
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Nada🌸
Seharian ini kuhabiskan untuk menangisi om Ody di kamarku. Pria baik hati yang sudah dengan sempurna menggantikan sosok ayah untukku itu membuatku mellow tiap kali mengingat kini ia benar benar terluka. Karena ulah tanteku lagi parahnya,,,
Aku gak bisa bayangin apa yang sedang dilakukannya saat ini di kantornya. Bisakah ia fokus dengan pekerjaannya? Bisakah ia pura pura tidak terjadi apa apa? Menangiskah ia? Ingin rasanya aku mengunjunginya di kantornya saat ini untuk memastikan ia baik baik saja.
Tangisku kembali pecah ketika ku dengar suara tante Valencia di balik pintu kamarku.
"Sayang,, Tante pergi dulu. Mau ketemu teman. Nada gak apa apa kan ditinggal sendirian di rumah??"
"Dasar tidak tau diuntung. Sudah bagus dapat suami sebaik om Ody tapi malah tante sakiti dan sia siakan hanya demi memenuhi kepuasan tante sendiri. Egoissss."
Tentu saja aku hanya mengumpat dalam hati. Wanita itu,,, Bersikap seolah tidak terjadi apa apa. Dia tidak tau aku juga sempat mendengar semuanya tadi. Aku juga sudah tau kebusukannya. Ingin rasanya ku buka pintu kamarku lalu ku cakar cakar wajahnya itu.
Tapi kemudian apa??
Yang ada aku makin menyakiti om Ody kan? Dia akan sedih kalau melihatku memusuhi tante Valencia. Baiklah,,, Sahut saja suara itu biar cepat pergi.
"Gak apa apa tante. Tinggal saja." aku hanya memekik dari dalam kamar.
Sama sekali aku tak ingin melihat wajahnya saat ini. Aku takut gak bisa menahan diri. Aku takut emosiku meledak. Memikirkan perkataannya akan "Bertemu teman" itu saja sudah mampu menyulut emosiku.
"Teman yang mana lagi coba?? Teman apa teman?? Teman beneran?? Teman berbuat dosa?? Teman seranjang?? Sok manis saja kamu tante,,,"
Lagi lagi aku hanya bisa mengumpat dalam hati, demi om Ody.
"Mama,,, salah gak sih kalau Nada jadi benci tante Valencia? Terkesan tidak tau balas budi gak sih? Tapi apa Nada juga harus tutup mata melihat semua ulah tante Valencia?? Ini semua tidak benar ma. Meski tante Valencia adik kandung mama, tapi yang namanya salah dan benar itu tidak memandang pertalian darah bukan?? Boleh gak Nada merasa kecewa dan marah pada tante??"
Airmataku kembali berderai. Melihat foto kedua orang tuaku makin membuatku mellow. Aku rindu mereka berdua. Pokoknya seharian ini aku hanya menangis di kamar. Tumben para cacing perut juga sepakat untuk diajak diam di kamar saja. Mereka sama sekali gak meronta.
Mungkin mereka tau kalau yang biasa memanjakan mereka saat ini tengah terluka. Jadi jangan harap bisa makan enak.
🌸Pov Author🌸
"Gila lo!!! Sumpah gila!!!"
__ADS_1
Nancy berkali kali menggebuk gebuk meja di depannya. Untungnya itu meja kayu yang besar dan kuat jadi tidak akan patah akibat ulahnya.
"Dan Ody?? Pasrah gitu aja???" tanyanya lagi.
"Iya. Bahkan dia bolehin gue terus lanjut sampai gue puas. Yang jelas dia gak akan larang gue. Katanya asal gue bahagia." Valencia menyeruput habis minumannya dengan senyum mengembang.
"Asli gila lo!! Tega lo!! Lakik lo apa kabar perasaannya?? Dan itu lagi,,, dia bolehin lo begituan sampai lo bisa dapat pembuktian kalau lo bisa hamil. Ya kali lo bisa hamil?? Rahim aja udah melayang. Parah lo!!!" Nancy merasa tidak terima kalau keadaannya flat begini.
"Apaan sih? Biasa aja keles. Kan bukan gue yang suruh dia begitu. Dia sendiri kan yang mau???" Valencia tidak mau dikomentari seperti itu.
"Ya dia kan mau karena dia gak tau masalah operasi rahim mmmmmpppfffhhh,," Valencia membekap mulut Nancy.
"Lama lama nih mulut makin somplak ya ngomongnya. Ntar kalau kedengeran orang bisa bahaya." ketus Valencia.
"Masa bodo!!!" sahut Valencia acuh tak acuh.
Nancy geleng geleng kepala dibuatnya. Segelintir rasa bersalah mulai hinggap di hatinya. Dulu memang dia yang memberi ide untuk angkat rahim tapi dia gak menyangka kalau akan serumit ini masalahnya.
Memikirkan sikap Ody pada Valencia membuatnya tak habis pikir.
"*Kok ada ya orang yang segitu cintanya sampai rela diperlakukan begitu*???"
__ADS_1
🌸Pov Nada🌸
Aku terbangun saat sore hari. Rasa haus di tenggorokan memaksaku untuk bangun. Ku lihat mataku yang masih sembab akibat seharian menangis sampai akhirnya tertidur sendiri.
Ku putuskan cuci muka saja dulu biar agak segar saja wajahku ini. Setelah itu aku keluar kamar. Rumah terasa sepi. Sepertinya tante Valencia belum pulang.
Ya jelaslah belum pulang,,, Kalau sudah tengah malam baru pulang tuh wanita.
Aku melangkah malas ke arah dapur dan mataku terbelalak melihat banyaknya bunga bunga bermekaran dengan warna merah tuanya,,lilin lilin yang mempercantik ruangan dan sebongkah kue ulang tahun bertuliskan nama tante Valencia.
Dari siapa?? Emang ini hari jadi tante??
Ku putar otakku mengingat tanggal tanggal penting untuk anggota keluargaku. Ah benar,,, hari ini ternyata hari ulang tahun tante Valencia.
"Gimana menurutmu sayang?? Tante bakal suka nggak sama kejutan om ini??"Aku langsung tersentak mendengar suara om Ody dari arah belakangku.
Jadi semua ini dari om Ody?? Untuk tante Valencia?? Si pengkhianat itu??? Kenapa bukan untukku sih om?? Aku akan meleleh seketika diperlakukan begini,,,Uppss!! Apa apaan sih aku ini???
"Gimana?? Bagus gak??" kembali pertanyaan itu keluar dari bibir om Ody.
Aku mengangguk menahan derai airmata yang hampir saja tumpah saat ku perhatikan baik baik wajah om Ody. Raut kesedihan terbalut dengan bahagia yang pura pura.
Aku tau om hanya sedang coba menutupi kesedihan dan luka hati om,,, Demi apa sih om?? Demi tante yang gak mau peduli sama sekali sama perasaan om??
"Sayang kenapa?? Kok matanya merah??" kembali aku tersentak karena om Ody menyadari mataku yang menahan tangis.
"Ng,,, Ng,,, Tadi mata Nada,,, mmm,,, iritasi. Kelilipan. Iya,,, kelilipan." ku kerjap kerjapkan mataku berpura pura sedang ada sesuatu dalam mataku.
"Sini,,,"
Sreeett,,, Om Ody menarik wajahku. Menangkup pipiku. Memperhatikan kedua mataku dengan seksama. Lalu bibirnya begitu dekat dengan wajahku. Jantungku berdegup kencang.
Perasaan apa ini??? Om Ody,,, Om mau apa?? Kenapa kita sedekat ini???
Huuuuhhh,,,,
desiran angin lembut beraroma mint tertiup dari bibir Ody ke dalam mataku. Hehehe,,, ternyata om Ody cuma mau meniup mataku karena dia percaya aku kelilipan.
Ku pikir mau menciumku om,,,,hiii,,,,Duuhh ingin rasanya ku benturkan kepalaku ini biar gak mikir macam macam lagi. Ya kali om Ody menciumku.
Cup,,,
Eh,,,, apa ini?? Kurasakan sebuah kecupan manis di keningku. Aku mengerjap ngerjap kembali berusaha melihat jelas bahwa yang menciumku barusan benar benar om Ody.
"Udah ya anak cantik. Udah ditiupin matanya,, Udah dikecupin juga keningnya. Pasti udah gak sakit lagi kan???" om Ody mencandaiku.
Ya ampun om,, mendadak semua bagian tubuhku terasa sakit. Minta dikecup om,,,, hehehe becanda,,,
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung,,,,...