
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku ...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Ody🌸
Inginku segera mandi dan mencari keberadaan Nada, tapi dasar aku adalah orang yang suka sesuatu yang rapi, terutama kamarku,,, karenanya ku putuskan untuk merapikan kamarku yang berantakan ini.
Meski dengan segudang pertanyaan yang menyelimutiku, termasuk rambut siapa sebenarnya yang ku temukan di ranjangku tadi.
Aku berasumsi bahwa mungkin aku berbuat kasar pada Nada semalam. Mungkin aku meluapkan emosiku kepadanya?? menjambaknya?? Karenanya aku begitu ingin segera menemuinya. Meminta maaf atas apa pun yang terjadi semalam.
Sungguh itu semua di luar kesadaranku.
Semoga ia bisa memaafkan dan memakluminya. Aku janji gak akan mabuk mabuk lagi kalau ujung ujungnya hanya merepotkannya begini. Bahkan menyakitinya.
Ku pukul pukul kepalaku yang masih pusing ini. Ku sesali perbuatanku kemarin yang mencoba mencari pelarian dengan minuman. Aku kapok!!
Ku tarik selimut yang tadinya ku lempar asal. Ku tepis tepiskan sebelum melipatnya. Dan aku terkejut,,, ku lihat ada noda merah di selimutku itu.
Noda apa ini???
Noda yang sudah mengering itu sepertinya adalah darah. Tapi darah apa? Darah siapa? Kenapa bisa ada darah??
Ku periksa seluruh tubuhku,,, tidak ada luka. Ku coba duduk menenangkan diri dan mencoba berpikir dengan otak yang masih dibayangi rasa mabuk semalam.
Ah payah!!! Otak ini bahkan tak berfungsi untuk sekedar bisa menelaah apa yang sudah terjadi.
Namun kemudian rasa sesal sekaligus takut bersarang. Mengingat rambut dan darah itu membuatku makin berasumsi aku telah melukai Nada.
Ya tuhan,,, Aku harus segera mencarinya!! Lupakan kamar yang berantakan. Aku harus segera memastikan kondisinya. Mungkin saja ia terluka parah saat ini,,,,
__ADS_1
Dengan setengah berlarian, aku keluar kamar. Mencari cari di seluruh ruangan di rumahku ini. Namun sosok yang ku cari tak ku temukan. Aku kembali ke kamar mencari ponselku. Ku putuskan untuk menghubunginya. Aku harus tau dia ada di mana sekarang.
Sial!!!
Ponselnya tidak bisa dihubungi. Di mana gadis kecilku itu sebenarnya? Kenapa sangat membuatku khawatir? Tidak biasanya ponselnya tidak bisa dihubungi begini. Dia selalu aktif dengan ponselnya jadi tidak mungkin tidak bisa dihubungi begini.
Pikiranku mulai kacau.
Tidak bisa!! Aku tidak bisa berdiam diri begini. Gadis kecilku harus ku temukan. Harus kupastikan ia baik baik saja dan tak terluka olehku yang bodoh ini!!!
Aku segera mandi. Tidak sampai 30 menit aku sudah siap. Ku buka pintu rumah dan aku terkejut dengan sosok yang berdiri di depan pintuku.
Valencia???
"Hai Ody,,, Apa aku mengganggu? Aku coba datangi kamu ke kantormu tapi kamu tidak ada. Sekretarismu bilang kamu ijin kerja setengah hari. Apa kamu sakit?"
Tiba tiba Valenciaku begitu perhatian padaku. Bahkan ia mencariku ke kantor. Ada apa dengannya? Dan bagaimana perasaanku saat ini?
Senangkah? Bukankah ini yang kuinginkan selama ini? Perhatiannya,,, kasih sayangnya,,, rasa ingin taunya akan apa saja yang kulakukan,,, Tapi kenapa ketika ku dapatkan itu, hatiku merasa tidak begitu senang? Aku bahkan malah curiga kepadanya.
"Ody??"
Tangan Valencia tergerak untuk mengelus wajahku. Aku diam. Melemah kembali oleh sentuhannya. Rasa curiga berubah menjadi rindu. Mata yang semula menatap penuh tanya kini meredup dan berbinar binar karena cinta butaku. Bibir yang semula kaku kini melengkung sempurna.
Aku tersenyum kepadanya. Memeluknya erat seolah tak ingin melepasnya yang sudah kembali kepadaku. Burungku yang terbang telah kembali ke sangkarnya. Aku hanya perlu untuk menguncinya erat agar tak terbang lagi.
Valencia menyambut pelukanku dan membalasnya. Bisa ku rasakan tangannya juga mengeratkan pelukannya. Aku senang. Bahagia rasanya mendapatkan dirinya kembali.
"Aku tak rela kehilanganmu sayang,,, Kembalilah padaku. Jadilah istriku lagi. Lupakan semua yang terjadi. Kita mulai dari awal lagi. Aku, kamu dan Nada,,,"
Dengan penuh kesadaran aku memaafkannya. Mengajaknya kembali merajut mahligai rumah tangga tanpa mengingat semua noktah merah yang telah diciptakannya.
Namun setelah ku sebut nama Nada,,, Valencia melepaskan pelukannya. Menjauh dariku dengan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sayang?" tanyaku.
__ADS_1
"Aku tidak bisa. Aku hanya bisa memulainya lagi denganmu. Tapi tidak dengan Nada."
"Kenapa sayang?" sekali lagi pertanyaan yang sama ku lontarkan.
"Pokoknya tidak bisa. Kalau kamu mencintaiku,,, kamu harus memilih salah satu. Aku atau Nada. Kita tidak bisa hidup bersama sama lagi. Dia tidak akan bisa melupakan kesalahanku dan aku takut dengan konsekuensinya. Dia akan memandangku hanya dengan sebelah mata." ujar Valencia.
Aku mengerti akan alasannya itu. Aku juga selalu tidak ingin dia dipandang sebelah mata oleh siapa pun tak peduli seperti apa dirinya. Keinginanku untuk mengistimewakan dirinya jauh lebih besar dari kekecewaanku padanya.
"Semua kembali padamu Ody,,, kamu menerimaku kembali dan melepaskan Nada, yang pastinya akan tetap baik baik saja dan masa depannya masih panjang. Atau,,, merangkulnya dan melepaskan aku. Kamu tau kemana pergiku,,, aku akan menjadi piala bergilir seperti yang kamu lihat tempo hari."
Valencia memberiku pilihan sulit dan bayangan akan seperti apa dirinya jika aku tak memilihnya. Dan aku tak ingin ia begitu,,,
Tapi kenapa hatiku juga tak bisa begitu saja mengiyakannya?? Kenapa aku merasa begitu dilema? Bukannya aku harusnya senang? Wanita pujaan sudah berdiri di depan mata menawarkan dirinya,,, kenapa hatiku tidak ikut senang? Kenapa hanya bibir yang tersenyum? Sementara hati,,,, bimbang.
"Bagaimana? Kamu punya keputusan? Aku tidak bisa berlama lama. Jika kamu menolakku, maka aku akan pergi ke pria hidung belang lainnya yang sudah menungguku." tukas Valencia.
"Jangan sayang. Jangan pergi." ucapku penuh rasa takut kehilangan dirinya lagi.
"Jadi?? Kamu menerimaku kembali??" mata indah yang selalu kukagumi itu berbinar.
Senyumannya juga merekah. Ia terlihat begitu cantik saat tersenyum begitu dan mataku terpesona dibuatnya. Tapi ku rasa tidak dengan hatiku,,,
Hatiku berada di tempat lain,,, bersama orang lain,,,
Nada,,, Maafkan om. Om harus mengabaikanmu kali ini. Tapi tenanglah,,, om akan tetap menghubungimu di belakang tante Valencia. Kamu jangan marah ya sayang,,, Biarkan om bahagia dulu bersama cinta om,,,
"Apa kamu akan membiarkanku terus berada di luar rumah begini? Apa aku masih kehilangan hakku untuk menjadi nyonya rumah ini?" tanya Valencia menyadarkanku dari lamunanku.
"Oh,,, maaf. Maaf sayang. Tentu saja ini masih rumahmu juga. Kamu tetap ratu di rumah ini. Ayo sayang,,,"
Bibir boleh mengucapkan hal semacam itu, tapi kenapa hati berkata lain? Perasaan macam apa ini sebenarnya? Kenapa saat yang ku damba telah datang,,, justru aku merasa kehilangan sesuatu yang lain yang lebih berharga??
Nada,,,, Di mana kamu sayang???
...🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1
...bersambung,,,,...