I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Tante Kere


__ADS_3

.....Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Author🌸


Teriknya matahari yang mulai naik seolah menguasai bumi ini membuat peluh Valencia makin membasahi tubuhnya yang kepanasan. Berjalan cukup jauh menuju ke ujung jalan keluar komplek perumahan dengan menyeret koper besarnya di saat terik begini lumayan menguras keringatnya.


Komplek perumahan tempat Nancy tinggal memang tidak memperbolehkan sembarang kendaraan umum masuk kecuali mereka memang sudah dipesan. Baterai ponsel yang habis membuat Valencia tidak bisa memesan taksi.


Karenanya,,, mau tidak mau ia harus berjalan sendiri ke ujung jalan. Kondisinya saat ini membuat ia mengeluh dan menggerutu.


"Sial banget sih gue hari ini. Punya laki tega banget sama bini. Punya ponakan gak tau balas budi. Udah dari kecil di rawat sampai besar, disekolahin, dicukupin,, tapi kayak gini balasannya."


"Lihat tuh mbak anakmu!!! Gak kamu, gak suamimu,,, gak anakmu juga sekarang. Kalian semua suka buat hidup aku ribet!!!" kali ini umpatannya ditujukan pada mendiang ibunya Nada.


Kembali ia menyeret kakinya. Ujung jalan yang sudah tampak di pucuk mata membuatnya sedikit semangat. Tapi baru beberapa langkah, ia berhenti kembali.


"Gue harus kemana sekarang?? Sial banget kan!!! Si Nada enak enakan punya tempat di rumah itu, sementara gue??? Padahal ini bukan salah gue aja.Pacarnya juga salah!! Kenapa rasanya gue aja yang kena batunya. Sial!!!" umpatnya kesal.


Valencia menghentak hentakkan kakinya kesal membuat beberapa orang yang lewat jadi melihat ke arahnya dengan pandangan aneh. Valencia menyadari itu. Karenanya ia kembali melangkah seiring dengan munculnya ide di kepalanya.


"Hotel. Gue harus ke hotel lagi. Anton pasti masih di sana. Secara gue udah booking kamar itu untuk 2 hari. Cuma dia yang bakalan terima gue saat ini. Selama ini gue selalu kasih apa pun yang dia mau. Kali ini gak berlebihan kan kalau gue yang ganti minta dia melakukan sesuatu buat gue??" ujarnya sumringah.


Valencia benar, tidak ada pilihan lain lagi. Mau kemana memangnya ia? Mau ke tempat tempat anggota geng squadnya?? Tidak mungkin!! Itu sama saja setor aib dan bahan gosip itu para mama mama sosialita itu.


Mereka memang dekat. Akrab bahkan. Tapi semua itu semata mata demi bisa mengulik kehidupan satu sama lain lebih dalam dan dengan begitu, mereka tidak akan kehabisan bahan ghibah saat salah satu di antara tidak hadir.


Lagipula,,, Valencia juga tak tau di mana mereka tinggal. Selama ini sebenarnya mereka tidak saling peduli dan tidak mengenal secara pribadi. Kecuali Nancy,, Dan kini Nancy pun sudah menunjukkan taringnya.


Mengingat itu, Valencia jadi kesal lagi.

__ADS_1


"Gue udah selalu turutin dan ikutin ajarannya. Tapi nyatanya apa?? Dia lepas tangan begitu aja dan buruknya lagi, dia yang bikin gue ketangkap basah." gerutunya.


Tiiin,,, Tiiin.


Suara klakson mengejutkannya dan senyumnya seketika merekah melihat sebuah taksi sudah menunggunya. Taksi itu pasti mengklaksonnya karena sopirnya paham seseorang dengan koper besar begitu pasti mau menuju ke suatu tempat dan butuh kendaraan.


"Hotel A." seru Valencia langsung disambut anggukan kepala sopir taksi.


Valencia menyibakkan rambutnya. Menarik napas lega dan menikmati dinginnya angin pendingin dalam taksi. Itu membuatnya merasa jauh lebih tenang dan lega.


Bahkan ia tak merasa kalau dirinya tertidur. Ia terkejut saat sopir membangunkannya.


"Sudah sampai ibu." ucapnya.


"Hah,,, Iya pak. Maaf saya ketiduran. Berapa?" Valencia masih setengah sadar dibuatnya.


Sopir menyebutkan nominal sesuai dengan yang tertera di layar argonya. Valencia membayarnya dan mengijinkan sopir mengambil kembaliannya.


"Terima kasih ibu." ucap sopir sebelum berlalu meninggalkan Valencia.


Valencia langsung masuk ke hotel itu dan menuju kamar dimana ia dan Anton menghabiskan malam bersama. Ia tak perlu bantuan staff hotel untuk bisa menemukan kamar yang ia pesan sendiri itu.


"Tante???" Anton sedikit heran melihat tampilan Valencia yang agak berantakan dan membawa koper besarnya.


"Hai sayang." sapa Valencia berusaha bersikap biasa.


"Bawa masuk koper tante ya." Valencia mengecup pipi Anton lalu memerintahkannya mengurus kopernya.


"Tunggu tante!!!"


Valencia menghentikan langkahnya dan berbalik. Ia heran kenapa Anton bersuara keras padanya.


"Ada apa?"


"Ini semua maksudnya apa? Tante bawa koper besar begini terus menemuiku di sini. Tante mau buat kita berdua kepergok lagi? Aku gak mau ya kalau sampai suami tante atau pun Nada membawa kasus ini ke polisi. Jangan bawa bawa aku dalam urusan rumah tangga tante."

__ADS_1


"Duh bawelnya si manisku ini. Tenang sayang. Itu semua gak akan terjadi. Gak akan ada yang melapor atau dilaporkan. Kita berdua aman." Valencia memeluk Anton dan mengecupi leher jenjangnya.


"Tante udah dong!!" tolak Anton dengan sedikit mendorong tubuh Valencia.


"Kamu kenapa sih??" tanya Valencia kesal.


Sepertinya semua orang bersikap aneh padanya hari ini. Semua orang menolaknya. Valencia yang gak pernah paham apa salahnya, merasa mereka semua aneh. Bukan dirinya dan kelakuannya sendiri yang aneh.


"Ya ini bukan waktu yang tepat. Situasinya sedang gak memungkinkan!! Lagian tante bilang aman aman. Aman dari Hongkong?? Lihat tuh diri tante sendiri. Lagi gak aman kan??" ketus Anton.


"Siapa bilang??" Valencia belum mau mengakui statusnya yang terusir.


"Koper tante yang bilang!! Aku ini bukan anak kecil yang dengan melihat tampilan tante dan koper itu, gak tau dan gak bisa menebak apa yang terjadi!! Tante diusir kan??" tembak Anton langsung di sasaran.


"Kalau iya kenapa? Gak masalah kan buat kamu. Malah lebih aman dan bebas kita jadinya. Tante bisa pergi kemana saja denganmu." Valencia tak menangkap arah bicara Anton.


"Jelas bermasalah dong buatku!!! Kedatangan tante kesini buat apa?? Maksudnya mau pergi kemana aja aku pergi itu apa?? Numpang hidup??Sorry ya!!! Aku gak terima." tegas Anton.


"Anton!!" bentak Valencia kesal mendapat penolakan lagi.


"Ya ngapain juga aku mau dekat dengan tante tante kere sepertimu?? Udah diusir suami artinya kamu kere!! Selama ini kan suamimu yang kasih uang. Daripada ngurusin tante tante kere mending cari yang lain. Mending rayu tante Nancy yang karuan masih kaya." hina Anton sembari membandingkan Valencia dengan Nancy.


"Bre*gs*k kamu Anton!!! Selama ini apa yang gak tante kasih ke kamu???" Valencia berang.


"Hehh!! Itu jangan diungkit!! Yang begituan itu emang udah harga mati buat kalian yang sukanya cari kenikmatan di luar. Itu bukan tindakan baik yang musti dibalas. Aku gak punya hutang budi apa pun padamu!!! Jadi jangan menuntut apa pun dariku." tegas Anton lagi.


"Kamu!!!"


"Kamu!!! Kamu pergi dari sini!!! Keluar!!!" hardik Anton sambil menunjuk pintu.


"Atau aku panggilin security biar kamu diseret???" ancamnya.


"Ini kamar aku yang pesan ya. Jadi kamu yang keluar!!" usir Valencia.


"Ok!!! Ingat bayar semua tagihan yang sudah kubuat untuk kamar ini. Ini kamu yang pesan kan???" Anton tertawa nyinyir dan puas sudah makan enak dan menggunakan fasilitas terbaik hotel ini sebelumnya dan itu semua jadi tanggungan si tante kere.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...


__ADS_2