skenario hamilku harus kupercepat. Aku harus bisa membawanya tidur bersamaku sekali saja agar ia percaya.


"Hai,,," sapa Ody yang sudah turun dan menghampiriku di meja makan.


Hai?? Sapaan macam apa itu? Kenapa ia kaku sekali kepadaku?


"Ayo sarapan dulu." ku lengkungkan senyumku agar ia tak curiga bahwa aku tengah mencurigainya.


Ku ambilkan nasi goreng yang sebenarnya bukan buatanku ini. Aku membelinya semalam lewat online dan ku panaskan saja pagi ini. Aku sudah bela belain bangun pagi dan pura pura memasak untuknya hanya demi membuatnya percaya bahwa aku sudah berubah dan layak kembali padanya.


Perkara nanti setelah berkuasa lagi ya apa kata nanti lah hahaha,,,


"Cobain nasgor buatanku ya. Pasti kamu suka." senyumku makin mengembang saat menyerahkan piring itu kepadanya.


Ody hanya tersenyum kecil. Aku kesal!!!


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,...


__ADS_2