
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku ...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Ody🌸
"Hanya dua malam saja kok. Begitu semua urusan selesai, aku akan segera pulang. Kita juga harus ke persidangan kan." jawabku ketika Valencia menanyakan berapa lama aku di luar kota.
"Ok. Tapi jangan lupa keperluanku selama kamu tinggal." seru Valencia mulai menuntut haknya.
Jika dulu aku senang senang saja memberikan apa pun yang dimintanya, bahkan sebenarnya tak perlu sampai ia memintanya pun sudah ku berikan terlebih dulu.
Sekarang kenapa aku tidak suka ya dengan permintaannya ini?
Tapi ya sudahlah,,, berikan saja daripada Valencia ribut.Yang ada nanti kepergianku mencari Nada malah gagal kan? Karenanya,,, ku keluarkan beberapa lembar uang ratusan yang jumlahnya mungkin mendekati dua jutaan.
"Ini." ucapku singkat.
Valencia menerimanya dengan wajah ditekuk. Aku tau, ia tak menginginkan cash melainkan dalam bentuk kartu kredit atau debit yang bisa dibelanjakannya semaunya. Tapi aku belum sempat membuatkannya dan memberikannya yang seperti itu.
Belum ingin tepatnya,,, Masih terlalu dini, begitu kata hatiku.
"Kamu tidak ingin mengatakan hal lain?" tanyanya kemudian seolah memancingku.
Aku tersenyum dan menggeleng meski dalam hati aku tau ia ingin aku bilang "kalau kurang nanti bilang saja, biar aku transfer.",,, Valencia, Valencia,,, aku terlalu paham kebiasaanmu dulu.
"Aku berangkat dulu." ujarku tak ingin berlama lama dan menunda keberangkatanku menemui Nada.
"Mmm,, tidak ingin berkomentar untuk makanannya?" tanyanya sebelum aku beranjak pergi.
Oh tuhan,,, aku tidak berkomentar bahkan belum berterima kasih untuk usahanya pagi ini menyenangkanku. Nada,,, kenapa kamu begitu menguasai konsentrasiku???
__ADS_1
"Enak. Terima kasih ya." ku usap lembut pipinya tanpa berniat mencium keningnya.
Aku pergi diantar olehnya sampai ke depan pintu. Lambaian tangannya juga menyertaiku. Ku lirik wajahnya dari balik kaca spion ketika mobil sudah berjalan meninggalkan tempatnya terparkir tadi. Ada sebersit rasa bersalah telah mengabaikannya, namun aku benar benar tidak bisa tenang dan fokus sebelum tau kabar Nada.
Sabar ya Valencia,, aku hanya ingin mencari keponakan kita. Ada hutang tanya yang harus kudapat jawabannya.
Ku fokuskan konsentrasiku ke jalan. Bagaimana pun jarak dari kotaku ke kota tempat Nada lumayan jauh dan memakan waktu beberapa jam. Karenanya aku gak boleh oleng kalau mau tiba dengan selamat.
Tapi dasar hati,, tidak sabaran sekali. Hatiku memerintah otakku untuk menggerakkan tanganku mengambil ponsel dan sekali lagi mencoba menghubungi Nada. Alhasil, aku uring uringan sendiri karena lagi lagi suara yang tak ingin ku dengar yang ku dapatkan.
Ku pukul bulatan kemudi berkali kali dengan umpatan umpatan kekesalan akan sikap gadis kecilku kali ini. Ia benar benar membuatku kalang kabut. Awas saja nanti kalau sudah kutemui ya,,,
Om hanya ingin memelukmu Nada sayang,,,Meluapkan kerinduan mendalam yang sudah tertanam begitu kuatnya meski baru kapan hari kamu pergi. Om merindukanmu putri kecilku,,,Nadaku,,,
Tangan dan otak boleh emosi. Tubuh pun bereaksi, namun hati tetap menjadi pengendali. Perasaanku seketika mellow. Ku putuskan menepikan mobilku. Mengambil kembali ponsel yang sempat ku lempar asal dan kini tergeletak di bawah.
Ku ketik kata ESMERALDA dan jariku begitu lincah mencari media di mana aku menyimpan foto foto kebersamaan kami. Oh ya, galeri ponselku 80% adalah foto Nada karena memang hanya dia yang selalu dengan suka hati bersedia ku ajak foto.
20% nya adalah foto foto Valencia yang ku dapatkan dari media sosialnya. Aku dulu suka screen shoot dan menyimpannya karena sulitnya mengajaknya foto bersama.
Intinya,,,Om Ody sayang kamu Nada.
Puas melihat lihat foto fotonya aku merasa mood boosterku bertambah. Aku menjadi semangat lagi meneruskan perjalanan yang masih panjang. Urusan pekerjaan sudah kupasrahkan pada sekretarisku. Jadi aku tak perlu memikirkan pekerjaan lagi.
Valencia juga sudah pasti senang walau jumlah yang kuberikan mungkin masih jauh dari harapannya.Tapi dua juta untuk dua hari, ku rasa sudah cukup. Entah sejak kapan aku jadi perhitungan begini kepadanya.
Aku sempat istirahat dan membeli minuman serta roti untuk mengisi perut. Bukan karena aku lapar melainkan itu adalah keharusan jika ingin menemui Nada. Aku harus sehat untuk bisa sampai ke sana. Bukan begitu??
See,,, Nada lagi Nada lagi yang jadi alasan akan setiap tindakanku,,,Sebenarnya kamu itu siapa sih? Kenapa begitu mendominasiku???
Tiga jam berlalu dan aku tiba di sebuah rumah kontrakan yang kelihatan sepi. Aku bisa langsung kesini karenanya dulunya akulah yang memilihkan tempat ini untuknya. Aku turun dari mobil bersamaan dengan sebuah taksi yang menurunkan penumpangnya.
Emosiku tersulut seketika melihat penumpang yang turun itu. Langsung ku hampiri dan ku cengkeram krah bajunya. Ku tarik paksa dengan tatapan mengintimidasi.
"Om,,, Om,,, Maaf. Tolong lepaskan Anton om." dia mengiba.
__ADS_1
"Mau apa kamu?? Mau menemui Nada lagi?? Mendekatinya lagi lalu menyakitinya lagi?? Iya???" bentakku tanpa melepaskan cengkeramanku di lehernya.
"Om, Anton tau sudah salah sama om. Anton minta maaf om." ia kini merekatkan sepuluh jarinya di depan dada.
"Bukan padaku tapi pada gadisku!!!" ketusku.
Sungguh, aku tak rela ia telah menyakiti hati gadis kecilku. Perkara apa yang dilakukannya dengan Valencia, aku sudah tak ambil hati. Aku bahkan bisa bilang kalau pun mau mereka ulangi lagi juga silahkan!!
Eh, kok silahkan??? Memangnya aku tidak sakit hati kalau Valencia menyakitiku lagi?? Menyelingkuhiku lagi?? Main brondong lagi??
Jawabannya kurasa tidak!!
Selama tindakannya tidak menyakiti Nadaku,,,Selama lelakinya bukan kekasih Nadaku,,, Aku tidak peduli selama aku saja yang terluka. Tapi jangan Nada,,,
"Ini juga Anton kesini mau terus minta maaf sama Nada om. Anton gak akan nyerah sampai dia mau memaafkanku. Anton ingin kami kembali melanjutkan apa yang sudah pernah kami rencanakan om."
Bugh,,,Bugh!!!
Tiba tiba saja tanganku meninjunya. Bukan main sakit hatiku mendengarnya bicara begitu.
"Enak saja kamu bilang mau balikan lagi dengan Nada. Kamu pikir kamu itu siapa?? Kalau kamu balikan dengan Nada, Bagaimana denganku dan hatiku???" racauku begitu tak terima dan membuatnya tertegun sambil meringis kesakitan karena darah segar tampak meleleh di ujung bibirnya.
Eh,,, Apa maksud perkataanku ini?? Melihat ekspresinya itu membuatku berpikir ada yang salah dengan perkataanku.
"Maksud om apa? Om kan bisa balikan dengan tante Valencia. Om bisa bahagia dengannya. Dan aku bersama Nada. Aku baru sadar kalau aku sangat mencintainya om."
"Kamu pikir kamu saja yang mencintainya hah????"
Bugh,,, Bugh,,, Bugh,,, pukulanku bertubi tubi mengenai kembali wajah dan tubuhnya. Kuluapkan semua emosiku dan,,,, kecemburuanku.
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung,,,...
...Halooo,,, Udah triple up lho hari ini. Masak tidak ada yang mau nyumbang vote sih buat author 😭🤭 Jangan pelit pelit begitu dong ah,,, 😂...
__ADS_1