
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku ...
...❤️❤️❤️...
Aku tersentak bangun setelah entah sudah berapa lama aku tertidur. Rupanya si mata nyerah juga. Ku lirik jam dinding di kamar.
"Hah,,, Sudah malam saja."
Mataku melotot melihat jarum jam yang menunjukkan 7. Pantas saja kamarku ini mulai gelap. Meski masih ada beberapa cahaya yang masuk dari lampu taman di luar kamarku.
Aku menggeliat sebentar. Wah rasanya enak sekali meregangkan otot begini setelah semua lelah yang mendera. Ku cari cari sandalku lalu kepakai dan mulai berjalan menuju ke pintu.
Cacing cacing di perutku sudah mulai miss call dan aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Mereka bisa demo nanti.
Sayup sayup ku dengar suara lelaki yang aku tau itu pasti suara om Ody.
"Pulang malam lagi??? Ada Nada lho sayang. Setidaknya jangan tunjukkan hal hal seperti ini padanya. Aku tidak memintamu menghargaiku dan melakukan ini untukku tapi untuk Nada. Aku gak mau Nada tau perangai burukmu ini."
"Aku tau,,,tapi kali iniiii saja. Ku mohon,,,"
Aku tak tau tante Valencia di seberang sana menjawab apa, tapi kalimat selanjutnya yang ku dengar dari bibir om Ody menunjukkan bahwa tante keberatan untuk memenuhi permintaan om Ody.
Tetiba rasa kasihan menerpaku. Melihat lelaki kesayangan dan idolaku sejak kecil itu terduduk lemas dan memegang kepalanya yang menunduk. Lelaki yang sudah dikhianati oleh tanteku sendiri namun masih saja memanggil "sayang" pada tante Valencia.
Entah om Ody tau atau tidak bahwa tante Valencia sudah memberikan apa yang seharusnya hanya jadi milik om Ody pada kardus kardus sejenis Anton.
Diihh,,, kenapa menyebut nama itu lagi sih??? Keseeeelll,, Keseeeellll!!!!
"Apa sebaiknya aku menghiburnya??"
Tapi aku ragu bagaimana caranya untuk menghiburnya 🤔 padahal aku sendiri juga butuh hiburan. Ingat kan kalau aku tuh pulang mau menenangkan diri,,, bukan menenangkan orang lain.
__ADS_1
Tapi om Ody,,,
Kenapa aku merasa senasib dengannya saat ini? Mungkin sesama yang senasib bisa saling memahami. Bisa lebih gampang berbagi duka lara lalu bisa bersama sama mencari solusi dan cara untuk kembali bisa bahagia.
Krrruuuuukkkk,,,,
Ah,,, si cacing demo juga kan akhirnya. Aku gak bisa lanjut mikir kalau begini ini. Ini fix musti cari makanan dulu baru si otak gak lemot diajak mikir.
"Nada?? Kenapa berdiri di situ aja?? Sini sayang,,, Om Ody udah masak banyak lho buat kamu."
Suara hangat serta kalimat yang cukup membuat para cacing merasa sedikit terhibur. Mataku juga berbinar mendengarnya. Om Ody emang yang paling tau apa mauku dan apa yang ku butuhkan. Gak kayak si kardus!!
"Om kapan datang dan kapan masaknya??" aku heran melihat benar benar sudah banyak makanan di meja dan bisa ku pastikan malam ini para cacing akan klenger lalu modar kekenyangan hahaha,,,
"Om sengaja pulang awal tadi karena tante bilang kamu pulang. Om tau kamu pasti cuma selera sama masakan om kan??"
Aku mengangguk dan menahan liurku sebisa mungkin. Kalau orang yang gak kenal aku pasti mengira aku ini tengah hamil muda dan sedang ngidam ngidamnya. Biar ku perjelas ya,,,aku masih virgin meski punya pacar kardus dan mesum!!!
"Nih,,buat keponakan sekaligus anak om tersayang." om Ody menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya.
"Tambah aja lagi kalau lauknya kurang. Hanya kita berdua aja kok yang makan. Jadi jangan sisakan lagi."
"Tante masih sibuk ya om?" tanyaku basa basi saja meski aku tau tante bukan bekerja melainkan hanya ketemu teman seperti pamitnya tadi siang.
"Ah iya. Biasalah tantemu itu. Dia sedang senang senangnya jadi foto model." kata om Ody.
"Om bisa kan melarangnya? Om kan suaminya." Om Ody tersenyum mendengar ucapanku.
"Om gak mau membatasi ruang geraknya. Dia berhak bahagia dengan caranya selama itu baik. Jadi foto model tidak ada salahnya kan? Toh memang tantemu itu proporsional bodynya dan wajahnya memang cantik. Tidak heran kan kenapa om sangat mencintainya??"
Lagi lagi ku lihat senyum tipis dan kecut tersungging di bibirnya. Aku tau dia hanya sedang menutupi kesedihannya.
"Ah om,,, Sini,,, peluk aku. Aku juga akan sangat senang memelukmu. Kita berdua ini korban. Korban dari keegoisan pasangan kita. Seandainya saja pasanganku itu om,,, bukan si kardus. Pasti aku sangat bahagia,,,"
Eh kok jadi ngelantur sana sini,,,, ku geleng gelengkan kepalaku dan mengerjap ngerjap beberapa kali. Kali aja beberapa otot sarafku memang ada yang konslet gegara semua kejadian yang menimpaku seharian ini.
__ADS_1
"Kenapa sayang?? Kamu sakit?? Kok gak makan makan dari tadi? Gak enak ya masakan om?? Mau dibuatin makanan lain??" Om Ody rupanya memperhatikan gerak gerikku.
"Mm nggak apa apa om. Nada cuma,,,,"
"Cuma apa sayang,,, beneran kamu baik baik saja???" om Ody cemas bukan main.
"Nada cuma sedikit pusing karena kelamaan tidur tadi hehe,,," ku jawab ngawur aja.
Ya kali aku musti mengakui kalau aku lagi punya fantasi dan khayalan aneh kepadanya???
"Yakin??"
"Iya om. Yakin!!!" tegasku.
"Baiklah kalau begitu. Makan yuk. Atau mau om suapin?? Udah lama lho om gak suapin Nada. Kapan ya terakhir?? Mmm pas Nada masih kelas 6 SD ya???" om Ody berusaha mengingat kenangan lama kami.
"Iyaa bener terus abis tu gigi Nada yang udah goyah jadi copot gegara om nyuapinnya kekencengan dan nyenggol gigi Nada." sungutku sebal mengingatnya dan makin sebal karena om Ody tertawa ngakak dibuatnya.
"Tuh kan masih aja ketawain Nada. Dulu ketawa sekarang masih juga ketawa." ku letakkan sendokku lalu bersedekap tangan dengan bibir manyun.
"Hahhaha,,, gadis besar mana boleh merajuk begini. Sini sini,,,om Ody suapin lagi dan janji gak akan buat gigi susu kamu copot lagi hahaha,,," om Ody mendekat dan mengambil piringku.
"Udah gak ada gigi susu lagi doooong,,," aku makin manyun dicandain seperti itu.
"Hahha,,, ya udah ayo aaaaa,,,," om Ody menyuruhku membuka mulutku karena sesendok nasi dan lauknya sudah siap untuk dikunyah.
"Aaaemm,,, Anak pinter. Nanti om beliin balon sama permen ya kalau habis nasinya."
Om Ody mengusap usap kepalaku dan mencandaiku lagi namun entah kenapa aku suka diperlakukan seperti ini olehnya. Ada rasa bahagia dan terlindungi,,,disayangi,,,di istimewakan,,,
Sayangnya bukan oleh pasanganku melainkan pasangan tanteku,,,
Tante Valencia yang sama sekali gak bisa lihat sisi baik om Ody. Kenapa wanita sepertinya mendapat lelaki semanis ini?? Sedangkan gadis baik baik sepertiku dapatnya hanya si kardus obralan!!!
Boleh iri gak sih??
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung,,,...