
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Author🌸
Sejak hari itu, hubungan semua orang membaik. Tidak ada lagi perasaan tertahan atau mengganjal dalam dada masing masing. Semua merasa lega dengan kejujuran yang mereka sampaikan dan permohonan maaf yang mendapatkan ampunan.
Nada fokus menjadi istri rumahan. Merawat Birru dan melayani Dewa. Menjadi menantu yang baik bagi ajik Artha dan biang Dayu. Sementara Dewa, dia semakin mumpuni dalam memimpin perusahaan. Ajik Artha sangat lega dan bersyukur karena meski diawali dengan banyak drama untuk bisa membuat putranya itu mau berkecimpung di dunia bisnisnya, namun kini putranya bisa diandalkan.
Biang Dayu juga merasa tak lagi kesepian di rumah besar itu sejak ada Nada. Hubungan keduanya sangat dekat bak ibu kandung dan anak kandung. Hampir tidak terlihat seperti menantu dan mertua.
Birru sukses menjadi pangeran kecil yang dilimpahi kasih sayang berlimpah dari keluarga Dewa. Hingga kini dan kapan pun juga, tidak akan pernah ada orang lain yang tau siapa ayah biologisnya Birru. Beruntungnya Ody adalah paman Nada. Jadi meski Birru sering dibawa pergi olehnya tiap akhir pekan, maka orang tak pernah curiga atau bertanya tanya mengapa.
Panggilan Birru kepada Ody juga tak jadi masalah meski Birru memanggilnya dengan ayah. Banyak kok cucu diluaran sana yang kadang memanggil kakek neneknya dengan kata ayah dan ibu.
Lalu Ody,,, Meski hingga kini tak pernah terlihat punya pasangan lagi, tapi lelaki itu tetap bahagia membesarkan putra semata wayangnya. Birru adalah satu satunya penyemangatnya. Ditemani oleh mamanya yang juga sangat menyayangi cucunya itu.
Valencia,,, dia masih fokus berhijrah. Tidak membuka diri dan hati untuk lelaki mana pun. Karena dalam hatinya ia masih mencintai Ody. Keduanya masih sering bertemu tapi tak pernah ada hubungan yang jelas selain berteman. Valencia memilih mencintai mantan suaminya itu dalam diam dan dalam doa doanya.
Hingga suatu hari,,,, rasa sakit hebat itu kembali menyerangnya. Valencia ambruk. Ia dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh ibu Nani. Beliau sempat mengabarkan kepada mamanya Ody juga perihal itu.
"O,,,O,,,Ody,,, Ma,,,ma,,,maaf,,,kan aku." lirih Valencia dengan nafasnya yang tinggal satu satu.
"Sudahlah Valen. Jangan bicara apa apa lagi. Jangan meminta maaf lagi. Sembuhlah." Ody tak tahan untuk tidak menangis melihatnya seperti itu.
"A,, Aku,, ma,,, masih men,,, cin,,taimu O,, Ody."
Ody terpaku mendengarnya. Seketika ia merasa bodoh karena selama ini hanya berdiam diri tak melakukan apa apa padahal hatinya juga masih mencintai wanita itu. Ody hanya takut ditolak karena Valencia fokus berhijrah.
"Aku juga Valen. Karena itu sembuhlah. Kita bisa mulai lagi semua dari awal. Aku dan kamu. Dan Birru juga. Kamu tidak perlu takut tak bisa memberiku keturunan dan aku tidak akan pernah memintanya lagi darimu. Kita sudah punya Birru."
__ADS_1
Mendengar itu, Nada yang ada dalam ruangan itu pun terisak di pelukan Dewa. Dewa membesarkan hati wanitanya dengan selalu memberikan bahunya dan pelukannya.
"Te,, rima kasih." Valencia tersenyum.
"Apa itu artinya kamu mau jadi istriku lagi?" tanya Ody.
"Aku,,, ingin se,,, kali. Ta,,, tapi a,,,aku ti,,,dak mungkin bi,,,bi,,,bisa." Valencia makin lemah.
"Tidak!! Kamu harus bertahan untukku. Tunggu di sini. Kuatlah!!" Ody langsung bergegas keluar meninggalkan ruangan itu dan tidak mempedulikan siapa pun yang memanggilnya.
Nada mendekati Valencia sambil tetap terisak.
"Tante,,," digenggamnya tangan lemah Valencia.
Valencia tersenyum lemah. Sorot matanya kian layu.
"Ma,, maafkan tan,,,te." lirihnya.
Nada menggeleng memberi isyarat untuk Valencia tidak perlu mengatakan hal seperti itu lagi. Nada hanya mengusap usap tangan lemah itu. Berusaha memberi kekuatan dan bentuk dukungan.
Valencia sempat tertidur beberapa saat sebelum Ody kembali.
"Ini pak kyai yang akan om mintai tolong untuk menikahkan om dengan tante."
"Apa?? Om yakin akan melakukannya?" Nada setengah terperangah mendengarnya.
Semua orang tentu berpikir,,, Mengingat kondisi Valencia yang semakin kritis dan lemah, mungkin ini bukan ide yang bagus untuk menikahinya.
"Nada sayang,, om minta doa restumu dan ijin darimu untuk kembali menikahi tante Valencia. Om tidak berharap banyak atau berharap akan ada mukjizat setelahnya. Om hanya mencintainya dan ingin dia kembali menjadi istri om. Kali ini om tidak akan meminta banyak kepadanya. Cukup menjadi istri om saja."
Bodoh mungkin,,, atau memang bodoh. Tapi Ody yakin itulah yang terbaik. Jodoh dan maut adalah bagian dari rahasia tuhan. Meski terlihat bodoh tapi jika memang sudah begitu nasib keduanya,,, orang lain bisa bicara apa?
Singkat kata,,, pernikahan itu pun dilakukan seadanya meski tidak resmi secara hukum. Valencia menitikkan airmata selama Ody mengucap kalimat ijab kabul. Ia tak menyangka lelaki itu nekad menikahinya.
Hingga akhirnya terdengar kata sah dari bibir para saksi pernikahan. Valencia memejamkan matanya saat Ody mencium keningnya. Airmatanya masih meleleh.
__ADS_1
"Assalamualaikum istriku." bisik Ody.
"Wa,, Alaikumsa,,lam su,,sua,,miku,,, Te,,ri,, ma kasih."
Mata Valencia terpejam dengan sebuah senyuman tersungging di wajah pucatnya. Bersamaan dengan suara tiiiiittt panjang dari alat pendeteksi di ruangan tersebut.
"Tanteee,,,," Nada memekik dan menangis dalam dekapan Dewa.
"Innalillahi,,, Pergilah istriku sayang. Bawalah cinta kita ke surga. Aku bersaksi kamu adalah istri yang baik. Sungguh indah takdirNYA untuk kita. Kita kembali dipertemukan dalam kondisi seperti ini. Aku bangga bisa menjadi suami dari wanita yang mau bertobat sepertimu sayang. Semoga Allah mengampuni dosa dosamu. Tunggu aku di sana."
Ody begitu tabah membisikkan kalimat itu di telinga Valencia yang telah tutup usia akibat kanker yang dideritanya. Dalam hatinya ia sudah tau Valencia tidak akan berumur panjang lagi melihat kondisinya yang begitu lemah. Namun Ody melakukannya semata mata hanya demi menjaga dirinya kelak. Agar tak ada lagi wanita wanita lain yang hadir dalam hidup dan hatinya.
Cukuplah Valencia istri pertama dan terakhirnya.
"I love you, om Ody. Nada sayang banget sama om. Terima kasih atas cinta om yang sangat besar untuk tante Valencia."
Nada memeluk Ody di depan pusara Valencia.
"Terima kasih atas cintamu untuk om. Terima kasih juga sudah mau membodohi dirimu sendiri dengan menjadi ibunya Birru." tukas Ody sambil mengacak kepala Nada.
"Eitss,,, kan sudah janji untuk tidak mengungkitnya lagi kecuali nanti saat Birru sudah cukup usia." Dewa mengingatkan.
"Oh iya ya,,, Baiklah ayo kita pulang. Biarkan tante istirahat dengan tenang dan damai. Jangan ada airmata lagi. Kirimkan saja doa untuknya."
Ody memandang lalu berjongkok untuk mengusap batu nisan bertuliskan nama Valencia.
...#### Tamat ####...
...🌸🌸🌸🌸...
...Terima kasih untuk para readers kece yang sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. Terima kasih untuk tebaran bunga, jempol like dan komen komennya juga....
...Author minta maaf kalau ada hal yang kurang memuaskan selama author menulis cerita ini. Percayalah,,, apa pun itu,,, author sudah berusaha sebaik baiknya....
...Terima kasih and see you,,,...
__ADS_1
...Love,...
...Author...