I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Mahkluk Menyebalkan


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


Pagi ini ku awali dengan senyuman. Ku sapa mentari pagi dan menghirup udara Bali yang khas dengan tangan terentang terbuka lebar. Ku tutup kedua mata dan membiarkan bias matahari menerpa. Aku berdiri di teras kost yang kebetulan tidak terhalang oleh rerimbunan pepohonan sehingga sinar matahari bisa leluasa masuk.


"Pagi."


Langsung kuturunkan dan kubuka mataku mendengar ada yang menyapa.


"Eh,,,pagi juga." rupanya anak ibu kost, Dewa kalau gak salah namanya. Aku kemarin tak begitu memperhatikan ketika ibu kost mengenalkannya.


Pemuda itu sedang lewat dan hanya sekedar menyapa lalu melakukan tugasnya. Di ujung halaman ada dua buah benda mirip tugu yang menjadi sarana bagi umat Hindu melakukan persembahyangan. Kalau orang awam cukup mengenalnya dengan kata Pura. Padahal setauku ada beberapa deskripsi dan perbedaan bentuk sesuai fungsi masing masingnya.


Dengan kaos putih, udeng dan kain khas Bali yang dipakainya, pemuda itu melaksanakan persembahyangan paginya. Ku lihat ia begitu berkonsentrasi dengan sepuluh jari yang direkatkan dan diletakkan tepat di depan dahinya.


Tak sampai 10 menit, ia sudah selesai kemudian berbalik.


"Pagi Dewa,,, Makin ganteng aja deh." sebuah suara centil terdengar dari kamar lain yang terletak di ujung.


Kulihat Dewa tak merespon sedikit pun meski si perempuan yang keluar hanya dengan daster tidurnya itu terus mengajaknya bicara. Bahkan tanpa kata ditinggalkan oleh Dewa yang ku rasa sudah selesai urusannya di sana.


Dewa juga melewati kamarku. Niat hati ingin melempar senyum tapi ku tarik kembali. Dia begitu dingin. Tidak seperti tadi saat ia yang menyapaku.


Ah sudahlah,,, lupakan. Gak penting juga.


Ada hal penting lainnya yang harus menjadi konsentrasiku. Lamaran pekerjaan. Semalam sebelum tidur aku sempat browsing di internet untuk mencari cari lowongan pekerjaan yang relevan dengan pendidikan dan keahlianku.

__ADS_1


Semalam juga sudah beberapa diantaranya ku kirimi email surat lamaran dan biodataku. Ku harap hari ini akan ada yang meresponku. Setidaknya memanggilku dan memberikanku kesempatan untuk interview agar aku bisa lebih leluasa menjelaskan tentang diriku.


Pokoknya harus positif thinking,,, (gak usah positif positif yang lainnya yaa,,,)


Krucuuukk,,, krucuuukk,,,


Perutku mendapatkan miss call dari para cacing penghuni perut. Aku lapar sekali tapi aku belum tau di mana ada warung atau pedagang makanan terdekat. Mau pesan lewat aplikasi juga belum tau rekomendasi makanan yang enak itu yang mana.


Aku kan benar benar masih buta di sini. Tidak ada teman maupun saudara. Jadi masih meraba saja.


"Sebaiknya aku coba jalan kaki keluar di sekitar area ini. Siapa tau dapat dan nemu yang cocok untuk lidahku." gumamku.


Sebenarnya sih asal si cacing udah demo, mau dikasih apa aja juga pasti mereka ***** habis. Apalagi kalau itu masakan om Ody. Hmmm yummy,,


Husssttt!!! Kok bayangin om Ody lagi sih? Ingat ya Nada,, kamu sudah merelakannya bahagia dengan tante Valencia. Jangan usik dia lagi. Kamu cari bahagiamu sendiri.


Ku marahi diriku sendiri yang sudah lancang mengingat om Ody. Kalau bukan aku yang keras memaksa dan mengatur diriku sendiri,,,mau siapa lagi yang bisa?? Benar kan?


Aku keluar hanya dengan memakai pakaian tidurku semalam dan kubalut dengan sweater rajutku. Dengan dompet yang ku selipkan diantara lengan kanan dan tubuhku, aku berjalan menyusuri jalanan kecil di depan kostku.


Dan,,,Sreetttt!!!


Kurasakan sesuatu tertarik dan begitu ku sadari ternyata dompetku yang kuselipkan tadi telah berpindah tangan ke seorang lelaki yang mengendarai sepeda motornya dengan ngebut.


Lidahku kelu untuk sekedar berteriak copet,,, jambret,,, rampok atau apalah itu namanya. Kejadiannya begitu cepat dan aku masih antara percaya tidak percaya dengan apa yang ku alami pagi pertamaku ini di sini.


Salahku sih,,,kenapa juga menyelipkannya di kanan? Memudahkan orang yang melaluiku untuk menjangkaunya. Alih alih mau beli makanan, sekarang aku malah tak punya uang untuk beli makan.


Bagaimana ini?


Kesadaranku yang begitu lambat ini akhirnya hanya bisa membuatku terduduk lemas di tepian jalan dan berurai airmata.


Bagaimana ini? Semua harta bendaku ada dalam dompet itu. Uang cash, ATM, kartu identitas dan berbagai hal penting semua ada di sana. Pekerjaan belum dapat malah sudah dapat cobaan seperti ini. Untuk makan hari ini saja tidak ada bagaimana mungkin memikirkan hari esok dan ke depannya??

__ADS_1


Membayangkan itu membuatku makin terpuruk saja. Tangisku makin pecah meski dari sekian banyak orang yang lalu lalang sepertinya tak ada yang peduli. Entah mereka yang tak peduli atau aku yang tidak memperhatikan sekitar.


Pokoknya aku hanya bisa menangisi nasib diri ini,,,


"Kalau ada masalah sebaiknya diselesaikan di rumah. Bukan di pinggir jalan seperti ini."


Sebuah suara ketus dan dingin terdengar membuatku mendongakkan kepala. Dengan wajah yang dibasahi airmata ini tentu aku kelihatan sangat jelek.


"Ayo." orang yang bicara dan ternyata Dewa itu sudah mengulurkan tangannya membantuku berdiri.


"Terima kasih." ucapku.Aku mengikuti langkahnya kembali ke kostku.


"Di sini silahkan kalau mau menangis. Di sini kamu lebih aman. Apa pun masalahmu, bisa kamu renungi di sini. Bukan di jalanan seperti tadi." ketusnya sesampainya di depan kamarku.


"Aku menangis di jalanan juga ada alasannya. Kamu kan gak tau apa yang sudah menimpaku tadi." sungutku kesal karena ia bicara seolah terus menyalahkanku.


"Apa pun masalahmu,,,jalanan itu tidak akan membantu menyelesaikan masalahmu. Tangisan juga gak akan membantu. Bahkan nyolot seperti ini kepadaku juga tidak membantu. Ngomong yang baik,,,, Bicara sama orang apa masalahmu malah akan membantu. Jangan cengeng!!" ketusnya lagi.


Ih sumpah deh nih orang ya,,, Berbelit belit sekali ngomongnya. Mana sok bijak. Ngatain aku cengeng lagi. Huuhh,,, menyebalkan!! Lagian dia suruh aku ngomong atau bicarakan musibahku tadi pada siapa coba?? Teman saja aku gak punya.


"Mau ngomong nggak?? Kalau nggak, aku tinggal." ucapnya lagi.


Loh,,, maksudnya dia aku suruh bicara dan kasih tau masalahku padanya gitu??


"Lama deh." sungutnya kemudian berbalik hendak meninggalkanku.


"Aku lapar. Dan aku gak punya uang." ucapku dengan memejamkan mataku saking malunya. Dia pasti sekarang sedang menatapku aneh. Aku tak berani buka mata.


"Baru kemarin bisa bayar kos kok sekarang bilang gak punya uang? Kemana memangnya uangmu? Bahkan untuk beli makan pun gak mampu. Kalau belum mampu bayar kos sebaiknya jangan gaya gayaan bayar di depan dulu." ia kemudian benar benar meninggalkanku tanpa menunggu penjelasan apa pun dariku.


Ish,,, menyebalkannya mahkluk satu ini. Dia itu sebenarnya mau bantu apa gak sih?? Pantesan gak dapat jodoh. Aku sumpahin kamu jomblo seumur hidup!! Aku sumpahin kamu kalaupun ada yang mau sama kamu itu cuma perempuan perempuan terpaksa karena sudah gak ada lagi pilihan selain kamu!!! Huhhh sebel,,, sebelllll.


Benar benar pagi yang sial. Kecopetan plus diceramahi mahkluk menyebalkan.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,...


__ADS_2