I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Semua Salah Kamu


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


"Nada jangan gini dong. Tante cuma seminggu saja kok di Singapura."


Valencia membujuk Nada yang tak kunjung melepaskan pelukannya menjelang keberangkatan Valencia ke Singapura. Valencia takut ketinggalan pesawat kalau Nada terus seperti ini.


"Lepasin tante Valen ya sayang. Kan masih ada om Ody yang jagain Nada di rumah selama tante gak ada. Oh ya,,, Katanya Nada pingin tante cepat punya adik bayi biar ada yang nemenin Nada main kan??" tanya Ody yang sebenarnya ujung ujungnya juga cuma membujuk Nada.


Nada menoleh ke arah Ody dan mengangguk.


"Nah ini tante mau ke dokter dulu. Persiapan biar cepat punya adik bayi."


"Beneran tante??" tanya Nada seraya menengadahkan wajahnya ke arah Valencia.


"Ii,,,Iya bener sayang." Valencia agak gugup karena sebenarnya tidak bisa atau sulit berbohong pada Nada.


"Yeeaaaayyyyy,,, Nada bakalan segera punya sepupu bayi."


Nada melepaskan pelukannya dan kegirangan. Berbeda dengan Valencia yang makin merasa serba salah. Ia hanya ingin mengelabuhi Ody tapi ia tak ingin memberi harapan palsu untuk Nada.


Beberapa saat kemudian terdengar suara lembut penuh wibawa sang operator yang mengingatkan pesawat akan segera diberangkatkan.


"Ii,, Itu pesawatku." Valencia masih agak gugup.


"Iya beb. Ya udah kamu masuk duluan gih. Hati hati dan ingat berkabar setibanya di sana ya." pesan Ody lalu memeluk dan mencium lembut kening Valencia.


"Aku titip Valen ya Nan,,," ucap Ody pada Nancy.


"Beres. Bakalan gue jagain nyonya lo." Nancy si biang kerok atas semua ide gila ini pun menyanggupi.


"Thank you Nan."


"Sippp. Yuk ah kita masuk dulu ya. Bye Ody,, bye manis."

__ADS_1


Nancy pamit pada Ody dan Nada. Sejurus kemudian ia juga tampak sedikit menyeret lengan Valencia yang malah bengong memandangi keponakan kesayangannya, Nada.


Valencia benar benar merasa bersalah pada anak itu. Ia tak berpikir sebelumnya bahwa kebohongannya ini juga akan berimbas kepada Nada.


"Ayo ah." sekali lagi Nancy menyeretnya.


"Nada baik baik sama om Ody di rumah ya. Love you sayang." teriak Valencia sembari melambaikan tangannya.


"Iya tante. Cepat pulang ya." Nada membalas teriakan itu dan dijawab dengan acungan jempol Valencia.


"Kita pulang yuk." ajak Ody begitu Valencia dan Nancy sudah hilang dari pandangan.


Nada mengangguk setuju dan menerima uluran tangan Ody. Ody menggenggamnya erat dan penuh kehangatan. Nada merasa sangat terlindungi oleh tangan hangat itu.


"Oh ya,,, Selama tante di Singapura, kita siapkan pesta kejutan yuk buat menyambut kedatangannya seminggu lagi." ucap Ody di perjalanan mereka menuju ke mobil.


"Kejutan apa om??" tanya Nada tertarik.


"Mmm apa ya,,,,??"


"Om masakin saja tante masakan spesial dan kesukaan tante. Pasti makanan di sana gak ada yang sespesial masakan om Ody deh."


"Hahhaa,,, bisa aja kamu sayang. Mmm,,, tapi ok juga tuh idenya sayang. Ok deh,,,om Ody yang masak,, terus Nada yang gambar dan buat ucapan selamat datang ya."


Sementara itu di dalam pesawat,,,


"Lo kenapa sih diem mulu dari tadi??" tegur Nancy saat sekali lagi ia melirik Valencia yang duduk termangu di kursinya.


"Jangan bilang lo berubah pikiran gara gara keponakan lo itu ya. Gila aja kalau lo mau cancel booking dokternya. Kita udah terbang tinggi loh Valen,,,, Lo mau kepergian kita ini percuma saja?? wake up dong." Nancy kesal.


"Bawel deh lo. Yang mau cancel juga siapa?? Gue cuma kasihan ponakan gue aja. Kebayang aja dia bakal terus berharap ke gue. Dan gue tau harapan dia itu hampa. Gak bakalan pernah terwujud begitu operasi gue berhasil."


"Itu sih namanya resiko neng. Udah deh,,, jangan baper baperan gini. Nih mending lo pakai maskernya dan tidur. Biar sampai sana lo udah bugar. Operasi bisa langsung dilaksanakan." Nancy mengulurkan sebuah masker wajah yang sudah disediakan pihak maskapai.


"Ini aman kan??" tanya Valencia sembari menerimanya.


"Aman lah. Tuh udah banyak yang pakai." Nancy memonyongkan bibirnya ke arah penumpang lain yang sudah terlebih dulu memakai masker wajah itu.


"Ih dasar songong. Gue bukan tanyain masker. Gue tanya operasinya. Aman kan???" sungut Valencia.

__ADS_1


"Ya ampun nih perempuan ya pakai tanya lagi. Lo lihat gue. Sampai detik ini gue aman aman aja kan??" Nancy mengingatkan Valencia bahwa bukan dia satu satunya yang menjalani operasi angkat rahim.


Valencia mengangguk perlahan.


"Udah deh. Mending lo pikirin setelah ini lo bakal bebas. Bebas mau pakai gaya apa aja. Mau gaya missionaris,,, mau woman on the top,,, gaya kuda,,, gaya anji*ng kek,,, monyet kek,,, ular kek,,, apa aja deh. Lo gak bakalan bunting."


"That's exactly my point." sahut Valencia semangat.


"Nah tu tau."


"Gak bakalan perlu mikir nih body mau diapain setelah lahiran. Gak zaman mikir rempong ngurus anak. Gak bakal worry senjata ampuh gue ini melar. Bakalan terus sempit dan keset." Valencia mengusap bagian bawahnya.


"Embeeerrr,,, Si A, B, C dan D pun tetap klepek klepek tiap kuda kudaan sama lo." Nancy menimpali.


"Hahaha,,," keduanya pun tertawa senang dan kelepasan hingga membuat salah satu penumpang lain menegurnya.


"Pesawat ini." seru penumpang itu dengan nada ketus.


"Yang bilang ini kapal selam juga siapa???" balas Nancy gusar.


Penumpang itu menoleh dengan wajah tidak senangnya tapi begitu Nancy melotot padanya, ia sudah tak memperpanjang lagi dan memilih menutup telinga dengan headphones yang sudah tersedia.


"Gue tidur aja dah." Valencia pun menyusul menutup telinganya.


"Iya. Bobo cantik. Cusss." Nancy tidak mau ketinggalan.


Penerbangan 2,5 jam nonstop pesawat itu, dipergunakan sebaik sebaiknya oleh Valencia untuk beristirahat. Bagaimana pun, kondisinya harus prima setibanya di Singapura.


Jadwal operasinya sudah terjadwal dan ia tak ingin sampai tertunda hanya karena kondisinya tidak prima. Hanya operasi itu yang menjadi andalannya untuk tidak perlu hamil seumur hidup.


"Aku gak butuh anak. Lagipula aku udah punya Nada. Mengurus bayi itu merepotkan. Mending ngurusin ponakan udah gede, udah ngerti diajak ngomong, udah bisa mikir juga."


"Maaf Ody,,, kamu yang buat aku sampai nekad ambil jalan seperti ini. Kamu terus aja nuntut aku hamil. Coba kamu itu bisa ngertiin kalau aku tu gak mau punya anak."


Valencia sepenuhnya menyalahkan Ody jika ia sampai nekad mengangkat rahimnya.


"Pokoknya ini semua salah kamu. Gara gara kamu." gumamnya kesal.


"Ngigau lo??" tanya Nancy.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...


__ADS_2