I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Bertemu Lagi Dengannya


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


"Astaga!! Aku kesiangan. Jam berapa ini???"


Mataku yang sebenarnya masih sangat berat untuk dibuka itu kupaksa untuk menajamkan daya pandangannya ke arah jam dinding.


"Hah,,, jam 10. Anak gadis macam apa ini jam segini belum bangun??" omelku pada diriku sendiri.


Namun sejenak kemudian saat ku regangkan tubuh dan kembali merasakan nyaman dan lembutnya bantal dan selimutku ini, aku memilih mengabaikan tingkah lakuku sendiri yang bangun kesiangan.


Aku malah tetap rebahan dan menarik kembali selimutku. Merapatkannya kembali. Tapi baru saja mata ini terpejam, otakku bekerja.


"Tante Valencia!!!"


Ku buang selimutku dan mencari cari keberadaan ponselku. Aku ingat semalam tante Valencia belum pulang tapi sudah ku kirimi pesan. Sudah dibalaskah?? Sudah pulangkah ia?


Lumayan susah menemukan benda pipih itu saat benar benar ku butuhkan begini. Salahku sendiri sih yang selalu suka asal lempar kemana saja. Ketika ku angkat bantalku, aku merasa lega. Benda itu bersembunyi di sana rupanya.


Tapi baru sejenak merasa lega, hatiku kembali dilanda kecemasan. Tante Valencia bahkan belum menerima pesanku itu. Terbukti dari tanda centang yang berwarna abu abu dan hanya satu saja centangnya.


"Tante kemana sih? Gak biasanya slow respon begini." Jujur otakku mulai berpikiran bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi. Tetap saja aku mencemaskan keadaannya.


Ku putuskan segera ke kamar mandi dan berbenah diri. Om Ody mungkin sudah ke kantor dari tadi. Dia pasti tak ingin membangunkanku apalagi semalam aku memang masuk kamar lumayan lama berselang darinya.


Selesai berbenah diri, aku keluar kamar dengan harapan bisa menemukan tante Valencia di rumah. Aku mencari cari di semua ruangan rumah ini.


Lalu mataku menangkap sosok yang berdiri membelakangiku dengan posisi mengusap usap sebuah foto pernikahan yang dicetak dalam ukuran jumbo dan dibingkai dengan kayu berwarna hitam bertabur keemasan.


Om Ody,,,


Entah kenapa hatiku bersedih sekali melihatnya seperti itu. Kumpulan perasaan sedih, terluka, merasa bersalah karena ulah tante Valencia mulai menyerangku. Serba salah!! Keduanya adalah orang orang terdekatku. Aku menyayangi keduanya dan aku juga akan ikut terluka untuk keduanya.


Bahu yang bergetar itu tiba tiba berbalik arah dan mata kami beradu pandang.


"Nada sayang,,,"

__ADS_1


Astaga,,, Om Ody menangis!!


Ada apa ini??


Terjadi hal burukkah pada tante Valencia?? Kenapa om Ody mengusap usap foto pernikahan mereka dengan disertai tangisan?? Kenapa?? Tante Valencia mana??


Berbagai macam pertanyaan menghampiriku sampai aku sendiri tidak bisa mengucapkannya satu persatu. Aku hanya berdiri kaku terlebih saat om Ody berjalan mendekat dan memelukku tetap dengan tangisannya.


Tanganku ingin mengusap punggungnya tapi kenapa tangan ini kaku??


"Tante belum pulang sayang. Om sudah berusaha menghubunginya berkali kali tapi tidak tersambung. Om cemas sayang. Gak biasanya tante seperti ini." suara berat itu keluar dan sekaligus menjawab segala pertanyaanku.


Akhirnya tanganku tak lagi kaku. Aku bisa menggerakkannya untuk mengusap punggung yang biasanya selalu tegak berdiri namun kali ini terasa begitu lemah.


"Nada juga sudah berusaha mengirim pesan pada tante tapi tidak ada respon. Sepertinya ponsel tante kehabisan baterai om."


Om Ody melepas pelukannya. Menatapku intens.


"Mau temani om cari tante?" tanyanya kemudian.


Aku mengangguk cepat. Tentu saja aku mau. Dengan begitu aku juga bisa segera dapat kabar tentang tante Valencia.


"Terima kasih sayang. Maaf malah merepotkanmu. Maaf saat kamu libur kuliah bukannya bisa santai tapi malah harus ikut ribet begini."


"Kalau begitu,,, Om siap siap dulu." pamit om Ody.


"Tapi apa om tidak kerja hari ini?" tanyaku sebelum kami benar benar pergi.


"Ini kan hari Minggu sayang. Tapi meski ini hari kerja, om juga akan tetap memilih mencari tante."


Aku tepuk jidat. Aku lupa ini hari Minggu. Aku pun lantas nyengir kuda. Hehehe,,,,, Maaf om, lupa. Om Ody mengusap usap kepalaku dan menyuruhku bersiap siap juga.


Lima belas menit kemudian kami sudah berada dalam mobil om Ody. Om Ody tampaknya yakin dan tau harus mulai mencari dari mana. Kupercayakan saja arah dan laju mobil ini pada sang empunya. Sepanjang perjalanan kami hanya diam tanpa kata.


Om Ody berbelok ke sebuah komplek perumahan yang tampaknya pemiliknya adalah para pemilik dompet tebal. Terlihat dari mobil yang terparkir di setiap halaman rumah rumah itu. Ada yang punya dua bahkan tiga mobil sekaligus.


Om Ody menghentikan mobilnya di rumah bernomer 90.


"Ini rumah siapa om?" kali ini aku tak tahan untuk tidak bertanya.


"Ini rumah tante Nancy. Sahabat tantemu. Biasanya mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Siapa tau dia tau keberadaan tante. Yuk kita turun." ajak om Ody.


Aku mengangguk saja mengiyakan dan membuka seatbelt serta pintu mobil. Turun lantas berjalan mendampingi langkah om Ody.

__ADS_1


"Nyonya ada?" tanya om Ody pada penjaga pintu yang menghampiri kami di pagar.


"Ada tuan. Tapi maaf, tuan siapa ya? Biar bisa saya sampaikan pada nyonya." tanya penjaga itu sopan.


Tapi belum juga om Ody menjawab, suara seorang wanita setengah berteriak membuat kami menoleh ke sumber suara namun kami tak menemukan sosok pemilik suaranya. Sepertinya sih berada di balik rerimbunan taman bunga di halaman rumah ini.


"Siapa mang Ujang??" tanyanya.


"Ini Nya, katanya cari nyonya." jawab penjaga ikut berteriak agar wanita yang dipanggilnya nyonya itu mendengarnya.


"Ng,,, siapa ya nama tuan?" kemudian ia memelankan suaranya bertanya pada om Ody.


"Ody. Suaminya Valencia."


"Oh ya ampun. Suaminya non Valen toh. Maaf, mamang gak tau tuan." penjaga itu tampaknya mengenal tante Valencia.


"Gak apa apa mang. Silahkan sampaikan pada Nancy ya." pinta om Ody.


"Iya tuan."


Penjaga berlarian menuju sumber suara wanita bernama Nancy itu. Terus terang meski kata om Ody, wanita itu adalah sahabat tante Valencia, tapi sepertinya aku belum mengenal atau pernah bertemu dengannya.


Mendengar namanya saja juga baru sekali dari om Ody tadi.


Sesaat kemudian sesosok wanita berjalan menghampiri kami. Aku memicingkan mataku. Berusaha mengenali sosoknya yang ku rasa tidak asing.


Pernah ketemu di mana ya???


"Ody,,, Ada apa ya??" sapanya tanpa memperhatikan aku yang terus berusaha mengenal dan mengingatnya.


"Maaf Nancy kalau aku sudah mengganggu minggumu. Kami,,, Nada keponakan Valencia dan aku cuma mau tanya apa kamu tau Valencia di mana?" om Ody bertanya sekaligus mengenalkanku padanya.


Itu membuat mata kami bertemu. Dan,,,


"Kamu???!!!!"


Satu kata yang sama keluar dari mulut kami berdua. Membuat om Ody tentu bingung apalagi kata itu kami ucapkan dengan nada kesal dan tidak senang karena kami harus bertemu lagi.


Wanita itu adalah wanita di kamar si kardus!!!!


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...

__ADS_1


__ADS_2