
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku ...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Nada🌸
Dua bulan tak terasa sudah berjalan semenjak kejadian memalukan di hotel itu. Baik aku mau pun om Ody berusaha untuk sama sama move on dari masa masa kelam itu.
Om Ody sudah mendaftarkan perceraiannya yang kemungkinan akan diputuskan seminggu lagi. Selama masa sidang, tante Valencia sama sekali tak pernah hadir.
Ia bagaikan hilang ditelan bumi. Entah kemana perginya dan di mana ia saat ini. Aku tidak tau. Pernah beberapa kali aku coba mengulik medsosnya tapi sepertinya ia tak pernah lagi bermain medsos. Terbukti dari postingan terakhirnya yaitu malam sebelum kami memergokinya bersama Anton di hotel.
Mungkin ia ganti akun medsos?? Entahlah. Yang jelas komunikasiku dengan om Ody tidak pernah terputus. Meski itu artinya aku harus susah payah mengalihkan semua rasa yang pernah ada di hatiku.
Kadang aku tertawa geli dengan diriku sendiri.
Nada,,, Nada,,, bisa bisanya kamu merasa jatuh cinta pada lelaki yang sudah menganggapmu sebagai anaknya sendiri. Om Ody itu memang baik padamu, menyayangimu bahkan. Tapi ya hanya sebatas sayang seorang ayah pada putrinya. Jangan aneh aneh deh!!
Pas otak sinkron dengan logika, tentu saja pikiranku seperti itu. Tapi nyatanya tiap kali mendapat telpon darinya, hati ini masih saja oleng. Pesonanya terlalu kuat bagiku.
Setauku, om Ody masih sendiri. Tidak ada wanita baru dalam hidupnya. Adanya ya hanya aku. Putri kecilnya yang diam diam memendam rasa padanya.
Songong ya aku ini,,,,
Kadang aku senang mengetahui ia tak berniat mencari pengganti tante Valencia. Tapi kadang juga ada semacam rasa aneh bertengger dalam hatiku. Semacam cemburu ketika pikiranku melayang membayangkan kalau sebenarnya om Ody tidak pernah bisa move on dari tante Valencia.
Apa sih baiknya dia om?? Dia sudah nyata nyata menghinamu di depan dirimu. Dia mengkhianatimu. Dia juga tidak pernah ada untukmu kan?? Seperti katamu malam itu,,, hanya ada aku,,, aku dan aku.
Kalau sudah begitu, artinya hati dan jiwaku tengah oleng kembali oleh rasa dan getaran dalam jiwa. Tapi aku tau, yang namanya hati, kadang memang gak bisa diajak kompromi.
Otak menolak, tapi hati meyakini,,,
"Om masih mencintai tante?"
__ADS_1
"Sudah jangan dibahas lagi. Kita sepakat untuk menutup baik baik luka kita kan?" Selalu begitu jawabannya tiap kali aku bertanya hal yang sama. Akunya juga sih kepo hehehe,,,
Jika om Ody tidak pernah mau mengakui susahnya move on, maka aku juga mendapati proses move on yang gak segampang yang ku kira.
Si kardus, Anton masih sering menemuiku. Mendekati dan menawarkan segala kebaikan untukku.
"Aku masih mencintaimu, Nada." itu dalihnya.
Bohong banget kan? Kalau cinta itu gak akan setega itu. Gak akan berkhianat. Meski pada hakikatnya memang lelaki selalu tertarik dengan yang lebih glowing, tapi kalau memang cinta ya akan menutup mata dan telinga. Akan menjaga hati baik baik untuk satu orang saja.
Berapa kali ia datang,,, aku selalu menolaknya. Tapi pemuda kardus itu seakan tidak tau malu dan tidak kapok kapok juga.
Sama halnya dengan hari ini,,,
"Bisa gak untuk gak ganggu aku lagi? Aku mau fokus dengan ujian semesterku. Aku gak mau gagal karenamu. Cukup pernikahan kita yang gagal, pendidikanku jangan!!!" ketusku siang itu padanya yang sudah nampang dengan senyum memuakkannya di gerbang kampus.
"Aku cuma mau antar kamu pulang, Da." dalihnya kali ini.
"Aku bisa pulang sendiri. Aku masih ingat jalan pulang. Otakku masih waras. Masih tau mana yang benar dan mana yang salah. Otakku masih di tempat yang benar. Bukan di dengkul kayak otakmu!!" ketusku lagi.
"Kamu boleh dan bebas mau ngomong apa pun itu. Asalkan itu bisa mengurangi kemarahanmu padaku. Aku rela Da. Aku terima semua kata kata kasarmu." ujarnya memelas.
"Da,,, Pokoknya aku antar kamu pulang hari ini ya." si kardus mulai mencekal tanganku.
"Lepasin!!"
"Nggak. Gak bakal aku lepasin lagi. Aku menderita banget tanpa kamu Nada. Please,,, Maafin aku. Kasih aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan padamu bahwa aku udah berubah. Aku bukan Anton yang jadi gi*golo lagi. Aku udah tobat Da. Dan itu karenamu. Kehilanganmu membuatku sadar. Aku udah kehilangan permata."
Gombal banget kan si kardus!!!
"Kalau kamu udah kehilangan permata, maka aku udah kehilangan rasa dan itu gak bisa kamu paksa untuk kembali. Lepasin aku sekarang!!! Atau kamu mau aku teriak ya??" ancaman ala ala perempuan yang selalu manjur hehehe,,,
Anton melepaskan tanganku. Sekali lagi ia kalah denganku. Membiarkanku berjalan makin menjauh membawa segala luka yang kembali menganga tiap kali ia datang kembali padaku.
Luka mengingat kejadian mesumnya dengan tante Nancy,, Dengan tante Valencia,,, Dan luka diatas luka hati om Ody,,,
Tidak terasa airmataku menetes. Bukan untuk hati dan lukaku sendiri. Entah kenapa,,, Tiap kali mengingat lemahnya om Ody, aku selalu menangis untuknya. Sungguh,,, jika ada yang bisa kulakukan untuk bisa membahagiakannya dan menghapus lukanya, maka akan ku lakukan.
__ADS_1
Hanya saja,,, tidak ada. Atau tepatnya aku tidak tau apa yang bisa membuatnya kembali ceria.
Dering ponsel mengejutkanku dan membawaku kembali ke dunia nyata. Kuhapus airmataku lalu ku keluarkan ponselku. Mata yang sempat basah oleh airmata itu seketika berbinar membaca nama penelponnya.
"Halo om. Apa kabar?" sapaku ceria bahkan tak terdengar habis menangis.
"Halo sayang. Om baik baik aja. Kamu sehat sayang?"
"Sehat alhamdulillah."
"Sudah dapat pacar baru belom??"
Ini sudah kesekian kalinya om Ody menanyakan hal seperti ini. Hampir tiap kali menelpon ia pasti sempat sempatnya menanyakan perkara ini. Baiklah,,, kali ini ku kerjai saja dia.
"Beloom. Masih nunggu pria pujaan hatiku move on duluan. Nada maunya cuma dipacarin sama om Ody." jawabku dengan nada bercanda padahal dalam hati deg degan parah.
"Hahaha,,,bisa saja kamu tuh. Oh ya, minggu depan sidang penentuan perceraian om. Kamu bisa hadir temani om gak?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.
"Musti ditemenin emangnya? Manja banget sih." candaku.
"Kalau kamu gak sibuk sih." jawabnya serius.
"Lihat jadwal kuliahku dulu ya om." aku gak janji.
"Ok sayang. Ya udah. Om mau meeting dulu nih."
"Iya om sayang. Semangat yaa. Ingat,,, Move on!!"
"Move on terus jadi pacar kamu kan? Hahaha,,," serunya kemudian tertawa lepas.
Dia yang bercanda kok jadi aku yang makin baper nih,,, Duh om,,, susah lho om move on dari om. Jangan hancurkan benteng pertahananku ya om,,,,
Tapi setidaknya hari ini aku bisa mendengarnya kembali tertawa lepas. Sudah lama aku merindukan tawa itu. Dan senangnya,,, tawa itu karenaku.
Neh kan,, baper lagi 😣😣😣
...🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1
...Bersambung,,...