I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Nyonya Rumah


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Valencia🌸


"Odyyyyy!! Maafin aku. Jangan usir aku. Aku mohon."


Tangisan dan teriakanku bagai tak didengar olehnya sedari tadi. Ody terus mengacak acak lemari bajuku dan mengeluarkan lalu memasukkan semua isinya ke dalam koper besarku.


"Ma,,, bantu Valen ma. Bantu Valen bilang sama Ody untuk jangan usir Valen. Valen melakukan semua ini demi kebaikannya ma." aku beralih kepada mama yang tak bergeming sedari tadi.


"Mama gak punya hak untuk bicara Valen. Ini rumah tangga kalian dan hanya kalian yang bisa memutuskan." Mama hanya jadi penonton yang tak berguna bagiku.


Ah,,, wanita gak guna!!


Bergegas aku kembali masuk ke kamar menghampiri Ody yang sudah selesai mengemas bajuku. Ia tampak menyeret koper beratku dengan kasar. Ku halangi langkahnya.


"Ody aku bisa jelasin semuanya."


Dia tak menjawab sama sekali dan hanya berusaha menyingkirkanku dari jalannya. Ia menggeser tubuhku untuk minggir namun tidak kubiarkan begitu saja.


"Aku cuma gak mau kamu terus merasa down. Aku membayar Johan untuk bilang bahwa kamu sudah sembuh agar kamu makin percaya diri. Tak mengapa jika aku yang harus repot ikat bantal tiap hari tapi yang penting kamu merasa punya harga diri."


Aku terus bicara meski ia terus berjalan membuatku terseok seok mengimbanginya. Aku terus bicara dan ia terus membisu. Ia hanya terus berjalan dan berjalan tanpa menghiraukanku.


"Ody!!!! Ngomong dong!!! Jangan diam saja kayak pengecut!!"


Aku kesal dan menghentikan langkah dan usahaku menghalanginya menyeret koperku begitu aku lelah mencoba menjelaskan.Tapi laki laki itu tetap membisu dan kini ia sudah membuka pintu rumah lebar lebar. Mendorong kasar koper mahalku hingga terjatuh.

__ADS_1


Ia menatapku tajam setelahnya. Tapi aku tegakkan kepala ini untuk menyimak apa yang akan dikatakannya. Memangnya dia bisa apa? Marah saja? Mengusirku? Besoknya mencariku kan??


"Aku melakukannya demi kamu!! Kamu!! Aku ingin kamu gak minder lagi di depanku!! Kalau memang tindakanku ini tidak bisa kamu benarkan,,, setidaknya kamu harus tau bahwa niatku baik. Tidak semestinya kamu mengusirku begini karena niat baikku. Ini gak adil buatku!!"


Aku tak ingin meminta maaf padanya. Meski semua sudah terkuak. Setidaknya ia tidak pernah tau bahwa rahim ini sudah diangkat jadi kesalahanku itu tidak akan makin parah. Aku memang harus menyulap kesalahanku menjadi sebuah pembenaran.


Ody masih tidak mau bicara. Ku lihat mama juga hanya diam mengawasi kami.


"Sekarang kamu masih tetap mau diam saja atau setidaknya berterima kasih padaku atas niat baikku itu??" sindirku.


Ku lihat Ody menghela napas berat. Ia pasti malu padaku saat ini. Ody berjalan menuju ke meja dimana ia meletakkan tas kerjanya. Ia mengeluarkan sebuah map coklat yang entah apa isinya. Kemudian ia membawanya mendekatiku lagi.


Aku menatap curiga pada map coklat itu. Apa isinya??


"Aku talak kamu. Talak tiga. Mulai sekarang kamu bukan istriku lagi."


Terkejut,,, tentu saja aku terkejut. Sekalinya mau bicara, ia malah menceraikanku. Apa dia sudah gila???


"Amplop itu alasan kuatku." pria pelit kata kata itu malah berteka teki.


Dengan kasar ku buka segel amplop itu. Mataku membulat sempurna melihat apa isinya. Di sana ada beberapa foto diriku saat sedang berada di Singapura. Itu adalah diriku saat menjalani operasi pengangkatan rahimku.


Lalu ada juga surat pernyataan dokter yang menanganiku saat itu. Termasuk dengan tanda tangan palsu yang kubuat untuk mengisi kolom persetujuan pihak suami.


Dari mana ia dapatkan semua in?? Ini semestinya menjadi arsip rahasia rumah sakit bukan?? Tapi kenapa bisa ada padanya??


Belum lagi selembar kertas dengan label nama sebuah laboratorium yang lumayan ternama dengan warna khas putih dan kuningnya. Di sana tertera nama Ody lalu hasil dari sebuah tes. Yang setauku itu adalah sejenis tes untuk mengetahui kesehatan dan kualitas sper*ma.


Hasilnya adalah normal.


Wajahku memucat seketika. Bahkan wajah ini serasa berat untuk kembali ditegakkan untuk sekedar melihat wajahnya yang tentunya menatapku dengan penuh kebencian saat ini.


Semua rahasia besarku telah terbongkar meski aku tak paham bagaimana ia bisa secerdik ini untuk bisa mendapatkannya. Aku belum terpikir siapa yang telah membantunya mendapatkan semua ini. Pikiranku kosong saat ini.

__ADS_1


Keringat dingin tiba tiba saja juga mulai bermunculan membuat tubuhku basah. Mataku juga mulai nanar menyadari semua ini tidak baik untukku. Bukan akhir seperti ini yang aku mau.


"Sekarang,,,, keluar!!!"


Belum lagi bisa berpikir jernih. Tangan dan tubuhku sudah dihela dan ditarik dengan kasar. Lalu didorong hingga aku hampir terjungkal. Aku tak percaya Ody yang biasanya lembut bisa bersikap sekasar ini kepadaku.


"Sakit Ody!!! Bisa halus sedikit gak sih sama perempuan??" sungutku sambil memijit perlahan bahuku yang rasanya uratnya ada yang tertarik paksa dan kini tak kembali pada posisi semula.


"Kamu bukan perempuan!! Kamu setan!! Pergi dari rumahku dan jangan pernah berani menunjukkan batang hidungmu di sini. Jangan pernah juga berani berpikir akan mendapatkan sepeser pun harta gono gini!! Kamu gak akan kuberi apa pun dengan semua yang sudah kamu perbuat ini!!!"


Perkataan yang tegas dan mampu meruntuhkan segala kesombongan diri ini. Lututku terasa lemas. Terlebih saat Ody menutup dan membanting pintu dengan keras. Membuat jantung ini berlompatan dan terlepas entah kemana. Tubuhku lunglai. Aku ambruk. Terduduk di lantai teras disaksikan oleh satpam yang tidak berani bertindak apa apa.


Apa aku sudah benar benar di usir?? Apa benar aku tak akan dapat sepeser pun harta Ody? Artinya aku akan miskin???


"Tidaaaakkkk!!! Aku gak mau miskin!! Odyyy buka pintu!! Biarkan aku masuk!! Kamu akan menyesal Ody kalau kamu menceraikanku!!! Kamu akan menyesal!!! Kamu mencintaiku Ody. Hanya mencintaiku!! Kamu gak bisa hidup tanpa aku Ody. Buka pintunya!!!"


Ku gedor gedor pintu kayu berukiran indah itu seraya berteriak kencang namun seakan tak ada yang menghiraukan kecuali pandangan sinis satpam yang juga sudah membukakan gerbang lebar lebar untuk menyuruh nyonya rumah ini keluar.


Sepertinya teriakanku tadi malah membuatnya jadi dengar dan tau apa yang telah menimpa nyonya rumahnya ini. Bekas nyonya rumahnya, tepatnya.


"Jangan buat gaduh disini. Keluar."


Benar kan? Ia sekarang berani mengusirku juga. Dasar orang bawahan tak tau diri!!!


"Lepaskan!! Aku gak sudi kamu pegang!! Dasar bawahan!!!" umpatku saat ia berusaha menarikku untuk segera pergi.


Kamu akan menyesal Ody,,, Lihat saja!! Siapa pun yang akan mendampingimu ke depannya, akan kucelakai. Aku tidak terima kamu ceraikan dan usir begini. Kalau bukan aku, maka tidak akan pernah ada yang menjadi nyonya di rumah ini!!!


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,...


Mana nih vote buat author?? Kok musti diingetin dulu sih?? kan author jadi sedih 😭😣🤭 Bagi vote dulu yaaakkk biar author up lagi,,,🤗😁

__ADS_1


__ADS_2