I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Foto Profil


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


Berjualan baju secara online ku pikir hasilnya cukuplah untuk sekedar beli makan. Bahkan kalau pas banyak orderan ya bisa ada sisa untuk dibelikan sabun dan peralatan mandi. Bisa ditabung juga bahkan. Setidaknya itu yang ku tau dari beberapa teman di kampus yang berjualan online.


Tapi hal itu ternyata tidak berlaku padaku.


Ku buka aplikasi chating warna hijau itu. Ku pandangi ponselku yang kosong dan nomor kontaknya.Tidak ada satu pun nomer teman atau kenalan yang ku simpan. Siapa yang bisa dihubungi? Bahkan mau buat status pun juga siapa yang buka?? Kosong,,, Tidak ada kontaknya!!


Ralat,,, bukan tak ada satu pun melainkan hanya ada satu nomer saja yang ku simpan, yaitu nomer bos mudaku alias Mr Dewa yang suka bertindak dan bicara gak jelas itu.


Tapi bagaimana pun,,, orang gak jelas itulah yang justru sudah menolongku bahkan memberiku pekerjaan ini. Aku kembali lesu memandangi kotak berisi baju baju itu. Mau kuapakan coba??


Bagaimana bisa dapat pembeli kalau begini? Alih alih dapat untung,,, sasaran pembeli saja aku tidak punya. Tidak mungkin aku mengirimi pesan salah satu teman terdekatku yang nomernya masih ku ingat di luar kepala. Ia pasti akan menyebarkan nomer baruku ini kepada teman teman yang lain.


Aku hanya gak mau kalau sampai nomer baruku sampai di tangan si kardus, Anton. Aku sudah cukup tenang lepas darinya karena aku tau kalau sampai dia tau nomer baruku ini, si koplak itu akan mencariku sampai ketemu. Dan ujung ujungnya akan mengajak balikan lagi.


Aku gak mau!! Disamping karena aku sudah illfeel, aku juga tidak mau disentuh lelaki mana pun lagi.


Cukup sekali dan untuknya saja.


Sebenarnya sih itu juga alasanku merahasiakan nomer baruku. Tentu karena aku kuatir nomerku sampai di tangannya juga,,, aku yakin sosok dalam bayanganku itu tidak akan diam saja. Kepergianku ini pasti menyisakan tanya dalam hatinya. Aku yang tidak biasanya begini, pasti membuatnya khawatir.


Belum lagi kalau dia sadar pagi itu,,, kalau dia ingat apa yang sudah terjadi di antara kami berdua. Aku yakin ia tak akan tinggal diam. Beliau adalah sosok yang bertanggung jawab untuk semua kesalahan yang dilakukannya.


Dan justru untuk apa yang sudah terjadi malam itu,,, itu masuk dalam kategori kesalahan besar yang memang sepantasnya dan seharusnya dipertanggungjawabkan itulah makanya aku memilih pergi.


Aku tidak mau tanggung jawab itu menyiksanya. Bukan aku yang dicintainya. Bukan aku yang diinginkannya. Kebayang kan kalau aku ada di antara mereka berdua?? Tidak tidak,,,!! Aku tak bisa membayangkannya.

__ADS_1


Aku lebih memilih pergi. Yah walaupun aku sudah kehilangan mahkotaku,,, Ralat lagi,,,


Bukan kehilangan melainkan menyerahkan.


Tidak perlu ada yang dipertanggungjawabkan karena sebenarnya tidak terjadi apa apa padaku. Aku baik baik saja. Sakit akibat kehilangan keperawanan juga sudah tak ku rasakan lagi. Itu membaik seiring berjalannya waktu.


Jadi ya selebihnya aku baik baik saja. Meski ada beban mental tiap mengingat bahwa aku sudah tidak gadis lagi dan itu tidak akan membaik atau hilang oleh berjalannya waktu. Tapi aku terima,,, Itu konsekuensi dari tindakan yang dalam kondisi sadar ku lakukan.


Lupakan. Mengingatnya membuatku bersedih lagi. Sebaiknya kembali membahas tentang setumpuk baju baju ini,,


Ahh bagaimana ya enaknya,,,


Tadinya aku sempat merasa senang karena sudah diberi pekerjaan tapi sekarang aku jadi tertunduk lesu memandangi sekardus baju baju yang masih dibungkus plastik bening itu. Aku benar benar lupa kalau aku ini gak punya siapa siapa.


Mama,,, Papa,,, Bagaimana ini? Anak gadismu sendirian di rantauan. Eh ralat lagi!! Aku bukan anak gadis lagi,, Aku ini sudah,,,Ah cukup!! Jangan dibahas lagi atau aku akan menjadi mellow lagi mengingat sosok yang susah payah ku lupakan itu.


Bagaimana ya kabarnya sekarang??


Hmmm tuh kan!! Lagi lagi aku ingin tau kabarnya. Gak boleh Nada!! Gak boleh!! Dilarang keras membayangkan atau mengingatnya!!!


Ku geleng gelengkan kepalaku berharap sekelebat bayangan sosok tercinta itu kabur lagi dari ingatanku. Tuhan,,, susahnya melupakan mahkluk terindah ciptaanMU itu,,,


"Jangan **o**nline saja. Sudah dapat pembeli belum?? Pasti belum!! Kamu pasti lagi mewek dan pesimis. Pasti lagi ngelamun gak jelas!! Jangan buang buang kuota hanya untuk orang orang dan hal hal gak guna. Time is money!!"


Astaga ini orang ya!! Gak bisa banget positif thinking ke orang lain. Walau sebenarnya yang dikatakannya itu benar sih hehehe,,,


"Yang ngelamun gak jelas juga siapa??? Sok tau kamu!!" balasku kesal.


"Pasang poto profil yang benar."


"Maksudnya???" alisku otomatis menyatu membaca perintahnya.


"Begitu saja gak paham. Pakai wajahmu sendiri gak usah pakai gambar gambar gak jelas gitu!!" alih alih menjawab pertanyaanku sebelumnya, ia malah mengubah topik pembahasan.


"Apa urusannya denganmu?? Whats*app whats*appku, ponsel juga ponselku, kenapa kamu yang ngatur??" protesku.

__ADS_1


"Karena resellerku banyak dan nama kamu pasaran. Ada berapa nama Nada di ponselku. Aku bingung kalau kamu pakai poto aneh begitu. Pasang saja potomu. Sekarang!! Gak usah banyak bantah." titahnya.


Ish,,, Lelaki ini ya,,, Emang dasar tak berperikemanusiaan!! Dia bilang namaku pasaran?? Memangnya siapa lagi reseller yang namanya sama denganku?? Jadi pingin tau seperti apa orangnya. Apa secantik aku?? Sepandai aku??


Tapi yang jelas pastinya perjalanan hidupnya gak seburuk hidupku. Nada Nada yang lain mungkin juga gak terjerat cinta terlarang sepertiku. Hmm,,, Aku jadi lesu lagi.


"Kenapa masih belum ganti juga??"


Malas deh!! Tidak kubalas dan kulempar ponselku sekenanya. Aku gak mood meladeninya lagi.Aku memilih rebahan dan memandangi langit langit kamar. Sibuk berandai andai,,, bagaimana seandainya begini dan begitu.


Tok,,, Tok,,, suara pintu kamarku diketuk. Mengganggu andai andaiku saja.


"Kamu??" mataku membulat melihat Dewa sudah di depanku. Matanya mencari cari sesuatu di dalam kamarku.


"Cari apa sih?" tanyaku ikut bingung melihat gerakan bola matanya.


Ia tak menjawab tapi malah menelpon ponselku. Kemudian dia masuk mengikuti dan mencari sumber suara. Ponselku yang ku lempar asal tadi ditemukannya.


"Mau diapain sih??" protesku ketika kulihat ia mengutak atik ponsel tak bersandi milikku.


Alisnya bertemu kemudian menatapku. Aku jadi risih dilihatin seperti itu. Kemudian dia mendekat lalu berdiri di sebelahku.


Cekrek,,,


Suara kamera ponsel mengejutkanku. Aku yang belum sadar apa yang terjadi tadi menerima kembali ponselku.


"Nih,, udah ku ganti fotomu."


Dewa pergi meninggalkanku yang melotot melihat foto profilku.


Jadi dia datang hanya untuk ganti foto profilku?? Dan anehnya dia memfoto kami berdua lalu menjadikannya foto profilku?? Dasar aneh!!! Tuhan,,, Mahkluk apa sih itu sebenarnya??


Datang dan pergi sesukanya. Main foto sesukanya. Main ganti profil foto sesukanya. Awas saja dia,,,!!


Ku ganti lagi dengan foto yang semula biar kamu tau rasa!!!

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,...


__ADS_2