I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Maafkan Na, Kak.


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Ody🌸


Nada boleh saja tak mengakui kalau Birru adalah darah dagingku. Tapi hati ini begitu yakin dan kuat menduga bahwa Birru adalah putraku. Garis wajah yang sama meski kadang wajah bayi bisa berubah ubah,,, dan ketakutan yang nyata di wajah Nada tiap kali matanya menatapku,,, itu sudah cukup menguatkan bagiku.


"Ada apa Ody? Mama perhatikan sepulang dari rumah bosmu kok kamu melamun terus. Dan bukannya kemarin baru hari pertamamu kerja? Kenapa sudah tidak masuk kantor? Apa kamu tidak akan kena marah bosmu?" cecar mama.


Aku hanya menghela napas berat. Menimbang nimbang perlukah aku menceritakan perihal Nada dan Birru saat ini kepada mama.


"Ada apa? Masalah kerja? Atau Valencia buat ulah lagi?" mama menebak.


"Bukan ma."


"Lalu apa? Coba cerita, siapa tau mama bisa bantu." tatapan teduh mama membuat hatiku makin sendu.


"Ini tentang Nada." lirihku.


"Nada? Kalau mama tidak salah, itu keponakan Valencia yang dulu tinggal bersama kalian bukan?" ingatan mama masih tajam.


"Benar."


"Lalu ada apa dengannya? Dimana anak itu? Dia pasti sudah besar. Terakhir kali mama melihatnya dulu saat dia masih kecil." kenang mama.


"Dia ada di Bali juga ma. Baru saja melahirkan. Dia menikah dengan putra Bapak Artha, yang sekarang menjadi bos ku." aku tertunduk merasakan perih dalam dada.


"Wah dunia ini memang tidak selebar daun kelor. Bisa kebetulan begini. Jadi ini alasan kamu tidak kerja hari ini. Karena bos mu masih libur merayakan kelahiran putranya. Mama yakin, Nada akan bahagia. Mama lihat keluarga bosmu ini adalah keluarga baik baik. Jadi pengantin yang waktu ini kita lihat, itu ternyata malah keponakan Valencia rupanya. Beruntung kita tidak bertemu dengannya. Valencia pasti juga diundang olehnya." cicit mama yang tak tau perihal hubungan tante dan keponakannya yang memburuk.


Ku biarkan saja beliau bicara banyak karena hati ini jujur masih bimbang harus memberitahu beliau atau tidak. Tapi dasar mama,,, wanita yang paling bisa membaca isi hatiku itu, kemudian menyadari kediamanku.

__ADS_1


"Ada apa dengan Nada?" tanya beliau lagi.


"Anak yang dilahirkannya,,, Itu bukan anak bos mudaku ma." dengan berat akhirnya ku katakan inti permasalahan ini.


"Apa? Lalu anak siapa? Kenapa tante dan keponakan sama sama bejadnya sih?" mama menuduh.


"Ma,,, Nada tidak begitu. Jangan disamakan dengan tantenya." suaraku meninggi karena aku tak terima Nada dikatai seperti itu.


"Kalau tidak bejad lalu apa namanya? Hamil dengan orang lain tapi menjerat orang lainnya untuk mengakui status bayinya. Mama kecewa padanya. Seingat mama dia itu gadis yang baik. Manis. Tapi ternyata mewarisi sifat tantenya."


"Ma!! Nada tidak bejad! Anak mama inilah yang bejad!!!"


"Apa?? Apa maksudmu?" mama terperangah.


"Anak yang dilahirkan Nada itu anak Ody. Cucu mama."


"Ody jaga bicaramu!! Jangan sembarangan. Atas dasar apa kamu yakin bahwa anak itu anak kamu. Bos mu bisa marah kalau dengar ini. Ingat Ody,,, kita sudah diberikan semua kemudahan yang berlimpah oleh bosmu. Jadi jangan sembarangan." mama mengingatkan.


"Ody tidak sembarang bicara ma. Ody yakin anak itu anak Ody."


"Malam itu Ody mabuk. Nada yang membantu Ody, membawa Ody pulang dari tempat itu. Dia yang membantu Ody ganti baju dll,,,," ku ceritakan kejadian malam itu sampai perginya Nada dan baru ketemu sekarang ini.


Mama manggut manggut meski keningnya masih mengkerut pertanda ia tak serta merta menerima atau percaya.


"Begitu ma kejadiannya." pungkasku setelah dengan napas tersengal sengal dan airmata bercucuran menyesali perbuatanku.


"Mama paham perasaanmu. Menanti lama kehadiran buah hati dari pernikahanmu dengan Valencia tapi berujung kebohongan panjangnya. Lalu begitu kamu merasa kamu memiliki keturunan, keadaannya malah begini. Mama tau keinginanmu begitu besar untuk memiliki ibu dan bayinya. Bahkan kalau memang benar anak itu adalah darah dagingmu, maka mama juga berharap besar menantu dan cucu mama bisa tinggal bersama kita. Tapi kondisinya seperti ini Ody. Tidak segampang membalikkan telapak tangan."


Mama terlihat ikut bingung harus bagaimana.


"Ody,,, Kamu tidak bisa bertindak kalau kamu tidak punya bukti kuat. Semisal hasil tes DNA. Tapi kalau kamu melakukannya,,, kamu juga harus pikirkan Nada. Bagaimana sikap keluarga barunya kalau tau semua ini? Masihkah mereka mau menerimanya? Pikirkan Nada juga jika kamu ingin mengambil tindakan apa pun." kembali mama mengingatkan.


"Lalu apa aku hanya harus diam,,, merelakan tanpa berbuat sesuatu pun ma? Jujur Ody tidak ikhlas."


Berat sekali rasanya kalau hanya harus berdiam diri menyaksikan semua ini. Aku sangat yakin Birru adalah putraku meski mama sempat memberi bayangan bisa jadi saat itu Nada tidak hamil. Bisa jadi bercak darah di seprai pagi itu juga bukan bercak darah kegadisannya. Bisa jadi Nada pergi juga untuk alasan lainnya.

__ADS_1


Banyak kemungkinan kemungkinan yang dipaparkan oleh mama tapi hati ini terlalu keras untuk dibengkokkan. Ia tetap menyuarakan bahwa Birru adalah putraku.


"Jalan satu satunya hanya Ody harus bicara empat mata dengan Nada. Ody akan memintanya jujur ma."


"Lalu apa? Kalau ia jujur dan mengakui bahwa anak itu adalah anak kamu, lalu kamu mau apa? Memintanya menyerahkannya? Memintanya bercerai dengan bosmu? Lalu apa lagi? Hubungan kerjamu dengan bos mu jadi taruhannya?" cecar mama.


"Entahlah ma. Untuk saat ini, Ody hanya ingin kejelasan dulu. Kebenarannya seperti apa. Itu saja dulu." pungkasku lantas berdiri meninggalkan mama yang masih terduduk penuh dengan pertimbangan pertimbangan.


Ody juga tidak tau ma ke depannya harus bagaimana. Tapi saat ini,,,Ody hanya ingin kepastian. Ody akan menuntut penjelasan dari Nada apakah benar Birru itu adalah anak Ody.


Tekad ini sudah bulat dan tak bisa ditahan lagi. Aku akan mencari waktu di mana aku bisa membicarakan ini dengan Nada sendiri.


🌸Pov Nada🌸


Aku harus jujur kepada kak Dewa. Aku tidak bisa hidup dalam kebohongan terus menerus seperti ini. Lebih baik kak Dewa mendengarnya dari mulutku sendiri daripada ia harus dengar dari om Ody.


"Kak,,, Birru itu sebenarnya adalah anak,,,"


"Kakak tau." potong kak Dewa sebelum aku mengucapkan siapa ayah biologis Birru. Itu cukup membuatku terperangah.


"Tapi Na,,, Birru itu putra kandung Na. Dan Na adalah istri sah kakak. Jadi,,,Birru tetap anak kakak. Kecuali,,," kak Dewa terdiam sejenak.


"Kecuali apa kak?"


"Kecuali jika ibunya sendiri yang memutus hubungan itu. Kecuali jika ibunya meminta untuk bercerai dengan ayah sambungnya ini." ucapan itu terdengar berat dan suara dipenuhi kesedihan.


"Kak,,,"


"Jika memang begitu mau Na,, Kakak bisa apa?" senyum tipis sarat dengan kesedihan dan pasrah itu mengusikku.


"Maafkan Na kak." lirihku.


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...

__ADS_1


__ADS_2