
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
Dan waktu pun terus berjalan. Detik demi detiknya mengubah menit menjadi jam. Setiap 24jam yang terkumpul berubah menjadi hitungan hari.
Sebulan,,,
Dua bulan,,,
Menginjak setahun,,,
Dua tahun,,,
Hingga akhirnya tahun ke delapan pernikahan Ody dan Valencia.
"Kamu tau kan aku ini selalu kesepian. Makanya aku jadi sering keluar, ngumpul sama teman temanku. Kalau kamu suruh aku terus di rumah, bisa gila aku. Suami sibuk, anak gak punya, Nada juga di luar kota kuliahnya."
Valencia mengomel panjang lebar hanya karena Ody menanyakan padanya satu pertanyaan, "Mau kemana?"
"Beib,,, aku gak pernah kok larang kamu keluar, bersosialisasi, menghibur diri. Itu semua boleh kamu lakukan tapi bisa kan tidak dengan pakaian yang serba mini begini? Ingat umur juga beib. Lagipula Ini juga weekend. Kalau kamu alasan kamu kesepian karena akunya sibuk, nih aku ada di rumah sekarang. Kamu ada temannya kan?"
"Oh,,, jadi maksud kamu aku cuma buat buat alasan gitu???" Valencia berang.
"Loh bukan,,,"
"Gini aja deh. Kalau kamu udah gak percaya sama aku lagi,,, kita cerai saja. Ngapain juga punya istri gak pernah dipercaya!!" Valencia menutup pembicaraan dan langsung menyambar tas mewahnya lalu berjalan meninggalkan Ody di kamar.
Ody berlari mencegahnya. Menghela lengan Valencia yang langsung menepis kasar.
"Lepasin!!!"
"Tunggu beib. Bukan begini penyelesaiannya. Setiap ada masalah kamu selalu mengatakan ingin cerai. Delapan tahun kebersamaan kita kamu sepertinya tidak pernah lelah untuk selalu bilang cerai."
"Ya mau apalagi??" Valencia makin kesal apalagi ia sudah mulai terlambat menemui seseorang yang pasti sudah menunggunya di tempat mereka janjian.
"Beib,,, aku gak pernah mau cerai sama kamu. Terlepas dari apa pun masalah rumah tangga kita, aku tidak pernah ingin berpisah denganmu. Aku selalu sayang sama kamu."
__ADS_1
"Sayang aja mana cukup?? Kalau memang sayang itu buktikan!! Percaya sama istri, kasih kebebasan, jangan buat istri malu sama temannya karena istri jadi terlambat ke acara gegara suaminya bawel." sindir Valencia.
"Ok beb. Maafin aku. Kamu jadi telat gara gara aku. Kamu mau aku anterin?" akhirnya untuk kesekian kalinya dan sudah selalu begitu akhirnya, Ody yang mengalah.
"Gak usah. Kamu malah bikin aku badmood nanti di jalan." tolak Valencia ketus.
"Baiklah. Apa aja yang penting bisa buat kamu senang sayang." Ody pasrah.
"Bagi duit." Valencia menodongkan tangannya.
"Beib,,, tagihan kartu kredit kamu bulan ini udah membengkak lho,,," Ody mengingatkan.
"Ini nih,,, Dasar suami plin plan, baru aja bilang apa pun yang bisa bikin kamu senang. Baru dimintain duit udah ngomel lagi. Aku juga tau kartu kreditku emang udah banyak tagihannya makanya aku minta cash. Lagian ya, buat apa kamu sibuk kerja kalau bukan buat aku???" Valencia melotot.
Ody menghela napas mencoba tetap bersabar. Delapan tahun ini mungkin bukan tahun yang mudah baginya. Ini adalah delapan tahun yang berat. Tapi sejauh ini ia berhasil mempertahankan rumah tangganya dan kali ini ia pun tak ingin semua itu percuma.
Melihat Ody tampak diam dan berpikir begitu, Valencia makin kesal.
"Heran deh,,, Kasih anak nggak bisa,,, kasih duit pun susah." gerutunya.
"Beb,,, aku minta maaf kalau sampai saat ini aku masih belum bisa. Aku sudah berobat dan berusaha untuk sembuh dan kamu tau itu. Tapi kamu juga selalu,,,,"
"Selalu apa?? Menolak diajak tidur?? Ya habisnya udah delapan tahun kamu tiduri aku tapi gak ada hasil sih." cibir Valencia.
Ia sangat tidak ingin bertengkar masalah itu lagi. Ia berusaha keras mempertahankan semuanya, bukan mencari masalah dan makin memperburuk semuanya.
"Dari tadi begini kan kelar urusan."
Valencia menyambar uang itu dan berlalu dari hadapan Ody. Ody kembali menghela napas berat menyaksikan kepergian Valencia siang itu.
Kini tinggal ia sendiri di rumah besar yang sudah menjadi saksi bisu perjalanan biduk rumah tangga yang ia bina bersama Valencia.
Delapan tahun yang berat bagi mereka, terutama Ody yang mendapat vonis dokter bahwa ia mandul. Dokter pilihan Valencia itu mengatakan bahwa ia memiliki sper*ma yang lemah. Karenanya kecil kemungkinan mampu membuahi sel telur Valencia.
Ody sudah pernah mengajak Valencia coba ke dokter lain tapi selalu ditolak Valencia dengan alasan dokter pilihannya itu sudah merupakan dokter terbaik di kota itu. Kalau yang terbaik saja sudah tidak mampu mengatasi, buat apa ke dokter di bawahnya. Begitu kata Valencia.
Dan seperti biasa,, Ody akan menuruti saja kemauan Valencia demi menghindari pertengkaran. Lagipula, dibalik penolakan Valencia itu ia tak pernah tau ada rahasia besar yang tidak pernah diketahuinya dan tersimpan rapat selama delapan tahun belakangan ini.
"Jadi kangen Nada kalau begini. Lagi apa ya anak itu?" gumam Ody berusaha menghibur dirinya sendiri.
Ia berusaha menelpon keponakan kesayangan yang bak anak kandung itu. Tapi berkali kali mencoba, ponsel gadis itu tidak bisa dihubungi.
__ADS_1
"Mungkin dia sedang kuliah. Baiklah, sebaiknya aku masak saja. Memasak selalu bisa membuat moodku lebih baik. Siapa tau juga Valencia akan berubah pikiran dan pulang cepat. Sudah lama kami tidak pernah makan malam bersama. Ya,,Sebaiknya aku masak banyak untuk kejutan."
Dengan semangat dan yakin istrinya akan pulang cepat, Ody beranjak ke dapur. Memilih bahan bahan yang akan dibutuhkannya untuk menghidangkan makanan terlezat bagi sang istri tercinta.
"Terlambat lagi,,, terlambat lagi."
Lelaki muda berusia sekitar 25 tahun itu menggerutu. Dilepaskannya kamera yang sedari tadi dikalungkannya di lehernya. Lelaki muda itu tampak kesal. Berkali kali ia melirik ke arah jam tangannya hingga akhirnya yang ditunggu pun tiba.
"Hai sayang. Maaf nih tante telat lagi. Biasa, ngurusin si om om letoy duluan di rumah." wanita yang lebih tua darinya datang dan mengelus elus pipinya.
"Sudah tau letoy kenapa gak ditinggalin aja sih tante??" lelaki muda itu masih kesal tampaknya.
"Eh ya mana bisa begitu? Kan itu sumber uang tante. Kalau tante banyak uang kan kamu juga yang senang, manis." wanita itu mengerling dengan genitnya.
"Ya udah kalau gitu, bayarin nih makanan aku. Dari tadi nungguin tante sampai kekenyangan nih." lelaki muda itu menepuk nepuk perutnya.
"Kenyang gak kenyang juga tetap seksi kok perut kamu. Gak pernah ada buncit buncitnya. Tetap six pack. Ya udah, tante bayar dulu terus kita langsung cus aja ya. Udah ngiler lihat kamu,,,"
"Ok tante, siap."
...*🌸🌸🌸🌸*...
__ADS_1
...*bersambung*,,,,,...