I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Brondong


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


Gadis cantik berperawakan sedang itu menekuk wajahnya. Membuat wajah cantik dan senyum cerianya memudar. Sepertinya ia sedang kecewa. Ia baru saja mendapat telpon dari kekasihnya bahwa kekasihnya itu harus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan tugas kantornya.


Gadis yang tak lain adalah Nada yang kini telah berusia 20 tahun itu kembali menghela napas berat. Ini sudah kesekian kalinya kekasihnya, Anton, mengabaikan ulang tahunnya.


Harusnya Anton bersamanya besok karena besok adalah hari ulang tahunnya tapi ia malah mendadak pergi ke luar kota. Ini adalah kali kedua Anton tidak menemaninya melewati hari istimewanya itu.


"Eh, kota S??" Nada seolah baru ingat sesuatu.


"Kenapa gak aku susul aja kesana? Itung itung aku sekalian liburan dan jenguk om sama tante lah. Mereka juga pasti senang dengan kejutan dariku." pikirnya.


Dengan pertimbangan bahwa tugas kuliahnya juga sudah selesai semua, maka tak ada salahnya untuk pulang dulu.


"Baiklah Anton, ini memang ulang tahunku tapi tahun ini akan ku buat berbeda. Bukan aku yang dapat kado atau kejutan darimu, melainkan aku yang akan beri kado dan kejutan buatmu."


Nada tersenyum sendiri membayangkan Anton kekasihnya akan sangat terkejut dengan kehadirannya di kota S. Nada melirik sebuah cincin manis pemberian Anton. Atau tepatnya cincin yang disematkan di jari manisnya saat ia menerima ajakan menikah dari Anton.


Cincin itu bisa disebut dengan cincin pertunangan mereka tapi Nada belum menganggapnya sejauh itu karena ia belum memberitahukan tentang siapa Anton pada Ody dan Valencia selaku walinya saat ini.


"Sekalian saja aku kenalkan kamu sama keluargaku. Om Ody sama tante pasti kaget. Mereka mungkin juga tidak akan menyangka kalau aku akan mengikuti jejak tante Valen menikah di usia 20an hehehe,,,"


Nada memantapkan dirinya untuk mengenalkan Anton. Ia pun segera memesan tiket bus yang menuju ke kota S. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 3-4 jam. Ia benar benar tak memberitahu siapa pun mengenai kepergiannya ini.


"Biar surprise pokoknya."


Nada mengemasi pakaiannya dan segera berangkat ke pangkalan bus yang sudah dipesannya. Hanya berbekal beberapa pakaian saja sudah cukup. Nada memang cantik namun ia tak pandai berdandan. Penampilannya cenderung tomboy dengan celana jeans belel dan kaos oversized yang selalu ia lipat di bagian lengannya. Di tambah dengan sepatu kets dan outer kemeja kotak kotak yang terbuka kancingnya, penampilan Nada lebih sering dengan sporty look.


"Tidur dulu lah selama di perjalanan." gumamnya lalu menonaktifkan ponselnya sebelum ia mengistirahatkan matanya.


Bus mulai melaju membelah jalanan membawanya makin mendekati kota tempatnya tumbuh dan berkembang sejak kedua orang tuanya tiada.


Ody dan Valencia punya andil besar dalam hidupnya. Tidak terbayang bagaimana kalau tidak ada mereka. Entah akan jadi apa dirinya.




"Aku pulang malam. Gak usah ditungguin." ucap Valencia lewat telepon saat Ody menanyakan jam berapa ia akan pulang.



"Aku udah masak makanan kesukaanmu lho beib. Yakin gak mau pulang awal?"



"Kamu makan aja sendiri. Lagipula aku juga udah makan sama teman teman kok."



"Tapi beib,,"



"Bye."

__ADS_1



Valencia selalu menjadi orang yang menutup telpon kalau keduanya berbicara dan Ody akan selalu jadi orang yang harus menelan ludah dan semua uneg uneg yang belum tersampaikan.



Selalu begitu,,,



"Sibuk telponin siapa sih dari tadi sampai tante dianggurin??" sungut Valencia pada lelaki mudanya yang sudah memberinya kenikmatan sedari siang tadi.



Berkat kelincahan lelaki muda itu Valencia mengalami beberapa kali pelepasan dan mencapai puncak kenikmatan tertingginya. Sejak empat tahun belakangan ini seleranya memang berubah.



Entah karena pengaruh hormon yang berubah setelah pengangangkatan rahim atau memang dirinya saja yang punya fantasi liar. Valencia kini lebih tertarik dengan brondong brondong manis yang menurutnya tidak hanya lincah namun juga menggemaskan.



Tapi tentu saja itu juga berkat Nancy yang mengenalkannya pada beberapa brondong rawatannya. Sekali coba enak,,, dua kali seru,, tiga kali menggairahkan dan selanjutnya Valencia ketagihan.



Bukan hanya satu,,,dua atau tiga,,, Valencia sering mengkoleksi mainan barunya itu. Kadang juga pernah mengajak lebih dari seorang sekali tayang. Meski tak jarang para brondong itu hanya menguras dompetnya,,, *upsss ralat,,, dompet suaminya tepatnya*.



"Eh nggak kok tante,,, cuma telpon teman aja tapi gak diangkat. Sepertinya telponnya mati." ucap brondongnya.




"Udah sore nih,, tante gak pulang?"



"Ngusir nih ceritanya?? Yakin?? Gak mau tambah lagi?? Masih banyak lho yang belum kamu explore dari tubuh tante." tanya Valencia genit.



"Mmm,,, besok lagi ya tante. Ada kerjaan yang harus selesai malam ini."



"Kerjaan apa sih? Kerjaan apa perempuan lain??" sungut Valencia sambil menaikkan kembali tali bra yang sempat diturunkannya untuk menggoda brondong itu.



"Kerjaan tante sayang. Gak ada perempuan lain. Cuma tante seorang." brondong itu meraih dagu Valencia dan meyakinkannya.



"Bener??"



"Iya dong tante sayang. Kan aku sayangnya cuma sama tante. Sayang aja tante gak mau ninggalin suami tante. Kalau tante mau kan kita bisa nikah. Biar tante gak curiga dan selalu nuduh ada perempuan lain."

__ADS_1



Brondong itu menggunakan jurus andalannya untuk mengalahkan Valencia. Ia tau betul kalau sudah disinggung soal meninggalkan suami selalu Valencia akan kalah.



Sesuai kata Valencia, suaminya adalah ladang uangnya jadi akal sehatnya tidak membenarkan tindakan meninggalkan suaminya. Meski ia sering meminta cerai pada Ody, itu juga cuma jurus jitunya mengalahkan Ody. Valencia tau betul Ody tidak akan berkutik kalau sudah diancam cerai.



Lelaki itu takut berpisah dengannya.



"Ya udah deh kalau gitu. Tante pulang dulu ya. Kamu kerja yang benar. Jangan kebayang tubuh tante terus."



Valencia benar benar tidak tau malu lagi. Ia mengecup bibir brondongnya itu lalu mengusap usapkan dua gundukan segarnya yang selalu ia rawat agar tetap tegak menantang pada wajah brondongnya.



Ia berniat menggoda brondong itu lagi. Berharap ulahnya itu akan membuat si brondong menahan kepergiannya. Tapi ternyata,,,



"Udah ya tante. Aku benar benar harus konsentrasi." si brondong menolaknya mentah mentah.



"Huuhh,,, Baiklah. Tante pulang aja deh." sungut Valencia kesal mendapat penolakan.



Ia menyambar tasnya dan berlalu.



"Tante,,," si brondong memanggil lagi membuatnya tersenyum senang.



"Apa sayang?" ia berbalik dan senyum manis.



"Uang buatku mana? Belum dikasih nih." ternyata si brondong minta bagiannya.



"Hmmm nih otak emang cemerlang seperti senjata yang bawah." gerutu Valencia sembari mengulurkan banyak lembaran merah pada brondong itu.



"Makasih tante sayang. Muachhh,,," brondong mengerucutkan bibirnya membentuk ciuman yang dibalas Valencia dengan gerakan sama juga sebelum ia benar benar pergi.



...*🌸🌸🌸🌸*...


__ADS_1


...*bersambung*,,,,...


__ADS_2