I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Apa Kamu Berhasil?


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸POV author🌸


Ody terlihat bingung dan tengah mencari cari sesuatu di mejanya. Tidak hanya di meja namun ia juga menggeledah laci dan tasnya.


"Di mana sih file itu?? Masak sih gak kebawa?? Seingatku aku sudah memasukkannya ke tas deh,,," Ody menggaruk garuk kepalanya berharap dengan begitu ia bisa ingat di mana ia letakkan berkas penting bahan meeting dua jam lagi.


Sejurus kemudian Ody pun tepuk jidat.


"Hmmm,,, pasti deh masih di meja makan. Tadi aku sempat keluarin dan membaca ulang sambil minum kopiku." Ia yakin betul di mana berkas itu sekarang.


"Mau tidak mau pulang dulu deh. Hmm cerobohnya aku ini."


Ody segera berkemas dan mengatakan pada sekretarisnya ia akan pulang untuk ambil yang ketinggalan di rumah. Sekretarisnya menawarkan diri untuk mengambilkannya namun Ody menolak.


"Terima kasih. Aku saja yang pulang ambil. Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu ya." tolak Ody sopan.


Sekretaris itu mengangguk mengiyakan lantas kembali sibuk dengan pekerjaannya. Ody juga sudah mulai menginjak pedal gas dan membelah jalanan yang sudah mulai rapat lalu lintasnya.Entah siapa saja yang melintas karena sudah agak siang untuk para pekerja kantoran sepertinya.


Rumah yang terletak kurang lebih perlu sekitar 30 menit perjalanan menggunakan mobil, kali ini agak terasa lama karena padatnya jalanan.


"Apa aku telpon Valencia saja ya untuk bantu mencari dan menyiapkannya? Jadi aku tidak perlu berlama lama di rumah." pikir Ody sambil menyetir.


Ia pun menggapai ponselnnya ingin menelpon istrinya.


"Ah gak usahlah. Takut ganggu dia. Siapa tau dia sedang beristirahat di rumah. Mungkin juga dia tengah perawatan diri. Tidak apa apa, aku cari sendiri saja nanti."


Ody mengurungkan niatnya dan memilih lebih fokus menyetir. Ia memutuskan memarkirkan mobilnya di luar halaman saja agar gampang untuknya nanti. Tidak perlu memutar mobil lagi.


Ia sudah berjalan masuk halaman saat ia melihat seorang laki laki muda keluar dari pintu rumahnya dan tampak sedang melambaikan tangannya diiringi gerakan kiss by.


Laki laki muda itu berjalan mundur sambil terus melambai lambaikan tangannya hingga ia tak menyadari kehadiran Ody.


"Anton bukan ya?? Anton nyamperin Nada kali ya. Eh tapi,,, Sepertinya bukan. Lalu kalau bukan Anton siapa dong yang kiss by kiss by an segala di rumahku??" Ody penasaran.

__ADS_1


"Bye tante sayang. Makasih loh ya. Servisnya hari ini memuaskan sekali dan ini,,,, banyak sekali." laki laki muda itu mengeluarkan lembaran lembaran merah dari tasnya dan mengibas ngibaskannya.


"Tante??? Siapa yang dipanggilnya tante??"


Buughhhh,,, Tubuh pemuda itu menabrak tubuh Ody ketika akan berbalik. Jarak mereka yang terlalu dekat membuatnya tak bisa menghindar. Dengan cepat Ody menangkap dan menarik tangan pemuda itu.


"Siapa kamu???!!! Maling ya??!!"


"Erh,,, Eh,,, lepasin!!!" ketus pemuda yang wajahnya mulai panik itu.


"Gak!!! Ngaku dulu kamu!!!" Ody mulai galak.


Valencia yang mendengar keributan di luar, batal masuk dan keluar pintu lagi. Wajahnya langsung panik melihat suaminya sudah mencengkeram lengan si pemuda.


"Eh eh,,, apa apaan sih ini?? Lepasin Ody,,, Lepasin!!!" Valencia menghampiri dan menarik narik tangan Ody agar melepaskan brondongnya.


"Siapa dia?!!" tanya Ody ketus.


Valencia agar tersentak namun ia bisa menerima dan memaklukinya. Ini kali pertama Ody begitu ketus padanya.


"Mm dia,,, Dia,,," Valencia bingung mau jawab apa.


"Dia,,,," Valencia membuat Ody tidak sabar.


"Bilang sayang!!! Dia siapa???"


"Pacar istri lo!!! Puas lo???"


Jawaban dengan nada berteriak dari si pemuda membuat Ody langsung melayangkan pandangannya naik turun ke arah pemuda yang masih dalam cengkeramannya.


"Baby,,, stop it." kata Valencia pada pemuda itu yang kini membuat Ody balik menatapnya.


"Apa sayang?? Kamu panggil dia apa?? Baby??"


Ody tidak habis pikir. Bertahun tahun menikah dengannya, bahkan Valencia hanya memanggil namanya saja. Tidak ada panggilan khusus atau panggilan sayang untuknya meski ia selalu memanggil Valencia dengan kata "sayang".


Baiklah,,, selama ini Ody berpikir itu hanya sekedar panggilan yang tidak usah dijadikan masalah besar. Yang jelas hati dan cinta Valencia adalah miliknya.


namun pagi ini,, mendapati istri terkasih memberikan panggilan mesra dan sayang kepada laki laki lain tentu membuat jiwa Ody berontak. Pikirannya campur aduk penuh tanya,,, Bagaimana bisa???


"Iya baby,,, Baby!!!" pemuda itu menepis kasar tangan Ody yang mulai mengendur cengkeramannya dan mengucapkan kata baby itu dengan nada menegaskan.

__ADS_1


"Kamu gak apa apa?? Ada yang sakit??" Valencia begitu memperhatikan dan mencemaskannya,,, di depan Ody!!!


"Nggak tante." jawab si pemuda dengan manjanya.


"Ya udah kamu pulang aja ya. Di sini biar tante yang urus." Valencia menyuruhnya pulang dengan lembut.


Bahkan ia tak pernah selembut ini pada Ody.


Pemuda itu melompat senang dibebaskan dari masalah rumah tangga Valencia. Ia ingin tertawa mengejek pada Ody namun Ody yang masih mematung itu membuatnya merasa percuma menertawakan orang linglung.


"Sayang,,, Apa semua ini???"


Ody yang sudah sadar berjalan menyusul Valencia yang sudah terlebih dulu masuk ke rumah. Valencia menghentikan langkahnya dan menarik napas dalam dalam sebelum balik menghadap Ody.


"Kamu sudah lihat semuanya kan?? Aku gak perlu sembunyi sembunyi lagi sekarang. Iya itu tadi pacar aku. Baby aku,,, Yang aku harap bisa kasih aku anak nantinya!!"


"Sayang!!!! Jaga bicaramu. Itu semua tidak benar kan???" Ody terlalu terkejut untuk bisa menerima semua kenyataan ini.


Istri tercinta rupanya sudah mendua,,,


"Benar!! Itu semua benar!! yang kamu lihat tadi itu,,, yang kamu dengar saat ini,,,semuanya benar!! Aku punya pacar dan aku memanggilnya baby!! aku memutuskan pacaran dengannya karena aku butuh untuk dipuaskan oleh yang benar benar bisa memberikanku seorang bayi nantinya!! Bukan yang bisanya cuma berobat sana sini tapi gak jelas bisa sembuh nggaknya!!! Puas????"


Valencia tersengal sengal mengatakannya. Bak tak merasa bersalah sama sekali,, ia malah menumpahkan semua kesalahannya kepada Ody.


"Sayang,,, Aku,,,"


"Kamu yang membuatku jadi seperti ini!!! Kamu yang membuatku jadi mencari pelarian demi bisa membuktikan bahwa aku ini wanita normal yang suatu saat nanti juga bisa merasakan yang namanya hamil dan melahirkan. Bahwa aku juga bisa jadi ibu!!!"


Valencia terus bicara tanpa memberi Ody celah untuk bicara.


"Kamu,,, Kamu yang gak bisa memberikan aku hakku sebagai istri yang kelak bisa disebut ibu juga. Kamu,,, Kamu yang membuatku seputus asa ini sampai aku pikir mencari lelaki lain yang lebih muda mungkin bisa segera menjadikanku seorang ibu!!!"


"Lalu apa kamu berhasil sayang???"


Pertanyaan lirih Ody itu membungkam Valencia. Tatapan tulus Ody saat menanyakannya juga membuat otak Valencia berpikir keras.


Kemana arah bicaranya???


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...

__ADS_1


__ADS_2