I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Alasan Yang Lucu


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


"Jja,,, Ja,, Jangan masuk!!!"


Anton mencegah Nada yang sudah ada di depan pintu kamarnya.


"Kenapa?? Biasanya juga kamu perbolehkan aku masuk??"


"Ka,,, Ka,,, Kamarnya berantakan."


"Ah itu kan sudah biasa. Biasanya juga aku kan yang membereskannya. Udah ah,,, aku mau masuk. Mau rebahan."


"Nada,,,!!!" Anton kembali mencegahnya.


"Apa sih Anton?? Kamu ini aneh deh hari ini. Gak apa apa berantakan. Aku sekalian beresin kalau begitu. Ini masih pagi,,,ini juga hari libur. Mending setelah aku beresin kamarmu, kita bisa sama sama rebahan dan kamu bisa lanjut tidurmu juga."


Nada berusaha setenang mungkin walau hatinya makin sakit membayangkan apa yang akan dilihatnya di dalam kamar itu nantinya. Mengingat Anton yang hanya memakai boxer tidurnya, Nada bisa membayangkan jika benar masih ada perempuan itu di dalam kamar ini,,, Mereka pasti,,,


Tidak,,, Tidak,,,!!!


Cukup membayangkan!! Cukup sudah menahan sakit sekaligus rasa curiga!! Buka dan masuk saja!!


Kata hati Nada terus menuntutnya berani menerima kenyataan di balik pintu itu.


(Oh ya,, soal ajakan rebahan dan tidur berdua, meski sering melakukannya bersama Anton, tapi Nada pandai jaga diri ya. Dirinya tidak naif menerima ajakan Anton untuk sekedar rebahan berdua. Yang jelas hanya rebahan,,, sekian note dari author,,,,)


Klek,,,,


Knop pintu ada yang memutar dari dalam. Membuat Nada dan Anton yang masih berdebat saling terdiam.


"Baby,,, Ada apa sih kok ribut ribut?? Masih pagi begini,,,"


Perempuan dengan rambut acak acakan dan muka bantal keluar hanya mengenakan selimut yang menggelung tubuhnya. Tubuh yang pastinya polos!!!


Nada menatap Anton dengan tatapan tajam. Sorot mata menuntut penjelasan sekaligus kemarahan sekaligus kekecewaan. Untungnya mata yang sudah semalam suntuk tidak terpejam dan lelah dibanjiri airmata itu, pagi ini begitu tegar.

__ADS_1


Tak ada lelehan bening lagi,,,


"Siapa ini???" tanya perempuan yang baru menyadari ada gadis cantik tengah dipegang tangannya oleh Anton.


Seketika Nada menepiskan tangan Anton.


"Siapa aku!!! Jelaskan siapa aku dan siapa dia!!!" Nada membentak Anton dengan menunjuk diri sendiri dan wanita itu.


"Kenapa bisa ada wanita setengah telan*jang keluar dari kamarmu sepagi ini!!! Jelaskan!!!" Nada mendorong dorong tubuh Anton yang masih tidak ada ide untuk menjawab apa di depan dua wanita yang semua menuntut penjelasan darinya.


"Baby,,, Siapa dia???!!!"


Belum mampu menjawab Nada, wanita satunya juga menuntut jawab.


"Diam kamu!!!" bentak Nada kepadanya.


Nada merasa sangat terganggu dengan keberadaannya saat ini diantara dirinya dan Anton. Jadi jangan bersuara lagi!!!


"Heh,,, bocah!! Jangan berani berani bentak gue ya,,," perempuan itu tidak terima dibentak gadis yang jelas jelas jauh lebih muda darinya itu.


"Anton!! Tante mau kamu segera jelaskan semuanya." Selanjutnya ia melotot pada Anton yang sudah lemas tak tau harus berbuat apa.


"Kamu diam saja aku dibentak olehnya?? Anton!!!" Nada mengguncang tubuhnya hingga kesadarannya kembali pulih.


"Aku,,, Aku,,,"


"Jangan aku aku aja!! Aku apa???" desak Nada.


"Brondong tengil!!! Gak bisa apa pinter dikit mainnya?? Malu maluin gue aje!!" gerutu si tante yang sudah mulai paham situasi.


Dia bukan Nada yang baru melihat hal hal seperti ini. Dia adalah wanita matang dengan posisi sebagai istri orang yang mencari kesenangan di luaran. Membayar sentuhan sentuhan daun muda yang mampu menyenangkannya.


Wanita itu sudah beringsut masuk ke kamar kembali tanpa menutup pintunya. Ia melempar selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya hingga kini tubuh itu pun polos. Membuat mata Nada melotot dan benar benar paham kini apa yang sudah terjadi.


Gadis perawan itu memang masih lugu tapi bukan "lucu ngguobloki" ( bahasa jawa yang artinya lucu dan bodoh). Gadis itu paham dengan sistem reproduksi manusia meski dirinya tidak kuliah mengambil bidang yang lebih mengulas detail tentang semua itu.


Gadis perawan itu juga tau kalau sudah laki laki dan wanita sekamar tanpa busana,,, mustahil tidak terjadi apa apa. Mustahil hanya kerokan,,, mustahil hanya pijet pijetan,,, apalagi semalaman.


Bukan juga main catur tentunya,,, Atau masak masakan?? Bukan!! Bukan itu pastinya!!!


Wanita itu telah selesai berpakaian kembali. Mengeluarkan beberapa lembar uang kertas yang ia lemparkan ke wajah Anton.

__ADS_1


"Nih!!! Makan tuh bayaranmu!! Dasar gi*golo goblok!! Lain kali kondisikan dulu pacar ingusanmu ini dulu biar gak ganggu!!!" omelnya pada Anton.


Apa?? Pacar ingusan?? Nada tidak salah dengar. Itu artinya tante tante itu juga tau kalau Anton punya pacar tapi kenapa bisa dan kenapa masih mau sama Anton???


Oh,,, Nada tau. Karena lembaran lembaran yang kini berserakan di lantai tanpa dipungut Anton itulah penyebabnya.


Heh,,, kenapa malah menyalahkan dan memikirkan tante itu?? Seharusnya semua kesalahan ditujukan pada Anton yang kini menyusul tante tante itu ke depan. Berusaha menjelaskan dan meminta maaf meski si tante tampak menampiknya dan terus mengomelinya dengan kata kata yang tidak enak didengar telinga.


Gila!!!


Dia malah menjelaskan pada tante itu,,, minta maaf pada tante itu sedangkan Nada tidak digubrisnya sedari tadi.


Anton lemas di tengah pintu tak mendapat maaf dari si tante. Dengan langkah lunglainya ia kembali masuk. Duduk di sofa dan kini ia siap diterkam singa muda.


"Cukup sudah Anton."


Anton merasa hidungnya terantuk sesuatu. Anton mencari benda apa yang dilemparkan oleh Nada itu.


"Da ini,,," Anton memungut cincin yang dilemparkan Nada kepadanya.


"Ini maksudnya apa??" lanjutnya tanpa perasaan bersalah.


"Semua sudah jelas!! Aku gak mau jadi istri kamu!!!"


Nada beringsut pergi namun Anton segera menyusulnya. Anton menghela lengannya hingga langkah Nada terhenti.


"Gak bisa begitu dong. Setidaknya kamu harus dengan dulu penjelasanku. Aku melakukannya semata mata demi membahagiakanmu. Menyenangkanmu. Memberimu masa depan yang lebih layak. Menghasilkan uang untuk bisa menyelesaikan rumah impian kita berdua."


Nada tertawa. Ngakak bahkan mendengarnya. Penjelasan macam apa itu??? Alasan yang lucu bukan???


"Impian kita??? Impian lo aja keles!!!" semprot Nada.


"Dengar ya,,, aku memang punya impian hidup bersama,,, jadi istri,, tinggal di rumah impian,, tapi bukan rumah yang dibangun dengan modal jual diri seperti ini!!! Aku juga bukan bermimpi menjadi istri dari laki laki penjahat kel*min seperti kamu!!!"


Nada menepiskan tangan Anton dengan kasar. Ia tak peduli lagi. Pupus sudah semua mimpi. Matanya terbuka lebar. Ia bersyukur karena ia tau semua ini sebelum semuanya jauh terlambat.


Tinggal Anton yang terduduk lemas,,,


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...

__ADS_1


__ADS_2