I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Om,,, Di mana???


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


"Sayang,,, Maafin tante ya sayang. Bangun sayang. Buka mata kamu."


Aku mendengar suara serak penuh rasa penyesalan dan itu memaksaku untuk mengumpulkan semua kesadaranku. Ku buka mataku yang terasa berat ini.


Seingatku,,, aku berada dalam dekapan om Ody tadi sesaat sebelum kurasa dunia ini menjadi gelap dan tubuhku begitu ringan. Aku pingsan.


Ya,, tadi aku pingsan.


Dan sekarang,,, orang yang membuatku pingsan tengah mengiba memintaku membuka mata. Entah dari mana datangnya kekuatan itu,,, aku yang masih lemah ini bisa menepis tangannya yang terus menggenggam jemariku.


"Lepaskan!!'


"Nada. Kamu sudah bangun sayang. Syukurlah. Tante khawatir." serunya senang dan mengabaikan tindakan kasarku tadi.


Tangannya kembali mendekat untuk menyentuh kepalaku namun aku berhasil menggeser kepalaku agar tak bisa dijangkaunya. Sebenarnya itu membuat kepalaku pusing tapi tak apalah daripada harus disentuh tangan kotornya itu.


Ya tuhan,,, salahkah aku kalau sekarang aku begini?? Aku memandangnya hina. Seorang yang telah berjasa besar dalam hidupku kini hanya kupandang sebelah mata. Jijik rasanya,,,


Durhakakah aku tuhan?


Tante Valencia memandangku dengan tatapan sayu. Aku bisa menerka apa yang ada dalam kepalanya saat ini.

__ADS_1


Dia pasti sudah merangkai banyak kata selama aku pingsan tadi. Dan sekarang dia akan meluncurkan semuanya dengan harapan aku bisa mengerti apa alasannya melakukan semua itu. Tapi tidak,,, ratusan alasan pun,,, ribuan kalimat pun tidak akan bisa ku terima. Tidak ada yang bisa kubenarkan dari tindakannya kali ini!!


"Nada,,, Tante tau kamu marah sama tante. Tapi ijinkan tante,,,"


"Tidak. Jangan menjelaskan apa apa. Jangan lagi memintaku mengerti apa alasannya." potongku cepat.


Kulihat tante Valencia menelan ludahnya dengan berat. Itu artinya aku berhasil mematahkan semua yang ingin diutarakannya.


"Apa yang harus tante lakukan untuk bisa membuatmu memaafkan tante sayang?" tanyanya kemudian.


"Tidak ada! Lagipula siapa yang bilang bahwa aku akan memaafkan tante?? Memangnya apa yang kudapat dengan memberi tante maaf? Hubungan kami sudah hancur. Pernikahan kami juga gagal. Dan satu lagi,,, maaf itu gak akan mengembalikan status keperjakaannya. Itu tidak bisa ku toleransi!! Ngerti???!!!"


Tuhan,,, Aku sudah kehilangan kesopananku. Ibu,,, maafkan Nada yang mungkin terkesan kurang ajar pada adik ibu itu. Tapi Nada benar benar tidak bisa menerima semua ini.


"Tante akan kehilangan semuanya kalau kamu tidak mau memaafkan tante. Om Ody bilang kalau kamu mau memaafkan tante, maka dia juga akan memaafkan tante. Apa kamu tidak ingin tante tetap bersamanya sayang? Tante bukan siapa siapa tanpanya sayang. Tante gak mau kehilangan dia. Jadi tolong,,, maafkan tante agar tante juga punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya."


Cihhh,,,pertanyaan macam apa itu?? Dia menanyakan apakah aku tak memikirkan nasibnya?? Hellooo,,,,apa kabar dengan aku?? Pernah memangnya dia memikirkanku sebelum melakukan semua itu???


"Nada!! Tante gak pernah ajari kamu jadi anak kurang ajar begini ya. Seburuk buruknya tante,tapi tante gak pernah ya sekalipun mengajarimu bicara seperti itu." rupanya aku membuatnya marah.


"Memang tidak pernah. Tapi kelakuan tante sendiri yang membuatku kehilangan rasa hormat pada diri tante." sinisku.


"Satu hal yang harus kamu tau,,, Tante dan Anton tidak melakukannya setelah kamu membawanya ke rumah. Jauh sebelum itu pun kami sudah punya hubungan. Jadi jangan hanya menumpahkan semua kesalahan itu pada tante. Mana tante tau dia pacar kamu???"


Waaah,,, ini perempuan makin songong saja!!!


"Terlepas dari dia itu pacarku atau bukan,,, aku tetap tidak memaafkan tante. Tante mengatakan kejujuran yang makin membuatku hilang respect!!! Bangga sekali ya tante mengakui bahwa hubungan kalian bukan mulai dari aku membawanya pulang melainkan sudah dari dulu. Bangga sekali ya jadi istri yang berkhianat. Bangga sekali ya jadi wanita murahan!!!"


Plaaakkk,,,


Tangan kotor itu menampar pipiku dengan kerasnya. Bukannya merasa bersalah atau sadar dengan perbuatannya tapi ia malah makin menjadi jadi dan membuatku benar benar membencinya.

__ADS_1


"Puas sudah menamparku?? Puas sudah menodai hubunganku?? Puas sudah duluan merasakan yang seharusnya jadi milikku?? Puas sudah membuatku membencimu???" makiku dengan teriakan teriakan yang sudah tak bisa kukendalikan lagi.


Aku marah!! Aku kecewa!!! Aku benci!!!!


Tante Valencia tak lagi menjawab. Ia juga tak lagi menamparku. Aku hanya melihat genangan airmata mulai turun membasahi pipi putihnya yang memerah menahan amarah.


Menangisi apa?? Kegagalanmu meminta maaf padaku?? Atau menangisi semua kekhilafanmu selama ini? Menangis karena akan kehilangan semuanya atau menangis karena sudah sadar???


"Tante selalu menyayangimu Nada. Sejak kamu masih dalam kandungan ibumu, sejak kamu lahir hingga detik ini pun tante masih selalu menyayangimu. Tapi lihat dirimu,,, seperti ini kamu memperlakukan tante. Tante yang mengabaikan kebahagiaan tante sendiri demi bisa menghidupimu." ucapnya disertai isakan.


Aku terpancing untuk mendengar kata selanjutnya karena jujur aku tidak pernah sekalipun mendengarnya mengungkit hal ini.


"Om Ody,,, dia satu satunya pacar terkaya tante yang tante yakin bisa menerima dan tidak akan pernah kehabisan uang untuk bisa menerimamu dalam hidup tante. Karenanya,,,meski tante tidak mencintainya, tapi tante memilihnya. Demi kamu!!!"


Bohong!!! Itu bohong!!!


"Stop tante!! Jangan diteruskan lagi. Tante tidak melakukannya demi aku. Tante juga menghabiskan uangnya untuk membayar para lelaki pemuas naf*su tante itu. Jadi jangan sok bersih atau sok menjadi yang paling tertindas di sini. Di sini tante penjahatnya!!! Dan aku,,, om Ody,,,kami adalah korbannya."


"Apa sesulit itu untuk kamu bisa memberikan kata maafmu untuk tante? Setelah sekian tahun tante merawatmu??? Apa tidak bisa kamu sedikit menunjukkan budimu??"


Tuhan,, Ibu,,, Akhirnya semuanya diungkit. Tante Valencia memintaku berbalas budi dengan memaafkannya sementara itu adalah hal terbesar yang tak bisa kuberikan padanya. Aku tak pernah memintanya membawaku bersamanya. Aku hanya menurutinya saat di pemakaman ayah dan ibu. Kalau aku tau akan seperti ini endingnya,,, mungkin saat itu ku tolak ajakannya.


Adilkah semua ini untukku??


"Baiklah,,, terserah kamu saja kalau begitu. Kalau dengan melihatku dicampakkan oleh Ody menjadikanmu bahagia,,, baiklah,,, sekali lagi akan kubahagiakan dirimu Nada!!!"


Ucapan yang terasa bagai pisau sindiran itu diucapkan tante Valencia sebelum ia meninggalkan kamarku. Entah kemana ia sekarang. Mungkin mencari om Ody.


Om Ody,,, Om di mana?? Nada butuh pelukan hangat om lagi saat ini. Nada butuh saran dari om saat ini. Haruskah Nada memaafkannya om? Jika Nada mau memaafkan tante,, apakah om bahagia? Dan jika Nada tak memaafkannya,,, Apakah om akan melanjutkan hidup dengan terus menanggung seribu luka?? Masih inginkah om hidup bersamanya yang sudah sangat melukai perasaan kita??? Om,,, Om di mana???


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2