I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Mulai Baper


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


"Kamu sudah makan sayang?" tanya om Ody.


Aku menggeleng padahal aku sudah makan. Tapi aku tau kemana arah bicaranya. Om Ody pasti ingin mengajakku makan dan menghabiskan semua yang ada di meja.


"Kalau begitu, temani om Ody makan ya." ajaknya kemudian tepat sesuai dugaanku.


"Tapi om,,, Bukannya ini semua,,," aku tak melanjutkan perkataanku, ku rasa aku sudah salah bicara kali ini. Ini namanya malah mengingatkan akan rasa kecewa om Ody karena yang ditunggu tak kunjung datang.


"Tidak apa apa. Tante juga gak akan pulang cepat." sahut om Ody datar seolah sudah tau apa yang dilakukan oleh tante Valencia di luar sana.


"Ayo sayang."


Aku mengangguk cepat saat melihat om Ody sudah duduk di tempatnya. Sebenarnya aku merasa agak kikuk seperti ini. Di mana hanya ada dua kursi berhadapan yang sudah kami tempati, ada lilin lilin cantik dan bunga bunga indah,,, makanan yang lezat,,, suasana yang temaram,,,


Ah,,,apa namanya?? Candle light dinner,,,, Betul itu ya?? Makan malam romantis ditemani lilin putih.


Kami mulai makan dengan saling diam. Kaku. Benar benar terasa kaku. Terlebih tiap kali om Ody mengambilkan makanan untukku. Ini bukan kali pertama kami makan bersama. Kami sering makan bersama sebelumnya tapi tidak pernah sekikuk ini.


Ah pasti karena kami berdua terbawa suasana yang tidak tepat sasaran ini,,,, Aku berada di kursi yang bukan seharusnya ku tempati. Aku salah posisi,,,!!!


"Enak??" om Ody berusaha memecah kesunyian.


"Selalu. Kapan sih masakan om gak enak?? Kalau terus tinggal di sini bisa bisa Nada gendut." ucapku mengimbangi usahanya untuk mencairkan suasana.


"Terima kasih ya sayang. Hanya kamu yang selalu bisa menyenangkan hati om. Kamu satu satunya yang selalu bisa menghargai usaha om. Terima kasih,,, Sekali lagi terima kasih."

__ADS_1


Ah kenapa nada nadanya terdengar mellow begitu sih om?? Jangan sedih,,, Yang kuat ya,, Aku takut melihat om lemah.


"Nada kan hanya bicara apa adanya saja om. Masakan om memang enak kok." ku coba membuat suasana tak mellow lagi.


Tapi,,,,


"Sayangnya tantemu gak pernah mau mencoba masakan om."


Yaaahhh malah baper lagi tuh si om,,,


"Itu sih tante aja yang rugi om. Suatu saat kalau tante sudah punya waktu untuk coba masakan om, Nada yakin tante gak bisa move on dari masakan om. Seperti Nada,,, hehehe,,," ku coba sebisa mungkin meyakinkannya.


"Sayangnya,,, Tante tidak akan pernah punya waktu untuk om. Hhhh,,," senyum tipis penuh dengan rasa tidak percaya diri itu akhirnya kulihat dari wajah om Ody.


Aku diam,, Tidak berkomentar apa pun lagi. Aku takut malah makin membuat om Ody makin baper.


"Ah ngomong apa sih om ini? Udah, jangan diambil hati ya sayang. Om hanya ngelantur. Sepertinya om lelah. Udah ngantuk kali ya." om Ody kemudian merasa bodoh sudah bicara seperti tadi.


"Iya om sebaiknya istirahat saja. Sudah lewat tengah malam ini. Sisa makanan dan piring piringnya biar Nada yang bereskan." ucapku kemudian.


"Jangan sayang. Om gak mau merepotkanmu. Biar om saja. Kamu saja yang istirahat ya."


"Nggak sayang. Kamu istirahat saja. Om yang bereskan. Om masih kuat kok."


"Om,,, biar Nada saja. Om seharian ini sudah sibuk menyiapkan semua ini. Jadi sekarang biar Nada saja yang membereskannya. Om istirahat." tegasku tak ingin dibantah lagi olehnya.


Om Ody diam. Tampak raut wajah lelahnya tak bisa disembunyikannya lagi. Ia juga kelihatan gelisah sedari tadi karena berulang kali kulihat matanya melihat ke arah jam dinding.


Om Ody pasti masih berharap tante Valencia segera pulang,,,


Ku lihat om Ody menghela napas beratnya setelah sekali lagi melihat jam dinding yang angkanya makin menurun menunjukkan hari akan segera berganti.


"Baiklah kalau begitu om ke kamar duluan ya. Kamu juga segera ke kamarmu setelah selesai semuanya ya sayang."


"Iya om."

__ADS_1


"Terima kasih sayang." diusapnya lembut pipiku lalu keningku juga tak luput dikecupnya perlahan.


Om Ody bergegas menaiki tangga menuju ke kamarnya di lantai atas. Ku lihat ia meninggalkan sesuatu di meja tempat kami makan malam tadi.


"Om,,," panggilku membuatnya menghentikan langkahnya dan menoleh padaku.


"Ini kelupaan dibawa." ku tunjukkan kotak kecil berpita yang kuyakin isinya adalah cincin yang disiapkannya untuk tante Valencia.


Om Ody terdiam sejenak. Tampaknya sedang berpikir.


"Buang saja sayang." jawabnya kemudian yang serta merta kujawab dengan,,,"Hah??? dibuang??? Tapi ini kan,,,"


"Tidak apa apa. Buang saja." om Ody tersenyum dan meyakinkan bahwa aku tak salah dengar perintahnya.


Om Ody lalu meninggalkanku yang masih termenung memandangi kotak itu. Pikiranku mulai menerka nerka.


Apa Om Ody sudah mulai lelah berjuang?? Apa ini bentuk dari kekecewaannya pada tante?? Sayang kan kalau cincin sebagus ini harus dibuang. Tante kemana sih?? Jam segini belum pulang juga. Keterlaluan sekali. Aku gak bisa diam kalau seperti ini. Anak kecil ini harus mulai menegur orang tua yang makin lupa diri dan statusnya itu.


Ku coba menelponnya namun tak ada jawaban. Ku ulangi lagi sampai 3x dan yang ketiga malah hanya suara operator yang ku dengar.


Di reject atau kehabisan baterai?? Entahlah aku tidak tau. Yang jelas usahaku menanyakan padanya jam berapa ia akan pulang hanya bisa kulanjutkan melalui pesan singkat.


Aku juga tak lupa memfoto kotak kecil itu agar tante Valencia tau ada kado mungil namun sangat berarti untuknya dari orang yang mencintainya namun sepertinya mulai kecewa dengan sikapnya.


"Semoga tante bisa berpikir lebih jernih setelah tau betapa om Ody sangat menomersatukan dirinya."


Ku bereskan semua isi di meja dan ku cuci semua piring kotor malam itu juga. Pikiranku yang traveling membuat mataku sama sekali tak mengantuk. Aku juga gelisah karena sudah hampir jam 3 pagi tapi tante tak kunjung pulang.


Apa tante bermalam bersama brondongnya?? Seperti yang dilakukan oleh Anton dan tante girangnya tempo hari??


Ah bodo amat dah,,, Tidur saja. Makin kesini pikiranku malah makin kacau. Aku malah memikirkan si kardus juga kan akhirnya. Ogah ya!!


Aku menuju kamar dan memaksa mataku biar bisa terpejam. Tapi pikiranku malah menerawang ke kamar sebelah di mana ada Om Ody sendirian saat ini,,,


Om,,, sudah tidur belum? Masih menunggu tante?? Jangan marah ya,, Jangan kecewa,, Maafkan tante dengan segala kekurangan dan sikap buruknya ini. Nada janji,,, Nada akan bantu om menegur tante. Semoga kalau Nada yang ngomong,,, tante bisa mengerti.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,...


__ADS_2