I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Kumpul Keluarga


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


Senang rasanya mengetahui bahwa om Ody tidak bersikap lain setelah semua ini. Beliau bahkan masih tetap bekerja di perusahaan yang kini dibawah kendali kak Dewa meski belum diresmikan. Kata ajik, menunggu sampai kak Dewa benar benar sudah menyerap semua yang diajarkan om Ody.


Kemungkinan peresmian itu akan dilaksanakan bersamaan dengan upacara tiga bulanan Birru. Seperti yang selalu dilakukan oleh tiap tiap keluarga di Bali yang memiliki bayi. Ada upacara atau selamatan khusus saat si bayi sudah berumur tiga bulan.


Melihat om Ody malam ini datang bersama mamanya atau bisa kusebut sebagai neneknya Birru,,, Aku bahagia. Terutama melihat neneknya Birru yang terlihat sangat gemas pada Birru. Mereka datang memenuhi undangan makan malam bersama kami dari kak Dewa.


"Terima kasih ya Nad,,, sudah bersedia mengandung cucuku. Meski harus melewati banyak hal buruk sebelumnya,, tapi kamu tetap kuat." ucap nenek Birru.


"Semua itu juga berkat suamiku nek,,,Kalau tidak ada dia, mungkin Nada juga belum tentu bisa bertahan." ku puji suami strongku itu.


Hehehe,,, kejadian semalam bersamanya masih saja membayangi diri ini dan masih membuat desiran yang sama tiap mengingat setiap detail sentuhan terbaiknya.


"Jangan dengarkan dia, nek. Dia hanya berlebihan memujiku. Karena aku yakin, meski tanpaku juga dia akan tetap bertahan. Dia begitu menyayangi bayinya itu. Dan dia wanita hebat,,, kuat."


Kak Dewa yang mendengar aku memujinya malah balik memujiku. Tapi kata kuat dan hebat tampaknya bukan hanya dalam urusan Birru saja.


Dia pasti menggodaku,,, awas ya kak.


"Ehem,,, pengantin baru ya bu. Maklum. Masih suka sukanya saling puji." ucapan biang membuat pipiku bersemu merah.


"Bukan cuma masih jadi pengantin baru saja dong biang. Seterusnya akan begini. Seperti biang dan ajik yang meski tua masih suka saling goda. Ya kan, Jik??" sela kak Dewa disambut tawa malu biang.

__ADS_1


"Kamu ini buka kartu kami saja." seru ajik.


Semua kembali tertawa hingga suasana kekeluargaan begitu terasa. Tapi tak semua tertawa riang di acara kumpul keluarga ini. Ada tawa sendu di salah satu wajah yang ada di meja makan ini.


Om Ody,,, maafkan Nada.


Suasana yang semula riang kini berubah menjadi keseruan ketika sudah berpindah ke ruang keluarga di mana Birru jadi menu utamanya. Tingkah lucu anak itu membuat semua gemas dan heboh berebut memberikan perhatian dan kasih sayangnya.


Saling bergantian menggendong dan mengajak bicara. Bayi tampanku itu makin kesini kulihat mewarisi hidung bangir om Ody. Kulit putihnya mewarisiku.


Semoga nasibnya kelak tidak akan mewarisi salah satu dari kami. Biarkan ia tumbuh dalam keluarga yang lengkap tuhan. Jangan sepertiku yang harus kehilangan orang tua saat aku masih membutuhkan mereka. Panjangkan umur kami tuhan, agar kami bisa mendampinginya sampai ia menemukan jalan hidupnya dan jodohnya.


Dan perkara jodoh,,, jangan tuliskan takdir seperti yang dialami ayahnya. Jodohkanlah ia dengan gadis baik baik yang hanya akan menyerahkan hati, jiwa dan raganya hanya kepadanya.


Lantunan doa panjang selalu kusebut untuk Birru. Permata hatiku. Namun sekarang, selain Birru dan keluarga baruku,,, mungkin ada satu nama juga yang harus kusebut dalam doa doaku.


Berikan kebahagiaan berlimpah juga untuk om Ody tuhan,,, ia berhak bahagia. Ia manusia baik yang sudah terlalu banyak terluka. Ijinkan kali ini ia bahagia tuhan,, berikan banyak tawa untuknya.


"Om,,, Apa kabar tante Valencia ya? Dimana ia tinggal sekarang? Nada tiba tiba rindu padanya." ujarku ketika kami mendapat kesempatan berbicara saat semua sibuk dengan Birru.


Baik kan suami strongku itu hehehhe,,,


"Memangnya kamu sudah gak marah lagi sama tantemu itu, sayang?" tanya om Ody masih memanggilku dengan kata sayang dan ku harap itu sudah merupakan panggilan sayang sebatas om dan keponakannya saja.


"Yang lalu biar berlalu om. Lagipula semua keadaan sudah membaik. Untuk apa lagi Nada mengingat yang buruk buruk? Bagaimana pun juga, tante tetap menjadi salah satu orang yang berjasa dalam hidupku."


"Entahlah di mana ia sekarang berada. Setelah menceraikannya, om bahkan tak pernah mencari tau lagi apa pun tentangnya. Buruknya juga om sama sekali tak memberikannya harta gono gini." ucap om Ody terkesan menyesali perbuatannya itu.


"Nada ngerti kok om. Mungkin kecewa dalam hati om akibat semua ulah tante terlalu dalam."


"Seandainya saja dia mau tulus berubah dan belajar menjadi lebih baik,,, mungkin om,,,"

__ADS_1


"Om masih tetap mencintainya?" potongku cepat.


Aku terlalu tau bagaimana dulu om Ody mencintai tante Valencia. Bagaimana ia selalu mengutamakannya dalam segala hal sampai sampai melupakan diri sendiri. Om Ody sangat mencintai tante Valencia sampai tak pernah bisa berkata tidak kepadanya.


"Entahlah." jawaban pendek itu terdengar diiringi helaan napas berat.


"Ya sudah,,, Serahkan urusan jodoh dan hati kepadaNYA saja. DIA adalah sebaik baik penentu. Percayalah om,,," aku hanya ingin mengingatkannya bahwa kami masih punya Tuhan.


"Kamu benar. Sekarang om hanya ingin fokus pada anak kita. Birru harus dapat segala sesuatu yang terbaik dariku juga. Bukan begitu??"


"Tentu om. Om adalah ayahnya." aku tak lagi canggung mengatakannya.


Obrolan kami terhenti karena tangis Birru. Bocah itu pasti sudah lelah diserang oleh banyak kasih sayang dari banyak orang yang mengerubutinya. Kini ia hanya butuh ibunya ini. Ku ambil permata hatiku itu dan kubawa masuk kamar untuk ku susui.


Kali ini ayah sambungnya gak usah ikutan dulu ya,,,


"Kalau begitu kami sekalian pamit saja ya. Birru juga sudah lelah tampaknya." ucap om Ody yang melihatku keluar kamar sudah tanpa membawa Birru yang memang sudah ku tidurkan di kamar.


"Baiklah. Sering sering kemari. Anakmu biar tidak kangen sama ayah dan neneknya." kata ajik dengan lugas tanpa beban apa pun.


"Iya bapak. Kami pasti akan sering datang. Bagaimana bisa kami berlama lama tidak datang sedangkan bocah itu begitu menggemaskan. Persis Ody semasa bayinya." jawab nenek Birru yang kuyakin juga mengatakannya tanpa niat buruk apa pun.


Acara pamitan pun berakhir lalu masing masing kembali ke kamar. Dan karena Birru sudah terlelap,,, maka jangan tanyakan apa yang aku dan kak Dewa lakukan.


Cukup bayangkan suara de*sahan dan lenguh*an nikmat berlomba lomba keluar dari bibir kami. Peluh menbanjiri tubuh polos kami akibat gerakan gerakan baru kami yang membuat kami berdua kecanduan.


"Kakak sayang Na." bisik kak Dewa mesra setiap kali ia mencapai puncaknya.


Dan aku hanya akan menjawabnya dengan desah*an dan gigitan cintaku di leher putihnya.


Indahnya menikah dengan yang dicinta,,, yang jomblo jangan iri yaa

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,...


__ADS_2