I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Gugup


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


"Masih lembur?? Pulang jam berapa??"


"Iya nih. Masih banyak kerjaanku. Gak tau sih bisa pulang jam berapa. Ya udah sih kamu bobo aja dulu. Gak usah tunggu telponku malam ini. Sayang kamu selalu 😘❤️"


Airmata Nada makin lolos meluncur bebas mengalir di pipinya saat ia kembali mencoba mengirim pesan pada Anton dan mendapat jawabannya.


Lelaki itu bilang sayang selalu di saat tangannya memeluk wanita lain dengan mesranya. Bisa bisanya ia menyakiti hati gadis yang notabene adalah calon istrinya sementara itu ia bisa memperlakukan wanita itu dengan baik.


Kecewa!!


Mengetahui fakta di balik semua ini. Tapi haruskah marah? Bukankah ini baru kali pertama Anton bertingkah demikian?


"Atau baru kali ini aku mengetahuinya??" batin Nada miris.


Ribuan rasa sakit bagai ditusuk tusuk dengan puluhan benda tajam kembali terasa dalam dada membayangkan lamanya hubungan mereka dan jika benar ini bukan kali pertamanya Anton begitu.


Mata sembab Nada menangkap kembali pergerakan Anton dan wanita yang sama sekali tidak Nada kenal itu. Keduanya masuk ke taksi hendak meninggalkan hotel itu.


Nada sempat bingung karena jujur ia masih ingin tau kemana mereka berdua pergi selanjutnya tapi tidak mungkin baginya tiba tiba muncul dan menyetop taksi lainnya. Itu bisa membuat Anton menyadari keberadaannya.


Tengah berpikir sementara kedua orang itu telah naik taksi, untungnya ada sebuah taksi yang menurunkan penumpangnya di hotel itu. Nada segera masuk ke taksi itu begitu penumpangnya keluar.


"Pak ikuti mobil itu. Cepat ya pak." Nada menunjuk taksi yang ditumpangi Anton yang sudah mulai bergerak menjauh.


Sopir taksi tak banyak tanya dan hanya menjalankan perintah penumpangnya. Bahkan saat penumpangnya mulai rewel memintanya menjaga jarak agar tak terlalu mencolok, mendekat lagi karena tak mau kehilangan jejak.


"Ini kan ke arah kontrakan Anton?" gumam Nada sembari mengenali jalanan.


"Untuk apa dia bawa wanita itu ke kontrakannya? Apa mereka masih kurang bermesraan di hotel?"


Nada meremat jarinya sendiri mencoba mengusir perih di dada. Tapi nyeri itu makin menderanya ketika taksi Anton benar benar berhenti di depan kontrakannya. Makin sakit saat melihat Anton mengajak serta wanita itu untuk turun dan masuk ke kontrakannya.


"Kenapa kamu membawanya masuk? Kenapa kamu biarkan perempuan lain selain aku memasuki area pribadimu tanpa seijinku??"


Airmata Nada kembali terjun bebas karena pertanyaan pertanyaan yang tak ia tau jawabannya.

__ADS_1


"Mau lanjut apa turun neng?" tanya sopir taksi.


Nada tak bergeming seolah dunianya tertutup. Begitu sedihnya ia sampai ia merasa semua gelap dan sepi.


"Neng??"


"Mmpphh,,, Ii,, iya pak. Ada apa??" panggilan kedua sopir taksi berhasil menyadarkannya.


"Saya tadi tanya, neng mau turun apa lanjut?"


"Oh ng,,, anu,,, ng,,," Nada bimbang harus berbuat apa.


Turun dan memergoki apa yang tengah mereka lakukan di dalam kontrakan Anton lalu melihat semua pemandangan buruk yang rasanya tak siap untuk ia saksikan,,,


Atau pulang saja menenangkan diri dan jiwa?


"Gimana neng? Udah malam lho ini." sekali lagi sopir menegurnya yang kembali terlihat melamun.


"Mm,,,Ng,,, Maaf pak. Antar saya pulang saja."


Nada yang terlalu takut menemukan fakta lain memilih untuk mundur. Ia terlalu tidak siap dengan semua ini. Rasanya akan lebih bijak untuk menenangkan diri dan memikirkan langkah dan tindakan selanjutnya.


Nada yang basicnya adalah penyabar memilih untuk pulang dan membiarkan dulu kejadian ini. Ia tak ingin tiba tiba masuk lalu dengan penuh emosi hingga melakukan tindakan yang akhirnya akan bisa membuatnya menyesal di kemudian hari.


"Lebih baik pulang. Coba hubungi dia lagi. Dan besok pagi pagi sekali aku bisa datang ke sana lagi. Siapa tau ada kejutan lain lagi besok. Lebih baik aku menyiapkan mental dan hatiku."


Logika boleh berjalan,,, Airmata pun tetap berjalan lancar,,,


Nada masuk ke kontrakannya dengan langkah gontai setelah membayar taksinya. Sesampainya di kamarnya, ia mengambil ponselnya. Mencoba mengirim pesan pada Anton.


"Udah pulang belum?"


Lima menit berselang, ada balasan dari Anton.


"Kok belum tidur? Aku udah di rumah kok. Bentar lagi juga mau tidur. Capek banget hari ini. Banyak kerjaan."


"Syukurlah kalau udah di rumah."


"Ya udah. Bobo gih,,, Mimpi indah sayangku."


"Tunggu!! Boleh vicall sebentar? Aku kangen banget nih. Gak bisa bobo karena kangen. Tetiba kangen aja gitu. Kepikiran kamu terus 🥰🥰" Nada mengetiknya dengan wajah datar karena ia tak benar benar merindukan Anton.


"Aku capek. Besok aja ketemu kamu ya. Gudnite 😘❤️"

__ADS_1


"Tapi,,,,"


Aplikasi chating online berlogo warna hijau itu sudah menunjukkan tanda centang putih dan hanya satu saja yang artinya pesan itu sudah tidak sampai di penerimanya. Biasanya karena hilang sinyal atau ponsel mati.


Dimatikan tepatnya!!!


Nada mendengus. Seingatnya, Anton selalu suka diajak vicall malam malam begini. Katanya untuk pengantar tidur. Tapi malam ini ia menolak meski dengan alasan Nada kangen.


"Pasti karena ada perempuan itu bersamamu kan? Sedang apa kalian berdua sekarang? Menghabiskan malam berdua? Lalu apa kamu tidak mengingatku sama sekali? Tidakkah kamu ingin menjaga apa yang seharusnya hanya kamu berikan padaku seperti aku menjaga milikku untukmu??"


Malam itu Nada lewati hanya dengan menangis. Ia tak tidur sama sekali karena ia takut kalah dengan matahari. Ia sengaja melek semalam hanya untuk menunggu pagi.


Menunggu pagi yang akan membuktikan perselingkuhan mereka. Karenanya begitu matahari sedikit memperlihatkan senyumnya, Nada sudah siap dengan taksi online yang sudah dipesannya.


"Jika benar kalian menghabiskan malam semalam berduaan, tidak mungkin sepagi ini kalian sudah bangun." gumamnya dalam hati.


Ia tak sabar bisa segera sampai di kontrakan Anton lagi. Karenanya begitu taksi berhenti, ia langsung turun. Lagipula ia sudah membayar taksi online dengan metode payment cashless.


"Huuuffttt,,, Aku siap. Nada,,, kamu siap!!!" Nada tarik napas dalam dalam lalu menghembuskannya dengan mensugesti dirinya sendiri bahwa ia siap dengan apa pun yang akan disaksikannya sebentar lagi.


Tok,,, Tok,,, Tok,,


"Siapa sih pagi pagi gini??!!! Ganggu banget,,," gerutu Anton yang merasa terganggu.


Butuh waktu hampir lima belas menit mengetuk pintu hingga akhirnya pemiliknya bangun dan membuka pintu.


"Selamat pagiiii,,," sapa Nada dengan keceriaan yang dibuat buat begitu pintu terbuka.


"Nn,,,Na,, Nada????"


Gugup!! Anton gugup!!


"Kk,,Kamu mau ngapain???" serunya begitu Nada main masuk melewati dirinya.


"Kan aku udah bilang kalau aku kangen sama kamu dari semalam. Jadi pagi ini aku datang. Kamu gak suka emangnya??"


"Ak,,,Aku,,, Aku,,,"


Lagi lagi GUGUP!!!


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...

__ADS_1


__ADS_2