I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Darah Perawan


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Valencia 🌸


Kurang ajar!! Sialan!! Berani kamu menyebut namanya saat kita sedang ber*cinta begini!!!!


Ingin rasanya kudorong tubuh Ody yang terkulai lemas diatasku ini. Setelah pergulatan panjang kami dan pada puncaknya ia membuatku kehilangan semua kenikmatan yang baru saja juga ikut ku reguk.


Tidak kupungkiri, setelah lama tak melakukannya dengannya, ia makin hot saja. Ia tak kalah dengan pacar pacarku di luaran. Ia melakukannya dengan sangat baik. Entah itu karena pengaruh obat atau memang dia selalu begitu.


Tapi sialnya,, saat semua sudah tuntas, bukan namaku yang disebutnya. Ia berani menyebut namanya!!!


Nada??? Kenapa namanya?? Memangnya mereka pernah melakukannya?? Aku tidak percaya. Meski aku membencinya saat ini saking rasa malu yang menggunung dan tak mampu kubendung,,, tapi aku yakin keponakanku itu gadis baik baik yang tak sehina itu mau melakukannya dengan om nya sendiri. Notabene, suamiku.


Nada tidak semurah diriku. Tidak segampang diriku. Aku tau itu. Ia juga hanya menyayangi Ody sebatas anak dan ayah saja. Itu pun juga karena hanya Ody, lelaki yang bisa menggantikan posisi ayahnya yang sudah meninggal.


Tapi tidak hubungan hati dan terlarang seperti ini. Tidak!! Ody pasti hanya mengigau. Atau mungkin,,, ada Nada Nada lain di luar sana?? Mungkinkah Ody begitu? Setauku, ia adalah satu satunya lelaki setia di muka bumi ini. Segitu hancurnyakah dirinya setelah bercerai denganku hingga ia mulai mencari pelampiasan dengan wanita wanita di luar sana? Lalu kalau sudah begitu,,, apa bedanya kamu denganku Ody?? Hmmm,,, akan ku cari tau!!


Tak apalah,, jangan itu dipusingkan dulu. Lebih baik fokus dulu pada rencana kehamilan palsuku. Perbuatan Ody malam ini akan membuatnya tak mengingkari kehamilanku adalah hasil perbuatannya.


Tubuh Ody bergerak perlahan. Ku kira akan melepaskanku namun nyatanya tidak. Ia kembali menciumi dan mengexplore diriku lebih jauh lagi. Bisa kurasakan batangannya yang masih menancap didalamku, kembali mengeras.


Sepertinya aku kebanyakan memberi obat dalam air putihnya tadi hehehe,,,


Akan ku layani lagi suami bodoh dan linglungku ini. Aku akan menjadi siapa pun wanita yang jadi fantasinya saat ini. Siapa tau, akan ada nama lain lagi yang keluar nantinya. Itu akan memudahkanku dalam mencari tau nantinya.


Ia kembali beraksi. Bahkan lebih hot dari yang sebelumnya. Ia menekan, mendorong, menarik kembali, membolak balikkan tubuhku seperti tempe goreng. Aku kewalahan tapi tak ku pungkiri aku puas dengan apa yang dilakukannya malam ini.


Kuhempaskan semua rasa ingin disentuh selama ini. Aku mengikuti dan mengimbangi permainan liarnya. Aku bahkan tak peduli jika nantinya ia akan menyebut nama wanita lain lagi.


Masa bodoh!! Yang jelas setelah ini, akulah pemenangnya.


Malam itu, berkali kali kami melakukannya hingga akhirnya kami berdua sama sama kelelahan dan terkulai lemas. Kuda liarku akhirnya menghentikan larinya. Kami tertidur pulas. Sangat pulas sampai keesokan harinya, matahari bangun lebih dulu.

__ADS_1


🌸Pov Ody🌸


Mataku menyipit melawan sinar matahari yang sudah memaksa masuk ke kamar. Aku pasti kesiangan. Kepalaku terasa pusing dan aku kelelahan. Tubuhku pegal pegal dan seperti dilolosi tulang tulangnya. Belum lagi lengan kananku yang terasa berat seperti ditindih sesuatu.


Aku bergerak dan terkejut mendapati lenganku ditindih oleh kepala Valencia. Ku intip perlahan ke dalam selimut.


Ah,,,!!! Kenapa harus begin? Kenapa melakukannya??


Aku sungguh tidak suka mendapati kondisi kami yang sama sama polos di dalam selimut ini. Tidak perlu bertanya lagi juga aku sudah tau apa yang terjadi mengingat semua tubuhku terasa lelah.


Yang aku herankan hanya kenapa aku bisa sampai lolos kendali??


Dengan kesal ku singkap selimut ini dan menarik lenganku yang ditindih kepalanya. Valencia hanya bergeser tanpa berniat bangun. Sepertinya ia merasa kelelahan juga sepertiku. Mungkin aku sudah membantainya semalam.


Kasihan juga dia,,,


Tapi tenang saja. Yang kutakutkan gak akan terjadi. Meski dokter Johan bilang kondisiku sudah membaik dan sudah memberiku segala macam obat yang makin menunjang performaku, tapi aku hanya membuangnya. Tak sebutir pun ke telan obat darinya.


Jadi Valencia tidak akan hamil. Ia tak akan bisa mengekangku yang kini tengah dilanda kegalauan hati. Aku yang bahkan tak mengenali diri ini lagi semenjak separuh jiwaku pergi.


Nada,,, Om kangen.


"Valen!!! Darah apa ini???" seruku dengan sedikit membentak membuat Valencia terkejut dan langsung bangun dan terduduk.


"Darah?? Darah apa??" tanyanya masih setengah sadar.


"Itu!! Kenapa ada darah di seprai kita. Siapa yang terluka??" tanyaku sambil mengecek tubuhku sendiri yang masih polos ini.


Tak ada luka di tubuhku. Berarti itu darahnya.


"Oh,, ini. Iya ini darah. Darahku." ucapnya sembari tersipu malu membuatku heran.


"Kenapa kamu berdarah??" selidikku.


Aku sungguh tak ingin sampai menyakiti fisiknya dan itu akan membuatnya merasa bisa meminta tanggung jawab lebih dariku yang sudah menyakiti fisiknya.


"Oh, kamu sedang haid?? Kenapa gak bilang saja? Kan kita tidak perlu melakukannya dulu."


Akhirnya aku sampai pada pemikiran sesederhana itu. Valencia kan wanita normal yang usianya masih belum mencapai usia menopause.

__ADS_1


"Nggak kok. Aku gak sedang haid." jawabnya membuatku kembali keheranan.


"Lalu ini darah apa? Kamu terluka?" akhirnya ku buang gengsiku untuk tidak terlihat memperhatikannya.


"Luka?? Bukan sih. Ini hal yang wajar kok sayang. Kamu gak usah takut. Aku tau kamu pasti shock karena ini baru pertama kalinya bagimu melihatnya."


"Kamu ngomong apa sih??" aku mulai gak sabar.


"Darah ini adalah bukti baktiku kepadamu sayang."


Dahi dan alisku pasti sudah menempati posisi masing masing ketika otak ini sedang berputar mencoba menelaah kata katanya. Kurasa Valencia tau aku tak paham. Ia kemudian menyambung kalimatnya.


"Ini adalah darah keperawananku sayang. Demi membahagiakanmu, diam diam aku melakukan operasi untuk menyempitkan milikku. Supaya kamu tau sensasi dan rasanya ketika melakukannya dengan seorang gadis."


Sampai di situ aku merasa langit tiba tiba mendung dan kilat tiba tiba menyambar telingaku. Aku linglung,,, Aku bahkan terhuyung nyaris ambruk. Untungnya nakas kecil di tepi ranjang mampu menahan berat tubuhku.


"Sayang,,, kamu kenapa?" Valencia terlonjak kaget langsung membantuku kembali ke ranjang.


"Aku ambilkan minum dulu." serunya setelah membantuku duduk.


Ia segera kembali dengan segelas air putih yang diambilnya dari tempat minum yang berada dalam kamar kami. Segera ku terima dan kuhabiskan agar otakku kembali cepat bisa diajak berpikir.


"Jadi itu darah keperawanan??" ulangku lirih.


"Iya sayang. Maaf aku membuatmu takut ya?"


"Setiap gadis yang pertama kali melakukannya akan berdarah begini??" sekali lagi aku bertanya.


"Seharusnya demikian."


Jawaban itu membuatku lemas lagi. Valencia jadi panik dan segera berpakaian. Ia juga membantuku mengenakan kembali pakaianku. Sepertinya ia akan menghubungi dokter untuk memeriksa kondisiku. Aku yang sudah shock itu hanya diam menurut.


Jadi malam itu,,, Om dan kamu??? Kita,,, Kita melakukannya sayang?? Nada sayang,,, inikah alasanmu pergi dari om??


Jika Valencia sibuk mencari dokter,, maka aku sibuk menyalahkan diri atas apa yang baru kusadari.


Bodoh,,, kamu bodoh Ody!!!


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,...


__ADS_2