I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Ilusi Tak Bertepi


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Ody🌸


Hoooekkkk,,,


Seluruh isi perutku tumpah ruah di lantai. Aku terlalu lemas untuk membersihkannya. Jangankan membersihkan lantai itu,,, membersihkan bajuku yang terkena muntahanku sendiri pun aku sudah tak mampu.


Otakku sudah tidak bisa memerintahkan amggota tubuhku untuk melakukan semua itu. Aku benar benar tak mampu mengusir pengaruh minuman minuman jahat itu. Kepalaku makin pusing. Tubuhku terasa ringan namun panas. Gairahku bahkan memuncak.


Kurasakan seseorang membantuku membuka sepatuku. Nada kah itu? Ah,,, mataku bahkan tak bisa diajak fokus. Semua gara gara minuman sialan yang terlalu banyak ku reguk.


Ku kerjap kerjapkan mataku. Mencoba melihat baik baik sekelilingku termasuk siapa yang kini juga membantuku mengganti pakaianku.


Mataku membulat sempurna ketika makin kesini makin jelas sosok yang membantuku itu. Aku kucek kucek kedua mataku untuk memastikannya lagi.


Sosok itu tersenyum padaku. Valencia,,,, Valenciaku ada di kamarku dan sedang membantuku mengganti bajuku. Tak terbayang bahagianya aku saat itu. Aku tau aku mabuk dan ini pasti juga bagian dari pengaruh minuman itu.


Tak apalah,,,walau hanya dalam keadaan mabuk dan aku hanya berhalusinasi saja,,, biarkan aku memelukmu sayang,,, Valenciaku.


Ku rengkuh tubuh itu. Kurasakan ada penolakan. Aku tau,,,dia mungkin masih marah akibat tindakanku melepaskannya dan bukan menghalanginya.


"Maafkan aku sayang. Maafkan aku sudah melepasmu. Aku mencintaimu sayang. Aku merindukanmu. Biarkan malam ini saja aku memilikimu kembali. Meski hanya dalam fantasi."


Kurasakan tubuh yang tadinya memberi penolakan itu diam. Tak lagi berontak. Aku senang merasakan tubuhnya mulai melembut.


"Malam ini saja sayang. Biarkan aku melepas rinduku padamu. Aku hancur sayang. Aku hancur tanpamu. Hanya kamu gairah hidupku. Ijinkan aku menyentuhmu. Sebelum hakim benar benar memisahkan kita. Setelah itu kamu boleh pergi jika memang kamu masih ingin pergi. Aku tak akan menghalangimu lagi meski mungkin setelah itu aku akan mati."


Dengan baik aku mengucapkannya. Aku meminta ijinnya untuk boleh menyentuhnya sekali lagi. Menjadikannya kembali ratu di hati yang selalu bisa menjadi pengisi dan pemuas bi*rahiku.

__ADS_1


Aku pria normal yang tentu menginginkan pelepasan dan itu hanya bisa kulakukan dengan Valencia. Istriku,,, yang hampir hilang dari tanganku.


"Valencia sayang,,, ku mohon,,, ijinkan aku sekali ini saja."


Sekali lagi aku meminta ijinnya. Meski hanya dalam mimpi atau ilusi atau bahkan fantasi,,, aku yang tak mampu menghamilinya ini meminta ijinnya.


Valencia diam saja. Bahkan saat kudekatkan bibirku ini padanya. Mulai menyesapi rasanya,,, Valencia tetap diam. Dia tak membalasnya namun dia tak menolaknya juga.


Ah,,, kalau setiap hari aku bisa berfantasi seperti ini,, Andaikan aku boleh hidup dalam genangan ilusi,,, Aku tak ingin mati. Aku hanya ingin terus menjadi satu satunya yang mencintai dan dicintai olehnya seperti ini.


Dunia nyata terlalu kejam untukku!!


Biarlah malam ini ku lewati bersamanya dalam ilusi tak bertepi.


Dirinya yang diam tanpa penolakan membuat jiwa kelelakianku semakin tertantang untuk memulai semuanya lagi. Aku ingin memuaskan diri kami malam ini. Akan kuberikan gerakan gerakan dan sentuhan sentuhan terbaikku untuknya. Akan ku giring ia menuju ke puncak tertinggi.


Akan ku buktikan padanya bahwa aku layak untuknya. Siapa tau,,, malam ini aku beruntung dan tuhan memberikan keajaiban. Siapa tau,,, setelah ini aku bisa menghamilinya.


Hahaha,,,Aku benar benar mabuk.


Sudahlah,,, biarkan aku menikmati waktu kami. Biarkan hanya suara suara kenikmatanku malam ini yang merajai. Biarkan saja aku berfantasi. Aku lelah mendamba dalam nyata. Semua selalu sia sia.


"Kenapa lebih kecil sekarang sayang? Apa aku yang terlalu mabuk sampai lupa dengan ukurannya??" ke sentuh dua bulatan kenyal miliknya itu.


Valenciaku diam dan hanya sedikit menggeliat. Membuatku makin tertantang untuk memasukinya. Ku rebahkan tubuhnya dibawahku. Ku ciumi perlahan kening dan wajahnya. Ku lihat ia menangis.


"Kenapa sayang? Apa aku menyakitimu?" aku terlalu takut ia pergi lagi malam ini. Bahkan dalam ilusi ini pun aku tak mau ia pergi secepat ini. Aku sudah lama menanti.


Valenciaku menggeleng membuatku lega. Mungkin ia menangis karena juga merindukanku?


Sudahlah,,,


Ku buka jalan masukku yang masih ku ingat persis di mana letaknya. Ku hirup aromanya yang ku rasa sedikit berbeda namun itu menjadikanku makin ingin segera menerobos masuk.


Aaawww,,, Ku dengar suaranya seperti kesakitan tapi tak ku pedulikan lagi. Aku terus mendesak dan mendesak. Surga miliknya semakin menyempit kurasa.

__ADS_1


Lihatlah,,, Dia begitu pandai menjaga miliknya. Meski sudah banyak lelaki menjamahnya namun surganya bagai tak pernah terjamah.


Anggap saja dia memang masih gadismu Ody,,, Yang tidak pernah membagi hati, cinta dan tubuhnya pada yang lain. Ingat,,, ini hanya ilusi. Pikirkan saja semua hal hal baik sebelum kamu terbangun dan semua ini akan hilang.


Ku percepat gerakanku. Hingga aku merasa sebentar lagi aku akan kalah dengannya. Sesuatu yang mendesak sudah tak bisa ku tahan lagi. Kulepaskan saja semuanya.


Semuanya hingga tak ada yang tersisa maupun tumpah. Aku ingin benih benih cintaku ini bisa sampai ke relung hatinya sehingga mungkin itu bisa mewujudkan keinginannya menjadi seorang ibu,,,


Sekali lagi,,, ini hanya akan ada dalam ilusiku saja.


Ku tarik milikku darinya dan ku hempaskan tubuh lelahku di sampingnya. Aku ingin malam ini sebelum kesadaran menghampiriku, aku bisa tidur bersamanya. Ku bawa ia dalam pelukanku. Ku bawa ia tidur dalam dekapanku. Ku biarkan saja tangisnya yang semakin menyesakkan dada itu keluar.


Ia menangis karena bahagia pastinya,,, bahagia karena aku sudah meluapkan seluruh yang ku punya dengan setulus hati.


"Valencia sayang,,, terima kasih."


Aku sudah tak ingat apa apa lagi. Ku biarkan mata lelahku mengabur dan membuat semuanya menjadi gelap. Aku hanya perlu bersiap siap saat esok kesadaranku kembali. Yang penting malam ini hasratku sudah terpenuhi.


🌸Pov Nada🌸


Ku kemasi semua barang barangku. Aku yang tadinya datang ke kota ini untuk menemani om Ody menghadiri persidangan terakhirnya,, akhirnya harus kembali pergi.


Pergi jauh dan tak akan pernah kembali lagi,,,


Om Ody,,, Semoga yang sudah kulakukan dan kuberikan mampu membuatmu bahagia walau semalam saja om,,, Maafkan Nada yang sudah berpura pura tuli dan tak melihat bahwa om memang sangat terluka.


Nada akan mengalah,,, Nada yang akan pergi dari hidup om jika memang dengan begitu om tidak perlu menjaga perasaanku lagi. Om bisa kembali pada tante Valencia jika itu hal yang paling bisa membuat om bahagia,,,


Sudah ku katakan bukan,,,


Seandainya saja ada sesuatu yang bisa dan boleh ku lakukan untuk membuat om bahagia,,, maka akan kulakukan,,, akan ku berikan,,,


Termasuk kehormatanku,,,


Meski itu hanya bisa menghapus dukamu semalam saja om,,, Meski bukan aku yang berada dalam ilusi tak bertepimu,,,

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...


__ADS_2